flash vortex

Kamis, 14 April 2011

MAU tapi TAK MAU [berusaha]



Adakah jalan taqwa itu manis? Nyaman? Tentram? Santai?

Adakah jalan menuju jannah itu mudah? Bebas? Semaunya?

Jika BENAR surga itu MURAH dan MUDAH, mengapa Rasulullah tak berhenti meski siksaan datang bertubi? Mengapa keluarga Yasir tak mengakui saja sekutu Allah? Mengapa Bilal bin Rabah al-Habsyi tidak kafir dari keimanannya saja? Mengapa Mush'ab bin Umair meninggalkan harta, tahta, dan kejayaannya? MENGAPA?

Yap, jawabannya : karna surga itu MAHAL !! ^___^



Kok MAHAL? Allah kan Maha Pemurah, Maha Pengasih, Tak ada ZAT yang melebihi KEMURAHAN ALLAH dalam memberikan kasih sayang dan rahmat. TAK ADA! Lalu mengapa surga itu MAHAL? ^_^

Ya surga itu MAHAL, karena menjalankan perintah Allah dan menjauhi laranganNYA adalah sulit.



Definisi TAQWA mungkin sering kita dengar, bahkan dah hafal kalee dari jaman jebot (sama hafalnya kita dengan lirik lagunya Justin Bieber, ato SM*SH hehe). Tapi apakah aplikasi dari taqwa itu semudah hafalan kita atas definisinya? ^__^ Kira-kira kalo seorang remaja ato anak kuliahan lah, rajin datang ke masjid ikut kajian, menjaga pandangannya (bukan nunduk mulu loh, ntar salah urat dah tuh leher :D), menjaga interaksinya dengan lawan jenis, punya komitmen tegas untuk gak berpacaran, sering memberikan nasehat sama teman-temannya, sering mengajak mereka ikut kajian untuk lebih memahami islam, APA TANGGAPAN KEBANYAKAN DARI KITA?



'Alaah, sok alim lo bro..''

''Hare gene gak pacaran?? Cepet mati lo sob!''

''Gak nyontek? Gak cerdas posisi dah ah..!'

''Dateng kajian yak?? Entar dah, CS-nya nanggung neh''

' Ngapa nunduk mulu gan? jidat lo panuan?'



Wah, inikah yang sering kita ucapkan? atau paling tidak yang sering kita dengar?

Kalo begini jawaban kita, jelas surga itu mahal. MAHAL BANGAT! bagaimana tidak? bahkan telinga kita udah kita gembok pake kunci tujuh lapis sebelum mendengarkan taushiyah berharga dari teman kita. Bahkan kita sudah mereeeeeem dari kebenaran yang akan disampaikan oleh saudara kita. Bahkan kita begitu susah menggerakkan tangan dan kaki kita untuk mendekat pada Allah. Bahkan hati kita beku jika disiram dengan guyuran ayat-ayat Alqur'an, enggan membuka, membaca, menghafal, apalagi mengamalkan. Bahkan kita tak bergeming untuk meningkatkan pengetahuan kita tentang apa-apa yang Pencipta kita sukai dan apa yang tidak disukai, mana yang boleh dijalankan mana yang sama sekali tak boleh dipegang. Atau mungkin kita TELAH TAU BEGITU BANYAK tau+hapal ajaran islam namun tak terfikir untuk mengerjakan dan menyampaikan?



Siapa yang tak ingin masuk surga? Adakah orang waras di muka bumi ini yang tak ingin masuk surga? Well, cuma orang-orang dengan akal yang terlepas dari kesadaran aja yg gak mau masuk surga. Coba tanyain bocah umur lima tahun, "dek, mau surga atau neraka?' jawabannya surga. Coba tanyain sama remaja yang lagi mojok dempel-dempelan ma pacarnya, 'Mbak, mas,, mau masuk surga atau neraka?', jawabannya surga. Coba deketin pejabat yang gemar korup dan mendzalimi rakyatnya, "Pak kira2 dengan semua hasil korupsi yg sudah bapak timbun, bapak pengennya masuk surga atau neraka?' Bego kalo dia jawab neraka, pasti jawabannya surga. :D



Tapi, apakah Allah akan serta merta ngasi surga dengan berkata..

'Wahai fulanah, meski kamu tidak berkerudung dan berjilbab, meski kamu lalai terhadap perintahku di Quran surah Al Ahzab 59 dan Annur 31, kamu tetap akan masuk surga!'

"Wahai fulan bin fulan, meski kamu tuh gak pernah shalat, surga itu jaminan kok buat kamu.."

"Wahai fulan dan fulanah, meski kalian berpacaran, berzina, pernah aborsi, tenang aja, surga itu pasti milik kalian kok"

"Wahai preman kamfung Cainis (kampung Cina yah bacanya :D), meski doyan miras merk oplosan, tapi surga itu hak kamu tentunya..'



Adakah Allah akan memberikan surga tanpa melihat amalan kita, baik buruknya, benar salahnya? Adakah? Mungkinkah?

Tidak. Jangan mengatasnamakan KEMURAHAN Allah maka kita bebas berjalan dan berbuat tanpa dikendalikan oleh rambu2. Jangan mengatasnamakan KEBAIKAN Allah lalu kita merasa tak perlu berusaha sekuat hati, jiwa, raga untuk memahami ilmunya dan menjalankan perintahNYA. JANGAN. JANGAN PERNAH.



*Terus, jika kita berbuat sesuatu yang salah, kita sadar itu salah, kita paham itu salah, tapi kita toh tetep menjalankannya, Apa masih pantas kita mengharapkan syurgaNYA ALLAH?



Astaghfirullahadzimi, astaghfirullahaladzimi..

Rabbighfirliy, Rabbighfirliy...



*Siapakah kita ini sebenarnya, hamba atau PENCIPTA? Manusia apa Tuhan? Mengapa begitu sombongnya kita dengan begitu mudah lalai dan melupakan perintah-perintah Allah.... T_T

Tamparan di KESADARAN dan KEDIRIANKU !!



Berpeluh, akhirnya berhenti

Tersakiti, akhirnya membatu

Merana, akhirnya enggan

Tersedu, akhirnya pergi

Tersayat, lalu memilih MATI!!


Inikah persembahan yang di awalnya kau ucap akan kau beri sepenuh hati di jalan ILLAHI??

Inikah sebongkah cinta tak bertepi yang kau azzam akan kau ukir segarang api???

Inikah pembuktian dari sebuah kesadaran yang kau pikir telah tertancap di hati???

Yang seperti inikah???


Sedikit terluka karena satu dua cacian maka kau merasa Merapi telah mengungkung kepalamu. Sedikit lelah karena agenda menyeret badanmu kesana kemari, kau telah merasa seperti akan mati. Sedikit mengeluarkan harta dan waktu karena acara telah menanti, kau berfikir bahwa jalan ini tak mungkin bisa dilalui…


Heiii….tidak ada masa di mana mulut kita bebas dari penyampaian kata sarat kalam Sang Pemilik Hati, tidak ada detik di mana tangan kita terlepas dari kewajiban menoreh kalimat penggugah fikir, tak ada waktu di mana badan kita boleh berleha sementara urusan ini (dakwah) masih jauh dari titik kulminasi…


Aina anta ya ukhti, ya akhi fillahi? Aina anta…?!!

Jangan pergi dari jalan ini kecuali MAUT yang menghampiri!!!!


~Tamparan untuk kesadaran yang sudah tumbuh di diri, namun terkadang mengalami gersang dan tertutup oleh kepekatan nurani. ASTAGHFIRULLAHALADZIMI….~

Rabu, 13 April 2011

Indonesia, masih adakah harapan itu ?

Indonesia, masih adakah harapan itu ?

oleh : Dukung Hizbut Tahrir Padangsidempuan pada 30 Desember 2010 jam 13:32



Indonesia di penghujung 2010. Siapapun tidak akan bisa membantah bahwa negeri ini tengah sakit. Sakit yang sangat parah. Apabila dilihat MR (medical record) nya, akan terlihat jejeran nama penyakit yang tengah menggerogoti negeri ini. Daftar panjang yangpasti membuat para dokter ternganga dan puyeng. Bingung mau mengobati penyakit yang mana dulu. Soalnya penyakitnya akut-akut semua dan sudah komplikasi berat.



Coba kita intip MR yang dipegang sang dokter. Disana tertulis :

1. Korupsi yang sudah menjalar ke seluruh bagian tubuh.

2. Hukum yang tidak berjalan dan tidak memberikan keadilan bagi warganya.

3. Kemiskinan yang sudah sampai mengancam jiwa sebagian besar warganya.

4. Hutang yang menumpuk dan mungkin takkan terlunasi.

5. Pendidikan amburadul yang tidak bisa mengentaskan kebodohan.

6. Penjualan aset-aset negara yang seharusnya milik umum kepada individu (kapitalis).

7. Kenaikan hagra-harga yang justru selalu dimulai karena kebijakan pemerintah yg menaikkan harga BBM/PLN dsb.

8. Adanya wakil rakyat yang sudah tidak dipercaya lagi oleh rakyat.

9. Kerusakan moral akibat tdk pernah dibendungnya budaya Barat yang merusak tatanan hidup warga.

10.Munculnya isu terorisme yang tetap kontroversial dipenuhi tanda tanya dan tdk kunjung teratasi.

11.Peningkatan angka kriminalitas yang cukup meresahkan.

dan banyak lagi lainya.



Dengan kondisi yang sedemikian parah, tentu muncul pertanyaan di benak kita semua, masih adakah harapan bagi Indonesia ? Jika kita mendengar ucapan-ucapan dari kalangan pemerintahan, harapan itu masih ada. Dalam arti, semua ini masih bisa disembuhkan. Tapi fakta yang terjadi, dari hari ke hari, dari bulan ke bulan, dari tahun ke tahun, bisa dibilang tidak ada satu point pun dari yg disebut diatas yang keadaannya membaik. Fakta juga memprlihatkan kepada kita semua bahwa yang terjadi justru sebaliknya. Keadaan makin parah. Hampir di seluruh media cetak maupun elektonik dan dunia maya sudah lumrah dijumpai ejekan dan sindiran sindiran atas ketidak becusan pengelola negara utk memperbaiki keadaan. Maka yang benar yang mana sekarang ? Ucapan para pengelola negara atau fakta yang terjadi yg justru bertolak belakang dri yg diucapkan.



