flash vortex

Senin, 16 Januari 2012

Inilah Akal Bulus Mafia Selundupkan Barang Haram Miras


  • JAKARTA – Mau tahu akal bulus dan modus mafia minuman keras (miras) menyelundupkan barang haram itu selama ini? Rupanya, untuk mendapat keuntungan yang berlipat ganda, dan menghindari pajak tinggi, mara mafia miras itu acapkali mengakali para petugas bea-cukai. Modus itu terbongkar, saat Jonny Abbas, seorang bandar miras, disidang di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, awal tahun 2011 lalu.   
    Minuman keras  merek Jack D di Singapura misalnya, dijual sekitar $ Sing 40 atau sekitar Rp 280 ribu. Namun setelah masuk di Indonesia bisa dijual Rp 600 ribu - Rp 1,5 juta. Mafia mana yang tidak tergiur.

    Untuk bisa mereguk uang haram, langkah pertama, penyelundup memasukan Black Berry (BB), miras atau barang lainnya ke dalam kontainer dengan manifest barang fiktif. Dalam manifest, penyelundup mencantumkan identitas barang fiktif seperti tekstil, makanan, barang pecah belah atau lainnya.
    Selanjutnya, barang akan dikirim oleh orang yang mempunyai account di PortNet dan password di Singapore Port. Orang ini atau biasa disebut broker, akan berhubungan dengan pejabat Custom Singapore untuk meloloskan barang dengan manifest palsu.

    Langkah kedua, broker ini menggunakan alamat pengirim fiktif dan penerima barang fiktif. Nama penerima barang fiktif ini disesuaikan dengan data manifest barang untuk mengelabui KPU Bea Cukai. Contoh, jika barang dilaporkan sebagai tekstil maka penerima barang di buat nama fiktif Texmaco Indonesia.

    Ketiga, pihak penerima barang di pelabuhan Indonesia mengakali pengamanan berlapis pihak bea cukai. Jika sukses, maka barang illegal tersebut segera dibawa ke gudang penadah. Dari gudang inilah, barang akan didistribusikan ke berbagai pasar di Indonesia. Dan mungkin salah satu barangnya kini di tangan anda.

    Lantas, bagaimanakah jika ternyata barang selundupan ini tercium aparat bea cukai Indonesia dan ditahan Bea Cukai? Pertama, broker akan main mata dengan petugas bea cukai supaya barangnya bisa dikembalikan ke negara asal (re-ekspor). Jika sukses, barang langsung dikirim balik.

    Jika gagal, penyelundup mengambil langkah kedua, yakni penyelundup akan menggugat Bea Cukai lewat jalur hukum bahkan sampai ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN). Setelah broker mengantongi putusan hakim yang membolehkan re-ekspor, maka broker akan langsung meminta barang dikirim kembali.

    Ketiga, untuk mengembalikan barang ke negara asal, broker meminta bantuan jasa ekspedisi lokal. Di sinilah muncul Jonny Abbas yang me-re-ekspor 30 kontainer illegal. Usai kontainer sampai di negara asal, para penyelundup buru-buru menyelamatkan barang miliknya. Dan mereka segera menyusun lagi strategi untuk bisa menyelundupkan barang ke Indonesia.
    Direktur Industri Minuman dan Tembakau Direktorat Jenderal Industri Agro dan Kimia Kementerian Perindustrian Warsono pernah mengatakan, beberapa peraturan daerah sengaja dikeluarkan untuk melarang beredarnya minuman beralkohol itu. "Padahal pemerintah tidak pernah melarang peredaran minuman beralkohol, hanya mengendalikan. Kalau ada perda di daerah tertentu yang melarang beredar berarti aturan itu tidak sesuai," kata Warsono di kantor Kementerian Perindustrian. Desastian
  • Umat Islam Aceh Tolak Pendirian Hotel & Mal Dekat Masjid Baiturrahman