Indonesia, masih adakah harapan itu ?

Mari kta coba analisis sendiri. Kita diagnosis penyebab dan peluang kemungkinan kesembuhan semua penyakit kronis diatas.

Satu hal mendasar adalah bahwa negeri ini telah memilih sistem Demokrasi sebagai sistem bernegara. Ini berarti selama sistem ini tdk diubah, maka harapan kita satu-satunya utk menyelamatkan negara ini adalah cuma pada sistem Demokrasi ini. Demokrasi telah memberikan kekuasaan penuh pada rakyat (lewat wakilnya di parlemen) utk membuat regulasi-regulasi yang akan dijalankan pemerintah selaku regulator. Jadi disini telah tertutup kemungkinan bagi pihak manapun selain parlemen utk membuat regulasi. Maka sudah jadi sesuatu yang absolut bahwa jika penyembuhan akan dilakukan, haruslah melalui tangan para wakil rakyat ini. Jadi jika parlemen tdk bisa menelorkan regulasi yg tepat, maka tertutuplah sudah kemungkinan penyembuhan yang dimaksud.It's over. Sebaik apapun para pengelola negara, eksekutif, regulator, tdk akan mampu berbuat banyak jika regulasi yg dimandatkan pada mereka bukanlah regulasi yang tepat utk mengatasi masalah. Eksekutif ini ibarat perawat yang tugasnya cuma memberikan pada pasien obat yang diberikan oleh dokter. Setelaten apapun perawat ini, jika obatnya tidak cocok, mustahil si pasien bisa disembuhkn.



Maka fokus kita kini haruslah tertuju ke parlemen. Baik buruknya masa depan negeri ini terlihat sudah dengan jelas berada sepenuhnya ditangan wakil rakyat ini. Mampukah mereka memperbaiki keadaan ini ?

Walau fakta saat ini bahwa sebagian besar rakyat sudah tidak begitu mempercayai para wakil mereka ini, tapi marilah kita memegang teguh azas praduga tidak bersalah. Kita coba fair melihat dengan analisis sebaik mungkin apakah memang para wakil ini mampu atau tidak, tanpa dipengaruhi fakta-fakta yg sangat mengecutkan hati saat ini.

Dengan sistem Demokrasi murni, para wakil ini haruslah orang yang telah dipilih oleh rakyat. Dengan sendirinya siapapun yg tdk terpilih olh rakyat, tidak berhak mewakili suara rakyat. Proses pemilihan dilakukan dengan terbuka dan bebas. namun apakah itu berarti yang terpilih adalah yang terbaik ? Tunggu dulu. Setiap oknum calon wakil rakyat ini ternyata haruslah dicalonkan oleh Partai Politik yg ikut bertarung resmi dalam Pemilu. Disini terlihatlah betapa dominannya pengaruh partai politik dalam menentukan siapa yang akan nantinya disodorkan kepada rakyat utk dipilih. Maka gugurlah kemungkinan siapapun bisa mencalonkan diri. Tapi itu kan bukan berarti calon berkualitas tdk bisa ikut pemilihan ? Benar. Hanya saja satu yang pasti, partai politik itu tujuannya kekuasaan. Dan sudah bukti tak terbantahkan bahwa semua partai politik yg ada sekarang sudah tdk bisa dibedakan lagi visi-misinya. Nasionalis dan religius sudah tdk ada bedanya lagi. Kemudian, disebabkan motivasinya hanya kekuasaan, maka penilaian pertama yg mereka berikan utk menentukan siapa calon mereka, haruslah orng yang bisa meraih suara sebanyak-banyaknya. Hingga mampu mengantarkan sebanyak mungkin calon mereka di parlemen. Ini nantinya akan berarti merekalah yang memegang kekuasaan, karena kader merekalah yang nantinya terbanyak jadi pejabat tinggi negara. Persoalan kualitas jadi mulai kabur. Penilaian kedua adalah si calon haruslah orang yg sanggup membiayai kampanenya sendiri. Persoalan kualitas makin tidak jelas.



Dengan adanya ketentuan tidak tertulis dari partai ini, maka kemungkinan mereka yang lolos jadi calon hanyalah mereka yang punya modal, mengingat biaya kampanye dengan luas wilayah pemilihan yang begitu besar tentunya tidak sedikit. Para pemilik modal kuat ini hanya ada dua unsur. Pengusaha ataupun mantan penguasa. Diluar itu, mungkin cuma para pimpinan partai politik itu sendiri. Ini adalah sesuatu yang tidak bisa tidak. Sesuatu yang pasti terjadi.

Sudah bukan rahasia lagi bahwa biaya kampanye para calon ini ternyata sangat luar biasa jumlahnya. Ini sebuah fakta karena banyak pengakuan dari mereka yg ternyata tdk lolos terpilih. Bahkan ada yang mengaku, utk bis jadi calon dari satu partai, oknum tersebut harus sanggup menyetor sejumlah uang yg dibanter dengan dukungan dari partai. Jika kita melihat jumlah uang yg mereka keluarkan, kta tentunya terheran-heran. Ternyata jumlahnya jauh melebihi apa yang mereka terima nantinya selama pengabdian mereka 5 tahun. Pertanyaan berikut tak pelak akan muncul : untuk apa mereka rela rugi demi jabatan wakil rakyat itu ?

Disinilah permasalahan pokok para wakil rakyat ini. Mereka itu bukanlah orang-orang bodoh. Mereka itu bukanlah orang-orang dermawan yang didadanya hanya pengabdian dengan mengharap ridha Allah semata. Ini kemudian terbukti dari tingkah polah mereka setelah jadi wakil rakyat. Kecenderungan yang terlihat, ternyata sangat alamiah. Konsentrasi mereka pertama adalah bagaimana dengan secepatnya bisa mengembalikan modal kampanye, kemudian bagaimana utk bisa mendapatkan income yang menunjang hidupnya sebagai warga terhormat,dn terakhir mengumpulkan modal untuk kampanye pada periode pemilihan berikutnya.

Inilah yang membuat tingkah para wakil rakyat ini jadi konyol dimata rakyat. Mereka mengeluarkan regulasi-regulasi kontroversial yang justru tdk membela kepentingan yang mereka wakili, rakyat. Mereka juga selalu sibuk mengusahakan perbaikan pendapatan maupun fasilitas dan mereka tdk konsern pada tugas-tugas yang telihat jelas dari kemangkiran luar biasa mereka utk hanya menghadiri sidang. Statement-statemnet mereka juga sangat sering justru menyakiti hati rakyat yang mereka wakili. Belum lagi aktivitas politik sirkus mereka di parlemen demi semakin menanamkan kekuasaan mereka pada pemerintahan. Dagang-dagangan antara parlemen dngan pemerintah jadi dagelan yang tdk lucu namun tanpa malu-malu dipertontonkan. Semakin jago akrobatik yg mereka lakukan, semakin sumringah wajah mereka tatkala diwawancarai di media. Bagi mereka itulah puncak kesuksesan. Kepentingan rakyat ? Ke laut aja deh.....

Inilah kondisi mereka yang jadi harapan terakhir bangsa ini. Maka Indonesia, ternyata harapan itu tidak ada lagi. Mustahil parlemen yang isinya manusia-manusia beginian bisa diharapkan memikirkan masa depan bangsa. Yang ada dalam benak mereka hanyalah masa depan pribadi mereka saja. Atau paling maksimal, mereka masih memikirkan masa depan partainya. Lalu darimanakah harapan itu akan datang ?

Banyak suara yang masih optimis, dengan menyuarakan retorika-retorika yang tidak membumi, bahwa ini masih bisa diperbaiki. Sistem masih bisa diperbaiki.Pertanyaannya, bagaimana cara memperbaiki itu ? Sistem pemilu diganti ! Semua wakil rakyat yg tdk beres itu diganti ! Caranya ? Caranya ? Caranya ? Bukankah sistem pemilu hanya bisa brubah jika parlemen mau mengubahnya ? Apakah mereka mau mengubah sesuatu yang sudah menyamankan mereka ? Semua wakil rakyat diganti ! Diganti dengan siapa ? Bukankah walaupun wakil rakyat yg ada sekarang ini tdk dipilih lagi, toh calon yang harus kita pilih, tetap yg menentukan partai politik nantinya ? Jika pola pilih partai politik pada calonnya tetap sperti saat ini, bukankah itu berarti seluruh calon yg bakal diajukan nantinya tetaplah "visi-misinya" sama dengan yang ada sekarang ini ? Ganti peraturan yang memungkinkan seseorang mencalonkan diri tanpa lewat partai ! Hal ini tdk mudah karena peraturan begini belum tentu diloloskan parlemen, karena merugikan partai. Jikapun terloloskan karena desakan massa, tetap calon ini terganjal masalah biaya kampanye yang luar biasa. Sudah jadi semacam aksioma bahwa seorang yang lurus jujr itu tdk mungkin memiliki kekayaan/modal yang berlimpah. Jikalaupun ada, belum tentu yang bersangkutan mau menghamburkannya hanya utk jadi wakil rakyat yang jujur, yg berarti dia akan mengalami kerugian finansial yang luar biasa. Kita benahi sistem pemilu sehingga para calon tdk perlu mengeluarkn biaya kampanye ! Dengan luas wilayah pemilihan, mustahil seorang calon itu dikenal pemilih jika tdk mengeluarkan baiya utk kampanye. Dan ini mustahil sedikit karena adanya persaingan dan adanya makelar suara. Ada lagi alternatif lain ? halo...?



Ini masih melihat dari perilaku para wakil rakyat ini. Belum lagi jika kita lihat kendala besar, sekiranya wakil rakyat ini sdikit jujur. Kendala itu adalah sistem kapitalis yang dianut negeri ini. Karena ini sistem yg dianut, maka para wakil rakyat ini mau tidak mau harus menelurkan regulasi-regulasi yang sesuai dengan kepentingan kapitalis. Makanya tidak heran ketika beberapa waktu yang lalu ada wakil rakyat yang berucap subsidi itu tidak haram. Namun bagaimana dia/mereka akan mempertahankan subsidi jika sistem yang dianut adalah kapitalis yang justru sangat mengharamkan subsidi ?



Walhasil, Indonesia, dimanakah lagi harapan itu ?

Wallahu a'lam.

Untuk saudari-saudariku fillah..


Kawan,

Apa sebenarnya alasanmu menutup aurat?

Jika ternyata kain kerudung yang engkau pakai sangat tipis.

Hingga tampaklah sebagian rambutmu.



Kawan,

Apa tujuanmu menutup aurat?

Jika ternyata baju yang engkau kenakan sangat ketat.

Hingga terlihat semua lekuk tubuhmu.


Kawan,

Apa motivasimu menutup aurat?

Jika ternyata begitu mudahnya engkau melepas kerudung saat keluar rumah.

Hingga auratmu pun dinikmati banyak orang.



Allah tidak hanya ada di kampus, di masjid, atau di pengajian-pengajian saja. Allah ada di manapun kita berada. Allah melihat semua aktifitas kita. Bahkan setangkai daun yang jatuh dari pohonnya di hutan belantara pun tak lepas dari pengawasan Allah. Lalu bagaimana mungkin, Allah tak melihatmu? Ketika kau memutuskan untuk menutup aurat, pahala menghampirimu. Namun, suatu ketika kau melepas kerudungmu di hadapan bukan mahram. Maka dosa menggantikan pahala yang baru saja engkau dapatkan. Betapa meruginya engkau kawan!



Dan untuk kawanku yang belum menutup aurat. Apa sebenarnya yang menghalangimu untuk menjalankan kewajiban muslimah tersebut? Padahal Allah tak pernah menunda memberikan nikmatnya padamu. Nikmat rizki, nikmat kesehatan, nikmat usia, dan jutaan nikmat lainnya. Tidakkah kau berpikir, bahwa Allah memberikan semua itu tidak gratis. Allah tidak mengharap balasan apapun darimu, karena Dia tahu bahwa manusia itu fakir. Allah hanya meminta satu dari kita, yaitu kita beribadah pada-Nya.



“Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka beribadah kepada-Ku.” (Q.S Adz-Dzariyat: 56)



Wujud ibadah kita kepada Allah, bukan hanya shalat, puasa, zakat saja, melainkan melaksanakan seluruh perintah-Nya dan menjauhi setiap larangan-Nya. Termasuk dalam hal ini adalah perintah untuk menutup aurat secara sempurna bagi muslimah, dengan jilbab dan kerudung. Sebagaimana firman-Nya:



“… Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka …” (QS. Al Ahzab: 59)



“… Dan hendaklah mereka menutupkan kain kerudung ke dadanya …” (QS. An Nur: 31)



Kawan, hidup kita ini terlalu singkat jika hanya kita gunakan untuk menunda-nunda menjalankan kewajiban.



“Siapa yang menjamin anda hidup sampai dzuhur, jika Allah menakdirkanmu mati sekarang?” (Abdul Malik ibnu Umar ibnu Abdul Azis)



Kawan, aku tak ingin Allah mengambilmu dalam keadaan belum melaksanakan kewajiban. Atau saat engkau melakukan dosa karena meninggalkan kewajiban. Maka kumohon kawan, kapan pun dan di mana pun, selalu hadirkan Allah di sampingmu. Hadirkan Allah sebagai pengawasmu. Agar ketika setan menghampirimu untuk mengajakmu berbuat maksiat, kau bisa katakan padanya bahwa “Ada Allah di sampingku.”






Dari Jingga : Teruntuk saudari-saudariku, mungkin aku tak sanggup jika selalu menegurmu secara langsung terus menerus, tulisan-tulisan ini merupakan caraku untuk mengingatkanmu, sebagai bukti bahwa aku begitu sayang padamu dan tak rela jika kau tetap melalaikan kewajiban menutup aurat dengan sempurna. Afwan jiddan, Semoga Allah memudahkanmu menjalankan perintahNYA.. aamiin

RENUNGAN KEHIDUPAN

Setelah sholat malam…, ditengah keheningan malam…coba diri ini merenung…tentang :



1.Kepala kita! Apakah ia sudah kita tundukkan, rukukkan dan sujudkan dengan segenap kepasrahan seorang hamba yang tiada daya di hadapan Allah Yang Maha Perkasa, atau ia tetap tengadah dengan segenap keangkuhan, kecongkakan dan kesombongan seorang manusia?


2. Mata kita! Apakah ia sudah kita gunakan untuk menatap keindahan dan keagungan ciptaan-ciptaan Allah Yang Maha Kuasa, atau kita gunakan untuk melihat segala pemandangan dan kemaksiatan yang dilarang?

3. Telinga Kita! Apakah ia sudah kita gunakan untuk mendengarkan suara adzan, bacaan Al Qur’an, seruan kebaikan, atau kita gunakan utk mendengarkan suara-suara yang sia-sia tiada bermakna?


4. Hidung Kita! Apakah sudah kita gunakan untuk mencium sajadah yang terhampar di tempat sholat, mencium anak-anak tercinta serta mencium kepala anak-anak yatim piatu yang sangat kehilangan kedua orangtuanya dan sangat mendambakan cinta bunda dan ayahnya?


5. Mulut kita! Apakah sudah kita gunakan untuk mengatakan kebenaran dan kebaikan, nasehat-nasehat bermanfaat serta kata-kata bermakna atau kita gunakan untuk mengatakan kata-kata tak berguna dan berbisa, mengeluarkan tahafaul lisan alias penyakit lisan seperti: bergibah, memfitnah, mengadu domba, berdusta bahkan menyakiti hati sesama?


6. Tangan Kita! Apakah sudah kita gunakan utk bersedekah kepada dhuafa, membantu sesama yang kena musibah, membantu sesama yang butuh bantuan, mencipta karya yang berguna bagi ummat atau kita gunakan untuk mencuri, korupsi, menzalimi orang lain serta merampas hak-hak serta harta orang yang tak berdaya?


7. Kaki Kita! Apakah sudah kita gunakan untuk melangkah ke tempat ibadah, ke tempat menuntut ilmu bermanfaat, ke tempat-tempat pengajian yang kian mendekatkan perasaan kepada Allah Yang Maha Penyayang atau kita gunakan untuk melangkah ke tempat maksiat dan kejahatan?

8. Dada Kita! Apakah didalamnya tersimpan perasaan yang lapang, sabar, tawakal dan keikhlasan serta perasaan selalu bersyukur kepada Allah Yang Maha Bijaksana, atau di dalamnya tertanam ladang jiwa yang tumbuh subur daun-daun takabur, biji-biji bakhil, benih iri hati dan dengki serta pepohonan berbuah riya?

9. Perut kita! Apakah didalamnya diisi oleh makanan halal dan makanan yang diperoleh dengan cara yang halal sehingga semua terasa nikmat dan barokah. Atau didalamnya diisi oleh makanan yang diperoleh dengan cara yang tidak halal, dengan segala ketamakan dan kerakusan kita?


10. Diri kita! Apakah kita sering tafakur, tadabur, dan selalu bersyukur atas karunia yang kita terima dari Allah Yang Maha Perkasa?

PUISI : MAAFKAN, AKU...........

Maafkan Aku...

Ya Allah,

Tadi subuh kuhadapkan tubuh dan wajah ini kepada-Mu.

Bacaan demi bacaan terucap dari mulutku.

Namun ternyata ... hati ini tak tertuju kepada-Mu



Ya Allah

Sebelum makan pagi kusebut nama-Mu

Setelahnya pun terucap doa dari mulutku

Namun ternyata ... itu semua hanya ucapan belaka

Sedang hati ini melayang jauh entah ke mana



Ya Allah

Di tengah hari tadi kuberjamaah menghadap-Mu

Doa-doa itu kembali kuulangi dan kubaca

Namun ternyata tak satu persen pun hati ini ingat kepada-Mu

Yang terbayang adalah urusan kantor, rumah, dan pertemanan



Ya Allah

Petang tadi Engkau kembali memanggil-manggil diriku

Kudatangi tempat orang berkumpul tuk menghadap-Mu

Dalam ruku’ dalam sujud lagi-lagi doa itu terucap di luar kepala

Dan ternyata ... hati ini malah merencanakan kegiatan esok pagi



Ya Allah

Kusantap lezat hidangan makan malam itu

Kucoba semua menu hingga perut terasa kenyang

Hingga akupun bersendawa dan kuucap Alhamdulillah

Namun ternyata ... tak bertaut sama sekali hati ini kepada-Mu



Ya Allah

Barulah menjelang kupejamkan mata ini

Aku benar-benar berbicara kepada-Mu

Aku sunggu-sungguh sadar sedang bermohon kepada-Mu

Tidak hanya berupa ucapan, tetapi jauh dari dasar lubuk hati ini



Sudilah kiranya Engkau mengampuniku

Yang telah meremehkan dan menyepelekan-Mu

Yang telah berpura-pura berbicara kepada-Mu

Yang telah berngga ria di hadapan-Mu

Yang terlihat seperti mendekat kepada-Mu

Yang ternyata sungguh masih jauh dari-Mu



Seandainya Engkau tiada Maha Pemurah

Sikapku kepada-Mu sepanjang pagi hingga malam ini

Tentu telah membuat Engkau tidak menyukaiku



Ya Allah

Maafkan aku ...