    Posted: Sun, 15 Jan 2012 17:58:11 PST

    BANDA ACEH - Masjid Raya Baiturrahman Banda Aceh, merupakan Masjid yang memiliki lembaran sejarah tersendiri, yang kini merupakan Masjid Negara yang berada di jantung kota Propinsi Nanggro Aceh Darussalam. Nama Masjid Raya Baiturrahman ini berasal dari nama Masjid Raya yang dibangun oleh Sultan Iskandar Muda pada tahun 1022 H/1612 M.
    Mesjid raya ini memang pertama kali dibangun oleh pemerintahan Sultan Iskandar Muda, namun telah terbakar habis pada agresi tentara Belanda  kedua pada bulan shafar 1290/April 1873 M, dimana dalam peristiwa tersebut tewas Mayjen Khohler yang kemudian diabadikan tempat tertembaknya pada sebuah monument kecil dibawah pohon ketapang/geulumpang dekat pintu masuk sebelah utara mesjid. Kemudian pada tahun 1875 Belanda membangun kembali masjid tersebut sebagai penggantinya.
    Masjid Raya Baiturrahman ini mempunyai nilai yang tinggi bagi rakyat Aceh, karena sejak Sultan Iskandar Muda sampai sekarang masih berdiri megah di tengah jantung kota Banda Aceh. Mesjid Raya ini mempunyai berbagai fungsi selain shalat, yaitu tempat mengadakan pengajian, perhelatan acara keagamaan masyarakat muslim Aceh, tempat berteduh bagi warga kota serta para pendatang, juga menjadi salah satu obyek wisata Islami.
    Ketika terjadi gempa dan tsunami 26 Desember 2004 yang menghancurkan sebagian wilayah Aceh, mesjid ini manjadi bukti kebesaran Allah karena selamat tanpa kerusakan yang berarti dan banyak warga kota yang selamat di sini serta menjadi tempat pengungsian.
    Kawasan lingkungan sekitar mesjid ini juga dijadikan kawasan syari'at Islam yang harusnya tetap dijaga dan tidak dikotori oleh perbuatan-perbuatan yang melecehkan mesjid serta melanggar syariat Islam.
    Umat Islam Aceh Menolak Pembangunan Hotel dan Mal di Samping Masjid Baiturrahman
    Akhir-akhir ini beredar isu di tengah masyarakat Aceh bahwa di sekitar masjid Baiturrahman rencananya akan dibangun hotel Best Western.
    Tentu saja hal ini sangat meresahkan warga Aceh yang dikenal kuat memegang syari’at Islam. Mereka tak ingin wilayah masjid bersejarah ini nantinya dikotori maksiat dan penuh hiruk pikuk hedonisme.
    Jum’at (13/1/2012) kemarin ribuan umat Islam Aceh menorehkan tandatangan di atas kain putih sepanjang 200 meter, sebagai bentuk penolakan terhadap rencana pembangunan sebuah hotel dan mal di samping masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh.
    Kain putih dibentangkan di pagar lokasi yang direncanakan dibangun hotel Best Western, dan ratusan orang telah menorehkan tandatangan penolakannya, kata juru bicara Koalisi Peduli Masjid Raya Baiturrahman (KPMRB) Adi Usman Musa di Banda Aceh, Jumat (13/1).
    Di lokasi bekas bangunan "Geunta Plaza", yang berdampingan dengan Masjid Raya Baiturrahman, yang berada di pusat Kota Banda Aceh, itu juga direncanakan dibangun mal.
    Kain putih yang dibentangkan di lokasi rencana pembangunan hotel dan mal itu ditandatangani jamaah shalat Jum’at, termasuk masyarakat yang melintas di ruas jalan padat di Kota Banda Aceh tersebut.
    "Kain putih ini merupakan bantuan dari para pedagang di pasar tradisional Pasar Atjeh, yang memang ada kekhawatiran jika hotel dan mal dibangun di samping masjid ini akan berdampak luas terhadap usaha mereka," kata anggota KPMRB Adli Abdullah.
    Selain kain putih untuk menggalang tandatangan warga juga terpampang puluhan spanduk berukuran 1x2 meter yang dipasang di dinding pagar Masjid Raya Baiturrahman. Spanduk itu berisi penolakan rencana pembangunan hotel dan mal di samping masjid tersebut.