Jadikanlah Facebook untuk Mengenal Islam

Alhamdulillah wa shalaatu wa salaamu ‘ala Rosulillah wa ‘ala alihi wa shohbihi ajma’in.

Para pembaca yang semoga dirahmati oleh Allah Ta’ala. Belakangan ini di antara kita pernah mendengar mengenai fatwa haramnya Facebook, sebuah layanan pertemanan di dunia maya yang hampir serupa dengan Friendster dan layanan pertemanan lainnya. Banyak yang bingung dalam menyikapi fatwa semacam ini. Namun, bagi orang yang diberi anugerah ilmu oleh Allah tentu tidak akan bingung dalam menyikapi fatwa tersebut.

Dalam tulisan yang singkat ini, dengan izin dan pertolongan Allah kami akan membahas tema yang cukup menarik ini, yang sempat membuat sebagian orang kaget. Tetapi sebelumnya, ada beberapa preface yang akan kami kemukakan.Semoga Allah memudahkannya.

Dua Kaedah yang Mesti Diperhatikan

Saudaraku, yang semoga selalu mendapatkan taufik dan hidayah Allah Ta’ala. Dari hasil penelitian dari Al Qur’an dan As Sunnah, para ulama membuat dua kaedah ushul fiqih berikut ini:

Hukum asal untuk perkara ibadah adalah terlarang dan tidaklah disyari’atkan sampai Allah dan Rasul-Nya mensyari’atkan.

Sebaliknya, hukum asal untuk perkara ‘aadat (non ibadah) adalah dibolehkan dan tidak diharamkan sampai Allah dan Rasul-Nya melarangnya.

Apa yang dimaksud dua kaedah di atas?

Untuk kaedah pertama yaitu hukum asal setiap perkara ibadah adalah terlarang sampai ada dalil yang mensyariatkannya. Sebagaimana yang kita ketahui bahwa ibadah adalah sesuatu yang diperintahkan atau dianjurkan oleh Allah dan Rasul-Nya. Barangsiapa yang memerintahkan atau menganjurkan suatu amalan yang tidak ditunjukkan oleh Al Qur’an dan hadits, maka orang seperti ini berarti telah mengada-ada dalam beragama (baca: berbuat bid’ah). Amalan yang dilakukan oleh orang semacam ini pun tertolak karena Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam telah bersabda,

مَنْ عَمِلَ عَمَلاً لَيْسَ عَلَيْهِ أَمْرُنَا فَهُوَ رَدٌّ

“Barangsiapa melakukan suatu amalan yang bukan ajaran kami, maka amalan tersebut tertolak.” (HR. Muslim no. 1718)

Namun, untuk perkara ‘aadat (non ibadah) seperti makanan, minuman, pakaian, pekerjaan, dan mu’amalat, hukum asalnya adalah diperbolehkan kecuali jika ada dalil yang mengharamkannya. Dalil untuk kaedah kedua ini adalah firman Allah Ta’ala,

هُوَ الَّذِي خَلَقَ لَكُم مَّا فِي الأَرْضِ جَمِيعاً

“Dia-lah Allah, yang menjadikan segala yang ada di bumi untuk kamu”. (QS. Al Baqarah: 29). Maksudnya, adalah Allah menciptakan segala yang ada di muka bumi ini untuk dimanfaatkan. Itu berarti diperbolehkan selama tidak dilarangkan oleh syari’at dan tidak mendatangkan bahaya.

Allah Ta’ala juga berfirman,

قُلْ مَنْ حَرَّمَ زِينَةَ اللّهِ الَّتِيَ أَخْرَجَ لِعِبَادِهِ وَالْطَّيِّبَاتِ مِنَ الرِّزْقِ قُلْ هِي لِلَّذِينَ آمَنُواْ فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا خَالِصَةً يَوْمَ الْقِيَامَةِ كَذَلِكَ نُفَصِّلُ الآيَاتِ لِقَوْمٍ يَعْلَمُونَ

“Katakanlah: “Siapakah yang mengharamkan perhiasan dari Allah yang telah dikeluarkan-Nya untuk hamba-hamba-Nya dan (siapa pulakah yang mengharamkan) rezki yang baik?” Katakanlah: “Semuanya itu (disediakan) bagi orang-orang yang beriman dalam kehidupan dunia, khusus (untuk mereka saja) di hari kiamat .” Demikianlah Kami menjelaskan ayat-ayat itu bagi orang-orang yang mengetahui.” (QS. Al A’raaf: 32). Dalam ayat ini, Allah Ta’ala mengingkari siapa saja yang mengharamkan makanan, minuman, pakaian, dan semacamnya.

Jadi, jika ada yang menanyakan mengenai hukum makanan “tahu”? Apa hukumnya? Maka jawabannya adalah “tahu” itu halal dan diperbolehkan.

Jika ada yang menanyakan lagi mengenai hukum minuman “Coca-cola”? Apa hukumnya? Maka jawabannya juga sama yaitu halal dan diperbolehkan.

Begitu pula jika ada yang menanyakan mengenai jual beli laptop? Apa hukumnya? Jawabannya adalah halal dan diperbolehkan.

Jadi, untuk perkara non ibadah seperti tadi, hukum asalnya adalah halal dan diperbolehkan kecuali ada dalil yang mengharamkannya. Makan bangkai menjadi haram, karena dilarang oleh Allah dan Rasul-Nya. Begitu pula pakaian sutra bagi laki-laki diharamkan karena ada dalil yang menunjukkan demikian. Namun asalnya untuk perkara non ibadah adalah halal dan diperbolehkan.

Oleh karena itu, jika ada yang menanyakan pada kami bagaimana hukum Facebook? Maka kami jawab bahwa hukum asal Facebook adalah sebagaimana handphone, email, website, blog, radio dan alat-alat teknologi lainnya yaitu sama-sama mubah dan diperbolehkan.

Hukum Sarana sama dengan Hukum Tujuan

Perkara mubah (yang dibolehkan) itu ada dua macam. Ada perkara mubah yang dibolehkan dilihat dari dzatnya dan ada pula perkara mubah yang menjadi wasilah (perantara) kepada sesuatu yang diperintahkan atau sesuatu yang dilarang.

Syaikh ‘Abdurrahman bin Nashir As Sa’di –rahimahullah- mengatakan,

“Perkara mubah dibolehkan dan diizinkan oleh syari’at untuk dilakukan. Namun, perkara mubah itu dapat pula mengantarkan kepada hal-hal yang baik maka dia dikelompokkan dalam hal-hal yang diperintahkan. Perkara mubah terkadang pula mengantarkan pada hal yang jelek, maka dia dikelompokkan dalam hal-hal yang dilarang.

Inilah landasan yang harus diketahui setiap muslim bahwa hukum sarana sama dengan hukum tujuan (al wasa-il laha hukmul maqhosid).”

Maksud perkataan beliau di atas:

Apabila perkara mubah tersebut mengantarkan pada kebaikan, maka perkara mubah tersebut diperintahkan, baik dengan perintah yang wajib atau pun yang sunnah. Orang yang melakukan mubah seperti ini akan diberi ganjaran sesuai dengan niatnya.

Misalnya : Tidur adalah suatu hal yang mubah. Namun, jika tidur itu bisa membantu dalam melakukan ketaatan pada Allah atau bisa membantu dalam mencari rizki, maka tidur tersebut menjadi mustahab (dianjurkan/disunnahkan) dan akan diberi ganjaran jika diniatkan untuk mendapatkan ganjaran di sisi Allah.

Begitu pula jika perkara mubah dapat mengantarkan pada sesuatu yang dilarang, maka hukumnya pun menjadi terlarang, baik dengan larangan haram maupun makruh.

Misalnya : Terlarang menjual barang yang sebenarnya mubah namun nantinya akan digunakan untuk maksiat. Seperti menjual anggur untuk dijadikan khomr.

Contoh lainnya adalah makan dan minum dari yang thoyib dan mubah, namun secara berlebihan sampai merusak sistem pencernaan, maka ini sebaiknya ditinggalkan (makruh).

Bersenda gurau atau guyon juga asalnya adalah mubah. Sebagian ulama mengatakan, “Canda itu bagaikan garam untuk makanan. Jika terlalu banyak tidak enak, terlalu sedikit juga tidak enak.” Jadi, jika guyon tersebut sampai melalaikan dari perkara yang wajib seperti shalat atau mengganggu orang lain, maka guyon seperti ini menjadi terlarang.

Oleh karena itu, jika sudah ditetapkan hukum pada tujuan, maka sarana (perantara) menuju tujuan tadi akan memiliki hukum yang sama. Perantara pada sesuatu yang diperintahkan, maka perantara tersebut diperintahkan. Begitu pula perantara pada sesuatu yang dilarang, maka perantara tersebut dilarang pula. Misalnya tujuan tersebut wajib, maka sarana yang mengantarkan kepada yang wajib ini ikut menjadi wajib.

Contohnya : Menunaikan shalat lima waktu adalah sebagai tujuan. Dan berjalan ke tempat shalat (masjid) adalah wasilah (perantara). Maka karena tujuan tadi wajib, maka wasilah di sini juga ikut menjadi wajib. Ini berlaku untuk perkara sunnah dan seterusnya.

Intinya, Hukum Facebook adalah Tergantung Pemanfaatannya

Jadi intinya, hukum facebook adalah tergantung pemanfaatannya. Kalau pemanfaatannya adalah untuk perkara yang sia-sia dan tidak bermanfaat, maka facebook pun bernilai sia-sia dan hanya membuang-buang waktu. Begitu pula jika facebook digunakan untuk perkara yang haram, maka hukumnya pun menjadi haram. Hal ini semua termasuk dalam kaedah “al wasa-il laha hukmul maqhosid (hukum sarana sama dengan hukum tujuan).” Di bawah kaedah ini terdapat kaedah derivat atau turunan lainnya yaitu:

1. Maa laa yatimmul wajibu illah bihi fa huwa wajib (Suatu yang wajib yang tidak sempurna kecuali dengan sarana ini, maka sarana ini menjadi wajib)
2. Maa laa yatimmul masnun illah bihi fa huwa masnun (Suatu yang sunnah yang tidak sempurna kecuali dengan sarana ini, maka sarana ini menjadi sunnah)
3. Maa yatawaqqoful haromu ‘alaihi fa huwa haromun (Suatu yang bisa menyebabkan terjerumus pada yang haram, maka sarana menuju yang haram tersebut menjadi haram)
4. Wasail makruh makruhatun (Perantara kepada perkara yang makruh juga dinilah makruh)

Maka lihatlah kaedah derivat yang ketiga di atas. Intinya, jika facebook digunakan untuk yang haram dan sia-sia, maka facebook menjadi haram dan terlarang.

Kita dapat melihat bahwa tidak sedikit di antara pengguna facebook yang melakukan hubungan gelap di luar nikah di dunia maya. Padahal lawan jenis yang diajak berhubungan bukanlah mahram dan bukan istri. Sungguh, banyak terjadi perselingkuhan karena kasus semacam ini. Jika memang facebook banyak digunakan untuk tujuan-tujuan semacam ini, maka sungguh kami katakan, “Hukum facebook sebagaimana hukum pemanfaatannya. Kalau dimanfaatkan untuk yang haram, maka facebook pun menjadi haram.”

Waktu yang Sia-sia Di Depan Facebook

Saudaraku, inilah yang kami ingatkan untuk para pengguna facebook. Ingatlah waktumu! Kebanyakan orang betah berjam-jam di depan facebook, bisa sampai 5 jam bahkan seharian, namun mereka begitu tidak betah di depan Al Qur’an dan majelis ilmu. Sungguh, ini yang kami sayangkan bagi saudara-saudaraku yang begitu gandrung dengan facebook. Oleh karena itu, sadarlah!!

Semoga beberapa nasehat ulama kembali menyadarkanmu tentang waktu dan hidupmu.

Imam Asy Syafi’i rahimahullah pernah mengatakan, “Aku pernah bersama dengan seorang sufi. Aku tidaklah mendapatkan pelajaran darinya selain dua hal. Pertama, dia mengatakan bahwa waktu bagaikan pedang. Jika kamu tidak memotongnya (memanfaatkannya), maka dia akan memotongmu.”

Lanjutan dari perkataan Imam Asy Syafi’i di atas, “Kemudian orang sufi tersebut menyebutkan perkataan lain: Jika dirimu tidak tersibukkan dengan hal-hal yang baik (haq), pasti akan tersibukkan dengan hal-hal yang sia-sia (batil).” (Al Jawabul Kafi, 109, Darul Kutub Al ‘Ilmiyah)

Ibnul Qayyim rahimahullah mengatakan, “Waktu manusia adalah umurnya yang sebenarnya. Waktu tersebut adalah waktu yang dimanfaatkan untuk mendapatkan kehidupan yang abadi dan penuh kenikmatan dan terbebas dari kesempitan dan adzab yang pedih. Ketahuilah bahwa berlalunya waktu lebih cepat dari berjalannya awan (mendung). Barangsiapa yang waktunya hanya untuk ketaatan dan beribadah pada Allah, maka itulah waktu dan umurnya yang sebenarnya. Selain itu tidak dinilai sebagai kehidupannya, namun hanya teranggap seperti kehidupan binatang ternak.”

Ingatlah … kematian lebih layak bagi orang yang menyia-nyiakan waktu.

Ibnul Qayyim mengatakan, “Jika waktu hanya dihabiskan untuk hal-hal yang membuat lalai, untuk sekedar menghamburkan syahwat (hawa nafsu), berangan-angan yang batil, hanya dihabiskan dengan banyak tidur dan digunakan dalam kebatilan, maka sungguh kematian lebih layak bagi dirinya.” (Al Jawabul Kafi, 109)

Marilah Memanfaatkan Facebook untuk Dakwah

Inilah pemanfaatan yang paling baik yaitu facebook dimanfaatkan untuk dakwah. Betapa banyak orang yang senang dikirimi nasehat agama yang dibaca di inbox, note atau melalui link mereka. Banyak yang sadar dan kembali kepada jalan kebenaran karena membaca nasehat-nasehat tersebut.

Oleh karena itu, jadilah orang yang bermanfaat bagi orang lain apalagi dalam masalah agama, yang tentu saja dengan bekal ini akan mendatangkan kebahagiaan di dunia dan akhirat.

Dari Jabir, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

خيْرُ النَّاسِ أَنْفَعُهُمْ لِلنَّاسِ

“Sebaik-baik manusia adalah yang paling memberikan manfaat bagi orang lain.” (Al Jaami’ Ash Shogir, no. 11608)

Dari Abu Mas’ud Al Anshori, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ دَلَّ عَلَى خَيْرٍ فَلَهُ مِثْلُ أَجْرِ فَاعِلِهِ

“Barangsiapa memberi petunjuk pada orang lain, maka dia mendapat ganjaran sebagaimana ganjaran orang yang melakukannya.” (HR. Muslim)

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda,

لأَنْ يَهْدِىَ اللَّهُ بِكَ رَجُلاً وَاحِدًا خَيْرٌ لَكَ مِنْ أَنْ يَكُونَ لَكَ حُمْرُ النَّعَمِ

“Jika Allah memberikan hidayah kepada seseorang melalui perantaraanmu maka itu lebih baik bagimu daripada mendapatkan unta merah (harta yang paling berharga orang Arab saat itu).” (HR. Bukhari dan Muslim)

Lihatlah saudaraku, bagaimana jika tulisan kita dalam note, status, atau link di facebook dibaca oleh 5, 1o bahkan ratusan orang, lalu mereka amalkan, betapa banyak pahala yang kita peroleh. Jadi, facebook jika dimanfaatkan untuk dakwah semacam ini, sungguh sangat bermanfaat.

Penutup: Nasehat bagi Para Pengguna Facebook

Imam Asy Syafi’I mengatakan, “Jika dirimu tidak tersibukkan dengan hal-hal yang baik, pasti akan tersibukkan dengan hal-hal yang sia-sia (batil)”.( Al Jawabul Kafi, 109)

Semoga kita selalu disibukkan dengan hal yang dapat memberikan manfaat pada orang lain. Alangkah bagusnya jika status, note dan link yang kita berikan pada saudara-saudara kita berisi siraman-siraman rohani. Itu lebih baik dan lebih bermanfaat dibandinga dengan mengisi status di FB dengan hal-hal yang sia-sia atau bahkan dosa.

Kami hanya bisa berdoa kepada Allah, semoga Allah memberikan taufik dan hidayah bagi orang yang membaca tulisan ini. Semoga kita dimudahkan oleh Allah untuk memanfaatkan waktu dengan baik, dalam hal-hal yang bermanfaat.

Alhamdulillahilladzi bi ni’matihi tatimmush sholihaat. Wa shallallahu ‘ala nabiyyina Muhammad wa ‘ala alihi wa shohbihi wa sallam.

Rujukan:

Al Jawabul Kafi, Ibnu Qayyim Al Jauziyah, Darul Kutub Al ‘Ilmiyah

Al Qowa’id wal Ushul Al Jaami’ah, Abdurrahman bin Nashir As Sa’di, Darul Wathon Lin Nasyr

Jam’ul Mahshul fi Syarhi Risalah Ibni Sya’di fil Ushul, Abdullah bin Sholeh Al Fauzan, Dar Al Muslim

Risalah Lathifah, Abdurrahman bin Nashir As Sa’di

Hari Gini Pacaran? Gak Level Deh, Jahiliyah..!!


Hari Gini Pacaran? Gak Level Deh, Jahiliyah..!!

Sebel nggak sih ketika ada beberapa teman kamu yang pacaran di sekolah bahkan di dalam kelas? Banget jawabnya. Tenang, rasa sebal tadi bukan karena sok ngiri tanda tak mampu atau tak laku. Sebagai perempuan muslimah yang berusaha menjaga izzah (harga diri), pacaran sama sekali bukan menjadi pilihan untuk menghabiskan masa muda. Betul tidak? Lagipula memang kamu kan gak jualan barang, jadi gak butuh laku donk.

Sobat remaja, jangan pernah tersepona (eh.. terpesona) dengan aktivitas pacaran yang menjurus pada zina. Ingat kan batasan yang diberikan Allah di QS. Al-Isra: 32, wa laa taqrabuz-zina. Janganlah berdekatan dengan zina. Berdekatan saja tak boleh apalagi sampai melalukan. Na’udzubillah min dzalik.

Jangan khawatir kehabisan stok jodoh bila alasan remaja pacaran adalah agar mudah mendapat jodoh. Jodoh itu sudah dituliskan di Lauhil Mahfudz sejak awal mula tuh ditiupkan bersamaan dengan risky dan mati kita. Tinggal bagaimana menjemput jodoh itu merupakan pilihan manusia, apakah jalan halal atau haram yang akan ditempuh. Dan inilah yang nantinya bakal dihisab di hari perhitungan kelak.

Senyampang kamu masih muda, sangat muda bahkan, jangan sia-siakan waktumu dengan memikirkan dan beraktivitas pacaran saja. Jalanmu masih panjang. Fokuskan dirimu untuk meraih cita-cita setinggi-tingginya. Karena masa depanmu sangat berkaitan erat dengan ikhtiyar yang kamu lakukan hari ini.

Tak perlu beralasan macam-macam kalau gaya pacaran yang dilakukan tak macam-macam. Siapa bisa menjamin kalau ada dua anak Adam yang berlainan jenis berdua-duaan, maka setan tak akan menggoda? Tak ada jaminan itu sama sekali, sobat! Jadi jangan bermain api deh kalau tak terbakar.

….Pacaran itu aktivitas orang jahiliyah yaitu orang-orang yang masih bodoh karena belum mendapat cahaya Islam. Hanya saja jahiliyah yang ada terbungkus dengan istilah modern….