    Sekjen Himpunan Ulama Dayah Aceh (HUDA) Tgk Faisal Ali menyatakan pihaknya bukan menentang pembangunan hotel dan mal di Aceh, tapi yang disesalkan kenapa harus di samping masjid Raya Baiturrahman.
    "Kami tidak menolak investasi masuk ke Aceh, tapi tidak pada tempatnya jika hotel dan mal berdiri didekat masjid, sebab secara otomatis akan mengganggu aktivitas masyarakat muslim menunaikan ibadah," jelasnya.
    Sehari sebelumnya elemen mahasiswa sudah menyuarakan penolakan pembangunan hotel dan mal di dekat masjid Baiturrahman. Puluhan orang mahasiswa IAIN Ar Raniry Banda Aceh berunjuk rasa di gedung DPRK dan balai kota menolak pembangunan hotel di depan Masjid Raya Baiturrahman, Kamis (12/1/2012). Dalam aksi itu mahasiswa mengusung spanduk bertuliskan "Mahasiswa IAIN menolak pembangunan Best Westren Hotel", serta "Pembangunan hotel mencoreng syariat Islam", dan beberapa tulisan lainnya.
    Presiden Mahasiswa IAIN Ar Raniry Fakhrul Radhi dalam orasinya di DPRK Banda Aceh mengatakan tidak selayaknya hotel dibangun di depan Masjid Raya Baiturrahman. "Jika hotel tersebut dibangun, sama saja memberi peluang terjadinya kemaksiatan. Sungguh ironis jika kemaksiatan itu terjadi di dekat sebuah masjid yang memiliki nilai historis bagi rakyat Aceh," ujarnya.
    Apalagi, kata dia, Pemerintah Kota Banda Aceh sepertinya tidak mampu memberantas kemaksiatan yang terjadi di sejumlah hotel di ibu kota Provinsi Aceh. "Kalau hotel ini tetap dibangun, siapa yang berani menjamin di tempat itu tidak terjadi kemaksiatan. Tidak seorang pun. Dan ini akan mencoreng syariat Islam di Kota Banda Aceh," katanya.
    Belum Ada Izin IMB untuk Hotel dan Mal di Samping Masjid Baiturrahman
    Sementara itu pihak Kepala Seksi Pelayanan Informasi dan Pengaduan Kantor Pelayanan Terpadu Satu Pintu (KPTSP) Kota Banda Aceh, Ahmad Putera, di Banda Aceh, menyatakan sampai saat ini, pihaknya belum menerima permohonan untuk rencana pembangunan hotel tersebut.
    Ahmad menjelaskan proses penerbitan IMB untuk jenis usaha hotel itu tidak mudah. Hal tersebut belum tentu dapat diterbitkan jika kajian instansi teknisnya ternyata menunjukkan bangunan hotel tersebut tidak layak.
    "Kalau aturannya di KPTSP, proses penerbitan IMB itu waktunya 14 hari. Namun, hal itu tidak mutlak untuk dikeluarkan,'' katanya. ''Karena jika instansi teknis tidak merekomendasikan, maka izinnya juga tidak dapat dikeluarkan.''
    Instansi teknis yang akan melakukan kajian aspek teknis terkait dengan pendirian hotel tersebut yakni Dinas Pekerjaan Umum. Mereka akan melakukan kajian mengenai struktur, daya dukung tanah, dan bestek bangunan.
    Sementara itu, Dinas Perhubungan akan melakukan kajian dampak lalulintas dan perparkiran. Dinas Kebersihan dan Pertamanan juga akan mengkaji mengenai apakah bangunan hotel tersebut merusak estetika dan keindahan kota. ''Jadi, semua hal akan dikaji dan hasil kajian teknis tersebut akan menjadi pertimbangan utama KPTSP untuk menerbitkan IMB,'' ujar Ahmad.
    Semoga pemerintah benar-benar memperhatikan aspirasi umat Islam Aceh. Dari kejadian di atas juga bisa diambil pelajaran sudah semestinya pembangunan seperti mal maupun hotel tidak berada di dekat masjid yang dapat mengganggu kekhusyu’an umat Islam dalam beribadah dan menutup syi’ar Islam. (widad/dbs)
  • Meski Diteror Kaum Salibis, Tomy Berlian Teguh Masuk Islam