Pacaran itu aktivitas orang jahiliyah yaitu orang-orang yang masih bodoh karena belum mendapat cahaya Islam. Hanya saja jahiliyah yang ada terbungkus dengan istilah modern padahal intinya mah sama saja yaitu kemaksiatan. Pacaran ini hanya pantas dilakukan oleh orang zaman purba ketika mereka masih belum mengenal peradaban. Nah, bagi kamu-kamu yang merasa sudah jadi orang beradab, maka udah nggak zamannya lagi main pacaran deh.

Muslimah shalihah pasti ogah banget dengan aktivitas pacaran ini. Sudah gak produktif, maksiat lagi. Bisa sih dikatakan produktif yaitu ketika perut si cewek bertambah besar alias MBA (Married By Accident) alias hamil akibat berzina. Hii…astaghfirullah, na’udzubillah. Memproduksi calon jabang bayi yang tak tahu-menahu perbuatan dosa besar yang dilakukan oleh dua anak manusia ini. Asli, gak level banget kamu berada di posisi ini.

….Muslimah shalihah pasti ogah banget dengan aktivitas pacaran ini. Sudah gak produktif, maksiat lagi….

Tak ada asap bila tak ada api, kata pepatah. Tak ada perzinaan selama tak ada aktifitas mendekati zina. Dan pacaran adalah ajang yang pas bagi bagi kedua insan berlainan jenis untuk baku syahwat. Jadi kalo kamu tak mau terjebak dalam bujuk rayu syaitan dalam hal ini, maka JAUHI pacaran! Jauhi berdua-duaan tanpa mahrom, jauhi hal-hal yang bisa mengundang fitnah dan jauhi juga segala berbau dosa. Kalo kamu mengaku remaja muslim yang keren dan cerdas, pasti deh gak bakal memilih pacaran sebagai aktivitas masa muda kamu. So, hari gini pacaran? Gak level banget tuh!

.**Facebook in Love**.. :D


Keseharianku yang terkesan pendiam seakan luber begitu saja ketika ku mengenal sebuah jejaring sosial yang sudah mendunia. Trend yag menghebohkan dunia, tak ketinggalan aku pun ikut nimbrung didalamnya.

” Hari yang melelahkan ”

Ku tulis distatus Facebook ku, entah apa tujuanku menuliskannya. Yang penting aku ingin menulis itu, tak peduli orang peduli pada status ku atau tidak.

” Assalamu’alaikum ukhti ” Ting, suara chat Facebook ku berbunyi. Ku lihat pengirimnya. Aku tersenyum seketika.

” Wa’alaikumsalam akhi ” Ku beri emoticon smile untuk menyambut sapaannya.

” Apa kabar ukht ? ”

” Alhamdulillah baik, akhi gimana ? “

” Alhamdulillah juga baik. Ukhti kecapekan yaa ? ”

” Iya akhi, kebetulan lagi banyak kegiatan “

MOTIVASI buat UKTHIFILLAH

Duhai kesatria sang pejuang ISLAM.. Laksana "MUTIARA yg bersinar" di tengah LUMPUR JAHILIYAH. Kita diibaratkan seperti BATU BATA yang akan MEMBANGUN PERADABAN

�GENERASI TANGGUH�.

AMARAH yang terkendali dan IDENTITAS kemuslimahanmu LAKSANA PERISAI keINDAHan KEPRIBADIANmu. KETEPATAN berfikir dan keGESITan LANGKAHmu laksana pejuang sejati. Sepak terjangmu menyisakan kekaguman. Berbanggalah ibu yang melahirkanmu. Menjadi seorang mujahid?AH TANGGUH PILIHAN ALLAH. Hei, muslimah�

tahukah kita ,bahwa kita adalah KUNCI KEBAIKAN bagi DIEN ISLAM ini?? adakah pengorbanan demi KEMULIAAN DIEN yg mulia INI.. adakah SLOGAN MOTIVASI kita, "HIDUP MULIA atau MATI SYAHID"?? adakah ALLAH sebagai TUJUAN kita, GHOYYATUl GHOYYAH yt RIDWANULLAH? RASULULLAH TELADAN kita..? ALQUR'AN PEDOMAN kita...? DUHAI, KESATRIA seCEPAT KILAT.. KESATRIA "SETERANG" CAHAYA.. adakah kita seperti SOSOK SAHABIYAH??

[KHAULAH AL FATIH]



masih adakah wanita seperti Khaulah Al Azwar ??


(AL - FATIHAH BUAT PARA PEJUANG ISLAM YANG TELAH SYAHID KHUSUSNYA KEPADA AS SYAHIDAH WAFA' BINTI IDRIS)

KHAULAH AL AZWAR

Khaulah Al-Azwar merupakan seorang wanita yang hidup di zaman Sahabat RA. Khaulah memiliki kekuatan jiwa dan fizikal yang kuat. Susuk tubuhnya tinggi lampai dan tegap. Sejak kecil beliau sudah pandai bermain pedang dan tombak. Rasulullah s.a.w. telah membenarkan Khaulah menyertai angkatan peperangan muslimin bersama-sama mujahidah yang lain.

Beliau adik kepada Zirar Al-Azwar yang kehandalannya di medan perang sememangnya tidak asing bagi bagi pencinta sirah Islam. Skil dan teknik bertempur ini turut diwariskan kepada Khaulah oleh ayahnya Al-Azwar. Khaulah lantas menjadi seorang wanita yang mahir berpedang dan berkuda. Jika diteliti sirah mujahidah ini, boleh dikatakan beliau ialah pahlawan muslimat paling handal dalam sejarah Islam.

Dalam perang Yarmuk, beliau menjadi salah seorang yang menonjol atau memimpin kaum wanita yang turut serta terlibat. Bahkan, beliau turut mengalami kecederaan di kepala dalam peperangan yang sangat bersejarah itu.

Namun, kisah kehandalannya bertempur yang paling masyhur adalah dalam satu operasi tentera Muslimin untuk menyelamatkan saudaranya Zirar yang telah ditawan tentera Rom sewaktu satu penggempuran di sekitar Damascus. Khaulah telah turut serta dalam operasi tersebut. Dengan berpakaian hitam, serban hijau dan menggunakan skarfnya sebagai topeng, beliau yang menyertai pasukan Khalid bin Al-Waleed meluncur laju ke arah musuh, bertempur dengan handal dan cermat; membantu tentera Muslimin yang ketika itu sudah keletihan berlawan. Raafe bin Umaira, panglima skuad sebelum ketibaan Khalid mengungkapkan ketakjubannya, “Beliau berlawan seperti Khalid, namun jelas beliau bukan Khalid”.

Khaulah mempamerkan kehandalannya berkuda dan bertempur dengan tombak. Beliau meluncur laju ke arah barisan Rom, membunuh seorang dengan tombaknya, lalu meluncur ke arah barisan Rom di bahagian lain dan mencederakan atau membunuh tentera Rom yang lain. Pertempurannya secara solo itu ibarat menjadi satu pertunjukan kepada tentera Muslimin yang lain di samping membangkitkan semangat mereka untuk terus berjuang. Beliau akhirnya mendedahkan identitinya yang pasti mengejutkan sesiapa yang mengetahui (dicatatkan Khalid hampir-hampir terjatuh dari kudanya). Akhirnya, tentera Muslimin, bersama Khaulah berjaya membebaskan panglima Zirar dalam satu operasi serangan berikutnya di Beit Lahiya, Gaza, Palestin.

Sewaktu menyertai perang Sahura, Khaulah dan beberapa orang wanita telah ditawan oleh musuh. Mereka telah dikurung dan dikawal rapi beberapa hari lamanya tanpa senjata untuk melepaskan diri.

Nampaknya tidak ada cara lain yang paling berkesan melainkan membakar semangat sahabat-sahabatnya yang lain, agar dapat bertindak pantas sebelum musuh mengapa apa-apakan mereka. Khaulah sedar Allah sendiri memberi jaminan bahawa kekuatan jiwa boleh mengalahkan kekuatan senjata.

Maka Khaulah pun berkata: "Wahai sahabat-sahabatku yg sedang berjuang di jalan Allah, apakah saudari-saudari sanggup menjadi tukang-tukang picit orang Rom? Apakah juga saudari semua sanggup menjadi hamba-hamba orang kafir yang dilaknati itu. Relakah saudarai dihina dan dicaci maki oleh orang Rom durjana itu? Dimanakah letaknya harga diri saudari sebagai seorang pejuang yang rindukan syurga Allah. Dimanakah letak kehormatan saudari sebagai seorang Islam yang bertaqwa? Sesungguhnya mati itu adalah lebih baik bagi kita semua daripada menjadi hamba-hamba orang Rom".

Seorang daripada mereka menjawab, "Sesungguhnya apa yang engkau katakan itu adalah benar. Demi Allah, kami semua mempunyai harga diri. Pedang lebih berguna dalam keadaan begini. Kalau kita lalai umpama kambing yang tidak bertanduk tifak (mempunyai senjata)". Masing-masing mengemukakan berbagai pendapat dan semuanya menunjukkan ingin mati syahid. Tidak seorangpun yang mahu menjadi tukang picit orang Rom. Tetapi malangnya mereka tidak mempunyai senjata hatta sebilah pisau pun tidak ada.

Tetapi Khaulah tidak mati akal dia terus menjawab: “Wahai wanita-wanita muslimin sekalian, tiang-tiang dan tali khemah ini sangat berguna bagi kita dan cukuplah ini saja senjata kita. Syahid lebih baik bagi kita dan inilah saja cara yang terbaik untuk kita melepaskan diri dari kehinaan ini, sebelum mereka dapat menyentuh kita atau menyentuh salah seorg dari kita. Mari kita bersumpah untuk bersatu dalam hal ini untuk menyerah diri kepada Allah. Sesungguhnya Allah akan menolong orang-orang yang menolong-Nya”.

Masing-masing menjawab, “Demi Allah segala-segalanya katamu itu adalah benar. Kami tidak rela hidup dihina, syahid lebih baik bagi kami daripada hidup menanggung malu”.

Tekad para tawanan ini sudah bulat. Setelah menetapkan harinya maka mereka pun melaksanakan keputusan yang dibuat. Sebelum itu mereka berdoa sungguh-sungguh pada Allah dan bertaubat dengan segala dosa yang lalu. Menangis dan merayu memohon campakkan dalam hati mereka kekuatan jiwa yang kuat dan semoga Allah memudahkan pekerjaan dan berharap semoga datanglah bantuan-bantuan ghaib untuk menolong mereka.

Khaulah telah memimpin segala urusan dalam pekerjaan berat itu, dia menyandang tiang kayu siap untuk berjuang. Sebelum itu dia memberi taklimat kepada anak-anak
buahnya: "Wahai saudari, jangan sekali-kali gentar dan takut. Kita semua harus bersatu dalam perjuangan ini dan jangan ada yang terkecuali, patahkan tombak mereka, hancurkan pedang mereka, perbanyakkan bacaan takbir dan yang penting ialah saudari mesti kuatkan hati saudari semua. Insya Allah pertolongan Allah sudah dekat".

Begitulah keyakinan Khaulah, berkat keberaniannya mereka semua terselamat dari segala bentuk bencana itu. Setelah mengikat segala yang perlu, dia diikuti oleh Ifra Binti Ghaffar, Ummi Binti Utbah, Salamah Binti Zari’, Ran’ah Binti Amalun, Salmah Binti Hu’man dan seluruh wanita lainnya. Khaulah mendahului memukul pengawal dengan tiang yang dibawanya lalu menamatkan riwayat tersebut. Wanita-wanita lain bila melihat itu, maka masing-masing bersedia menyerang pengawal-pengawal lain dan bertempurlah mereka dengan gagah berani.

Orang-orang Rom ketakutan kerana serangan yang datang secara tiba-tiba. Khaulah berjaya merampas sebuah tombak lalu digunakan untuk bertempur sedangkan tiang di tangan kanannya digunakan sebagai melindungi dirinya dari tusukan tombak dan tebasan pedang.

Akhirnya Khaulah dan semua wanita berjaya mencerai beraikan pasukan Rom dapat melepaskan diri dari kafir durjana dan kembali ke pasukan Islam dengan selamatnya.

Begitulah kisah seorang pahlawan muslimat yang hebat. Hebatnya tidak digambarkan pada masa kini. Bangkitlah pejuang-pejuang Islam semua. Usahlah dilayan dengan permasalahan hati lagi. Bangkitkan jihad.

::Islam pastikan menang!!!

nama yang cukup indah..'Khaulah Al-Azwar', seiring dengan peribadinya yag tangkas dan penuh semangat dalam memastikan kemenangan Islam. ya muslimat! renungkanlah kisah seorang 'bidadari besi' yang prlu kita contohi dalam mengharungi perjuangan yang pasti berkesudhn dgn kemenangan..takbir!



Khaulah Al-Azwar merupakan seorang wanita yang hidup di zaman Sahabat RA. Beliau adik kepada Zirar Al-Azwar yang kehandalannya di medan perang sememangnya tidak asing bagi pencinta sirah Islam. Skil & teknik bertempur ini turut diwariskan kepada Khaulah oleh ayahnya Al-Azwar. Khaulah lantas menjadi seorang wanita yang mahir berpedang dan berkuda. Malah, pada ilmu saya, barangkali beliau merupakan wanita yang paling handal berlawan dalam sejarah Islam.
Episod-episod penglibatan Khaulah dalam perang-perang Islam tercatat dalam Maghazi Rasulillah hasil kompilasi Muhammad bin Umar Al-Waqidi Al-Aslami. Dalam perang Yarmuk, perang utama yang menjadi pembuka Syam, beliau menjadi salah seorang yang menonjol atau memimpin kaum wanita yang turut serta terlibat. Bahkan, beliau turut mengalami kecederaan di kepala dalam peperangan yang sangat bersejarah itu.
Namun, kisah kehandalannya bertempur yang paling masyhur adalah dalam satu operasi tentera Muslimin untuk menyelamatkan saudaranya Zirar yang telah ditawan tentera Rom sewaktu satu penggempuran di sekitar Damascus. Lantas, Khaulah telah turut serta dalam operasi tersebut. Dengan berpakaian hitam, serban hijau dan menggunakan skarfnya sebagai topeng, beliau yang menyertai pasukan Khalid bin Al-Waleed meluncur laju ke arah musuh, bertempur dengan handal dan cermat; membantu tentera Muslimin yang ketika itu sudah keletihan berlawan. Raafe bin Umaira, panglima skuad sebelum ketibaan Khalid mengungkapkan ketakjubannya , ”Beliau berlawan seperti Khalid, namun jelas beliau bukan Khalid”.
Khaulah mempamerkan kehandalannya berkuda dan bertempur dengan tombak. Beliau meluncur laju ke arah barisan Rom, membunuh seorang dengan tombaknya, lalu meluncur ke arah barisan Rom di bahagian lain dan mencederakan atau membunuh tentera Rom yang lain. Pertempurannya secara solo itu ibarat menjadi satu pertunjukan kepada tentera Muslimin yang lain di samping membangkitkan semangat mereka untuk terus berjuang. Beliau akhirnya mendedahkan identitinya yang pasti mengejutkan sesiapa yang mengetahui (dicatatkan Khalid hampir-hampir terjatuh dari kudanya). Akhirnya, tentera Muslimin, bersama Khaulah berjaya membebaskan panglima Zirar dalam satu operasi serangan berikutnya di Beit Lahiya, Gaza, Palestin.

Keberanian Khaulah sekali lagi terbukti apabila beliau dan beberapa mujahidah lain ditawan dalam peperangan Sahura. Mereka dikurung an dikawal rapi selame beberapa hari. Walaupun agak mustahil untuk melepaskan diri, namun Khaulah tidak mahu menyerah kalah kerana jiwanya sentiasa hidup. Beliau sering mengeluarkan kata-kata semangat kepada rakan-rakannya.
"Wahai sahabat-sahabatku yang sedang berjuang di di jalan Allah, apakah saudari semua sanggup menjadi tukang-tukang picit orang Rom? Apakah saudari sanggup menjadi hamba orang-orang kafir yang dilaknati? Relakah saudari dihina dan dicaci maki oleh bangsa Rom yang durjana itu? Dimanakah letaknya harga diri saudari sebagai seorang pejuang yang rindukan syurga Allah? Dimanakah letaknya kehormatan saudari sebagai seorang Islam yang bertaqwa? Sesungguhnya mati itu lebih bagi kita daripada menjadi hamba-hamba orang Rom."
Khaulah terus menerus membakar semangat rakan-rakannya. Akhirnya mereka sebulat suara mnentang pengawa-pengawal yang mengawal mereka. Khaulah dan rakan-akannya rela mati syahid jika gagal melarikan diri. Mereka semua bertaubat dan berdoa bersungguh-sungguh agar datangnya bantuan. Sebelum mara Khaulah menyampaikan maklumat kepada rakan-rakannya: "Janganlah saudari sekali-sekali gentar dan takut. Kita semua harus bersatu dalam perjuangan dan jangan ada yang terkecuali. Patahkan tombak mereka, hancurkan pedang mereka, perbanyakkan takbir serta kuatkan hati. Insya"Allah pertolongan Allah sudah dekat."

Berkat keyakinan, mereka berjaya menghapuskan pengawal-pengawal dan melepaskan diri dari kurungan tersebut.
begitulah kisah seorang serikandi yang ana amat kagumi.. moga2 semangat, kekuatan,keberanian yang ada dalam dirinya mengalir dalam tubuh ana. insyaAllah..ameen.:)