    Posted: Sun, 15 Jan 2012 17:57:12 PST

    AMBON, MALUKU  - Di tengah kondisi Ambon yang kerap dilanda konflik agama antaraIslam dan Kristen, ternyata tidak menyurutkan langkah Tomy Berlian Sampulawa (28 tahun) untuk memeluk Islam.

    Tomy yang sebelumnya beragama Nasrani sebenarnya telah memiliki keinginan untuk masuk Islam sejak tahun 1997 namun keinginanya tersebut dihalangi oleh ibunya.

    Ayah Tomy yang bernama Dahlan sebelumnya adalah seorang Muslim yang kemudian murtad setelah dipaksa menikah dengan ibu Tomy yang beragama kristen. Dahlan sendiri sudah meninggal dalam keadaan sebagai pemeluk Nasrani.

    Sebelum Tomy, kakaknya Siti Rahmah, juga telah masuk Islam terlebih dahulu sekitar sepuluh tahun yang lalu.

    Keinginan Tomy untuk masuk Islam sudah sejak lama disampaikan kepada Pamannya yang bernama Zainudin yang bermukim di desa Batu merah Ambon. Dan sejak Tomy memiliki niat untuk memeluk agama Islam ia tidak lagi pernah pergi ke gereja untuk mengikuti kebaktian. Tomy pun lebih banyak bergaul dengan orang-orang Islam terutama yang masih memiliki hubungan keluarga dengan dirinya.

    Perubahan sikap Tomy yang tidak lagi mau pergi ke gereja dan bahkan juga tidak mau mengikuti perayaan Natal membuat teman-temannya yang beragama Nasrani mulai mencurigai Tomy kalau ia telah menjadi Muslim

    Kecurigaan para salibis tersebut juga karena mereka mengetahui ayah Tomy sebelumnya adalah seorang muslim dan kakak Tomy telah menjadi Muslim.
    ..Sejak ada indikasi bahwa Tomy akan masuk Islam maka teman-teman Tomy yang nasrani mulai berubah sikap dan bahkan memusuhi..
    Sejak ada indikasi bahwa Tomy akan masuk Islam maka teman-teman Tomy yang nasrani mulai berubah sikap dan bahkan memusuhi. Menurut Tomy, seperti yang disampaikannya kepada voa islam, beberapa kali ia mengalami teror dan percobaan pengeroyokan oleh massa Kristen.

    Diantara upaya teror dan pengeroyokan tersebut adalah ketika ia sedang membeli materai di sebuah toko di jalan Said Parintah tiba-tiba ada beberapa orang Kristen yang meneriakinya pencuri. Provokasi ini bertujuan untuk mengundang massa agar melakukan pengeroyokan terhadap Tomy. Beruntung Tomy dengan cepat memacu kendaraannya menyelamatkan diri dari upaya pengeroyokkan tersebut dan membatalkan niatnya untuk membeli materai.

    Di lain waktu ketika Tomy melintas di daerah Nasrani ia diteriaki oleh beberapa orang dengan memanggilnya "Yudas".

    Ketika terjadi kerusuhan pada tanggal 11 September 2011 lalu upaya untuk mencelakai Tomy kembali dilakukan oleh para salibis.
    Ketika Tomy melintas di daerah Paradais (wilayah Kristen) beberapa orang meneriakinya "itu Acang" (Acang adalah sebutan untuk orang Muslim Ambon yang berasal dari kata/nama Hasan-Red).
    Tujuan dari teriakan ini adalah sebagai provokasi agar masyarakat Kristen mencegat dan mencelakai Tomy.

    Perlu diketahui bahwa ketika terjadi konflik atau kerusuhan antara umat Islam dan Kristen di Ambon maka secara otomatis wilayah kedua komunistas agama tersebut akan terpisah sehingga tidak ada interaksi antara kedua belah pihak.

    Alhamdulillah, meski teror dan ancaman terhadap dirinya berulang kali terjadi, niat Tomy untuk masuk Islam tetap bulat dan tidak tergoyahkan.
    ..Alhamdulillah, meski teror dan ancaman terhadap dirinya berulang kali terjadi, niat Tomy untuk masuk Islam tetap bulat dan tidak tergoyahkan..
    Maka pada hari Jum'at 13 Januari 2012 pukul 13.30 WIT paman Tomy yang bernama Zainudin menghubungu voa islam agar bersedia membimbing Tomy mengucapkan 2 Kalimat Syahadat sebagai pernyataan masuk Islam. Zainudin juga meminta kesedian voa islam untuk membimbingnya mengajarkan Islam kepada Tomy setalah masuk Islam nantinya.

    Akhirnya bertempat di rumah bibi dari Tomy yang bernama Nurlela di perumahan BTN Manusela desa Batu Merah, pada hari Jum'at 13 Januari 2012 pukul 17.45 WIT dengan bimbingan voa islam, Tomy mengikrarkan dua kalimat syahadat sebagai tanda ia telah masuk Islam.

    Pada kesempatan tersebut Tomy juga mengganti namanya menjadi Taufiqurrahman Sampulawa dan berniat untuk dikhitan.

    Untuk menghindari ancaman dan teror terhadap Taufiqurrahman  dari para salibis maka  Zainudin berinisiatif untuk mengajak Taufiqurrahman tinggal di rumahnya di daerah STAIN Batu Merah. Hal tersebut juga untuk memudahkan pembimbingan dan pengajaran tentang Islam kepada Taufiqurrahman.