Minggu, 10 April 2011

Puisi: Tuhan Sembilan Senti

Oleh Taufiq Ismail
indonesia adalah sorga luar biasa ramah bagi perokok,
tapi tempat siksa tak tertahankan bagi orang yang tak merokok,
Di sawah petani merokok,
di pabrik pekerja merokok,
di kantor pegawai merokok,
di kabinet menteri merokok,
di reses parlemen anggota DPR merokok,
di Mahkamah Agung yang bergaun toga merokok,
hansip-bintara-
perwira nongkrong merokok,
di perkebunan pemetik buah kopi merokok,
di perahu nelayan penjaring ikan merokok,
di pabrik petasan pemilik modalnya merokok,
di pekuburan sebelum masuk kubur orang merokok,
Indonesia adalah semacam firdaus-jannatu-na’im
sangat ramah bagi perokok,
tapi tempat siksa kubur hidup-hidup bagi orang yang tak merokok,
Di balik pagar SMU murid-murid mencuri-curi merokok,
di ruang kepala sekolah ada guru merokok,
di kampus mahasiswa merokok,
di ruang kuliah dosen merokok,
di rapat POMG orang tua murid merokok,
di perpustakaan kecamatan ada siswa bertanya
apakah ada buku tuntunan cara merokok,
Di angkot Kijang penumpang merokok,
di bis kota sumpek yang berdiri yang duduk
orang bertanding merokok,
di loket penjualan karcis orang merokok,
di kereta api penuh sesak orang festival merokok,
di kapal penyeberangan antar pulau penumpang merokok,
di andong Yogya kusirnya merokok,
sampai kabarnya kuda andong minta diajari pula merokok,
Negeri kita ini sungguh nirwana
kayangan para dewa-dewa bagi perokok,
tapi tempat cobaan sangat berat
bagi orang yang tak merokok,
Rokok telah menjadi dewa, berhala, tuhan baru,
diam-diam menguasai kita,
Di pasar orang merokok,
di warung Tegal pengunjung merokok,
di restoran di toko buku orang merokok,
di kafe di diskotik para pengunjung merokok,
Bercakap-cakap kita jarak setengah meter
tak tertahankan asap rokok,
bayangkan isteri-isteri yang bertahun-tahun
menderita di kamar tidur
ketika melayani para suami yang bau mulut
dan hidungnya mirip asbak rokok,
Duduk kita di tepi tempat tidur ketika dua orang bergumul
saling menularkan HIV-AIDS sesamanya,
tapi kita tidak ketularan penyakitnya.
Duduk kita disebelah orang yang dengan cueknya
mengepulkan asap rokok di kantor atau di stopan bus,
kita ketularan penyakitnya.
Nikotin lebih jahat penularannya
ketimbang HIV-AIDS,
Indonesia adalah sorga kultur pengembangbiakan nikotin paling subur di dunia,
dan kita yang tak langsung menghirup sekali pun asap tembakau itu,
Bisa ketularan kena,
Di puskesmas pedesaan orang kampung merokok,
di apotik yang antri obat merokok,
di panti pijat tamu-tamu disilahkan merokok,
di ruang tunggu dokter pasien merokok,
dan ada juga dokter-dokter merokok,
Istirahat main tenis orang merokok,
di pinggir lapangan voli orang merokok,
menyandang raket badminton orang merokok,
pemain bola PSSI sembunyi-sembunyi merokok,
panitia pertandingan balap mobil,
pertandingan bulutangkis,
turnamen sepakbola
mengemis-ngemis mencium kaki sponsor perusahaan rokok,
Di kamar kecil 12 meter kubik,
sambil ‘ek-’ek orang goblok merokok,
di dalam lift gedung 15 tingkat
dengan tak acuh orang goblok merokok,
di ruang sidang ber-AC penuh,
dengan cueknya,
pakai dasi,
orang-orang goblok merokok,
Indonesia adalah semacam firdaus-jannatu-na’im
sangat ramah bagi orang perokok,
tapi tempat siksa kubur hidup-hidup
bagi orang yang tak merokok,
Rokok telah menjadi dewa, berhala, tuhan baru,
diam-diam menguasai kita,
Di sebuah ruang sidang ber-AC penuh,
duduk sejumlah ulama terhormat merujuk
kitab kuning dan mempersiapkan sejumlah fatwa.
Mereka ulama ahli hisap.
Haasaba, yuhaasibu, hisaaban.
Bukan ahli hisab ilmu falak,
tapi ahli hisap rokok.
Di antara jari telunjuk dan jari tengah mereka
terselip berhala-berhala kecil,
sembilan senti panjangnya,
putih warnanya,
ke mana-mana dibawa dengan setia,
satu kantong dengan kalung tasbih 99 butirnya,
Mengintip kita dari balik jendela ruang sidang,
tampak kebanyakan mereka
memegang rokok dengan tangan kanan,
cuma sedikit yang memegang dengan tangan kiri.
Inikah gerangan pertanda
yang terbanyak kelompok ashabul yamiin
dan yang sedikit golongan ashabus syimaal?
Asap rokok mereka mengepul-ngepul di ruangan AC penuh itu.
Mamnu’ut tadkhiin, ya ustadz.
Laa tasyrabud dukhaan, ya ustadz.
Kyai, ini ruangan ber-AC penuh.
Haadzihi al ghurfati malii’atun bi mukayyafi al hawwa’i.
Kalau tak tahan,
Di luar itu sajalah merokok.
Laa taqtuluu anfusakum.
Min fadhlik, ya ustadz.
25 penyakit ada dalam khamr.
Khamr diharamkan.
15 penyakit ada dalam daging khinzir (babi).
Daging khinzir diharamkan.
4000 zat kimia beracun ada pada sebatang rokok.
Patutnya rokok diapakan?
Tak perlu dijawab sekarang, ya ustadz.
Wa yuharrimu ‘alayhimul khabaaith.
Mohon ini direnungkan tenang-tenang,
karena pada zaman Rasulullah dahulu,
sudah ada alkohol,
sudah ada babi,
tapi belum ada rokok.
Jadi ini PR untuk para ulama.
Tapi jangan karena ustadz ketagihan rokok,
Lantas hukumnya jadi dimakruh-makruhkan,
jangan,
Para ulama ahli hisap itu terkejut mendengar perbandingan ini.
Banyak yang diam-diam membunuh tuhan-tuhan kecil yang kepalanya berapi itu,
yaitu ujung rokok mereka.
Kini mereka berfikir.
Biarkan mereka berfikir.
Asap rokok di ruangan ber-AC itu makin pengap,
dan ada yang mulai terbatuk-batuk,
Pada saat sajak ini dibacakan malam hari ini,
sejak tadi pagi sudah 120 orang di Indonesia mati karena penyakit rokok.
Korban penyakit rokok
lebih dahsyat ketimbang korban kecelakaan lalu lintas,
lebih gawat ketimbang bencana banjir,
gempa bumi dan longsor,
cuma setingkat di bawah korban narkoba,
Pada saat sajak ini dibacakan,
berhala-berhala kecil itu sangat berkuasa di negara kita,
jutaan jumlahnya,
bersembunyi di dalam kantong baju dan celana,
dibungkus dalam kertas berwarni dan berwarna,
diiklankan dengan indah dan cerdasnya,
Tidak perlu wudhu atau tayammum menyucikan diri,
tidak perlu ruku’ dan sujud untuk taqarrub pada tuhan-tuhan ini,
karena orang akan khusyuk dan fana
dalam nikmat lewat upacara menyalakan api
dan sesajen asap tuhan-tuhan ini,
Rabbana,
beri kami kekuatan menghadapi berhala-berhala ini.

[Sumber puisi ini saya dapatkan dari: http://harry.sufehmi.com/archives/2006-07-06-1203/]

Jumat, 01 April 2011

introduction my self to you


wahai umat manusia, islam-lah agar kalian selamat !!

( Wahai Allah, sungguh telah kusampaikan, maka saksikanlah..)

PROMO..GRATIS..!!!
daftarkan diri anda dan bergabung segera ke dalam ISLAM
karena ISLAM adalah jalan keselamatan..DIJAMIN..!!
cepetan..JANGAN TUNDA lagi..karena waktu anda TERBATAS..!!!
keuntungan yang anda peroleh jika bergabung dengan ISLAM:
1. Hati tenang
2. Kesempatan menjadi saudara kaum muslimin di seluruh dunia.
3. Anda akan dibimbing langsung oleh ALLAH dan Rasulullah melalui buku panduan yang ada (Al-Qur’an dan hadis)
4. dan masih banyak keuntungan lainnya yang akan anda ketahui setelah register..
TIDAK HANYA ITU..!!
anda juga akan mendapatkan BONUS..
1. BONUS tiket ke syurga bersama kawan-kawan muslim seluruh dunia. (ketentuan berlaku-bisa dibaca di buku panduan “AL-Quran dan Hadis”)
2. BONUS reseller..jika anda mendapatkan downline melalui anda, maka anda akan memperoleh pahala yang luar biasa BESAR..senilai “Unta Merah” (lambang kekayaan orang ARAB) semakin banyak downline semakin besar BONUS pahala yang akan anda terima
cukup dengan mengajak 2 orang teman anda bergabung..tidak sulit kan??
kemudian 2 orang teman anda masing2 mengajak 2 orang lagi untuk bergabung,,kemudian begitu seterusnya..
BAYANGKAN berapa BONUS yang akan anda terima???
luar biasa bukan??
rekening pahala anda bisa anda lihat NANTI di PADANG MASYHAR
simak testimonial dari orang2 yang telah bergabung bersama ISLAM.

INGAT..WAKTU ANDA TERBATAS..karena promo ini berlaku sampai matahari terbit dari barat (mungkin tak lama lagi).. dan anda akan trus diberi kesempatan seumur hidup..
WARNING..!!
PROMO INI TIDAK BERLAKU BUAT ANDA YANG NAFASNYA SUDAH DI KERONGKONGAN..!!
jadi,,jangan tunda lagi
GRATIS dan caranya sangatlah MUDAH..
anda tidak perlu menghabiskan waktu 1 jam di depan komputer..dimanapun anda berada(selama masih di dunia)..anda bisa bergabung bersama kami..
caranya :
klik (ketuk) pintu hati anda, kemudian akan muncul kotak kecil yang berisi pertanyaan “anda yakin ingin register” jagan ragu untuk klik “YAKIN” kemudian ucapkanlah “ASYHADU ALLA ILAHA ILLALLAH, WA ASYHADU ANNA MUHAMMADAR RASULULLAH”
dan dalam waktu kurang dari 1 detik pesan akan masuk ke hati anda..periksa di kotak masuk dan buka,,insyaALLAH hati anda akan tenang…
langkah selanjutnya bisa di baca di buku panduan..(AL-QUr’an dan Hadis) yang bisa anda peroleh di toko buku terdekat..atau hubungi kami
KABAR GEMBIRA..
masih ada BONUS buat anda
ANDA akan mendapatkan bonus produk PENGHAPUS DOSA sekali pakai..yang secara otomatis akan bekerja setelah anda selesai register..dan secara otomatis dosa-dosa anda yang telah lalu TERHAPUS..
LUAR BIASA..!!
INGAT..hanya sekali pakai..jika anda masih ingin memiliki produk tersebut..anda bisa download gratis dari AL-QUR’AN dan HADIS..temukan caranya di sana.
JANGAN remehkan buku panduan..karena tanpa buku panduan anda tidak akan bisa menjalani program ini dengan benar..dan bonus2 yang telah dijanjikan bisa hangus.
BUKU PANDUAN SANGAT PENTING..
karena berisi :
1. petunjuk ke arah kebenaran
2. kisah2 orang2 terdahulu yang telah sukses menjalankan program ni..n kita bisa petik pelajaran darinya.
3. gambaran tentang kejadian hari akhir
4. gambaran tentang indahnya SYURGA dan DAHSYATnya NERAKA
5. do’a-do’a yang bisa anda panjatkan kepada ALLAH jika anda mengalami kesulitan dalam menjalani program kehidupan ini..
6. dan lain-