    Dalam perbincangan Taufiqurrahman dengan voa islam sesaat setelah ikrar dua kalimat syahadat ia mengatakan bahwa yang menyebabkan ia tertarik  masuk Islam adalah ia melihat ajaran Islam yang mengajarkan adab sopan santun dan kebersihan. Yang mana hal tersebut tidak ia jumpai dalam ajaran Kristen yang selama ini ia anut.

    Keislaman Tomy disambut gembira oleh keluarga besar dari ayahnya yang Muslim. Sesaat setelah keislamannya beberapa keluarga besarnya menghubungi Tomy lewat ponsel memberikan ucapan selamat.

    Mudah-mudahan Keislaman Taufiqurrahman dikuatkan oleh Allah Subhanahu Wata'ala serta diberi kemudahan dalam mempelajari dan memahami Islam...Amiin. (AF)
  • Populasi Pemukim Yahudi Israel Naik 4,3 Persen pada Tahun 2011 di Tepi Barat

    Posted: Sun, 15 Jan 2012 17:55:40 PST


    Jumlah pemukim Israel yang tinggal di Tepi Barat pada akhir tahun 2011 naik menjadi 4,3 persen dibandingkan dengan tahun sebelumnya, mencapai 342.414, seorang anggota parlemen Israel mengatakan dalam sebuah pernyataan hari Minggu kemarin (15/1).
    Mengutip data resmi yang diperoleh dari Kementerian Dalam Negeri Israel, Yaakov Katz dari sayap kanan Partai Nasional mengatakan sekarang ada lebih dari 700.000 warga Israel tinggal di daerah yang diduduki oleh Israel pada tahun 1967, termasuk Yerusalem Timur dan Dataran Tinggi Golan.
    Katz mengatakan sekitar 300.000 orang Yahudi kini tinggal di Yerusalem Timur, bersama dengan 20.000 lainnya di Golan, keduanya di luar apa yang disebut Garis Hijau, garis gencatan senjata yang disepakati setelah Perang Arab-Israel 1948.
    60.000 Yahudi Israel lainnya belajar di lembaga-lembaga di pemukiman Tepi Barat, yang berarti saat ini ada 720.000 orang Yahudi tinggal di luar Garis Hijau," kata Katz.
    Katz mengatakan kenaikan 4,3 persen di Tepi Barat sangat rendah dibandingkan dengan tahun 2009, ketika jumlah pemukim yahudi melompat dengan tujuh persen dari tahun sebelumnya.
    Ia juga menunjukkan bahwa pertumbuhan terjadi terutama di daerah di mana lahan dimiliki oleh dewan daerah, bukan di "blok permukiman" dan kota-kota atau dewan lokal, di mana Departemen Pertahanan harus menyetujui setiap konstruksi baru di sana.(fq/afp)

Laknatullah,.Capres AS Rick Perry Bela Marinir AS yang Kencingi Mayat Pejuang Taliban

Posted: Sun, 15 Jan 2012 17:54:26 PST

Calon presiden AS dari Partai Republik, Rick Perry, mengatakan insiden Marinir AS yang mengencingi mayat pejuang Taliban di Afghanistan hanya sebuah contoh dari kenakalan anak-anak.
"Jelas anak-anak berusia 18 hingga19 tahun terlalu sering membuat kesalahan bodoh dan itulah apa yang terjadi di sini," ujar Perry dalam sebuah wawancara dengan CNN pada hari Minggu kemarin (15/1).
Gubernur Texas itu juga menuduh pemerintahan Presiden AS Barack Obama terlalu lebay dalam beretprika dan sehingga menghina militer dalam kecamannya terhadap insiden tersebut.
"Anak-anak membuat kesalahan, tidak ada keraguan tentang hal itu. Mereka seharusnya tidak melakukannya, itu buruk - tetapi untuk menyebutnya sebagai tindakan kriminal, saya pikir hal tersebut terlalu jauh," tambah Perry.
Rekaman, yang telah diposting di situs berbagi video, YouTube, serta situs-situs lain pada Rabu pekan lalu, menunjukkan empat anggota Korps Marinir AS membuat lelucon cabul, saat mengincingi jasad tiga pejuang Taliban.
Insiden ini juga membangkitkan sentimen anti-AS di Afghanistan setelah lebih dari satu dekade perang di negara tersebut.(fq/prtv)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar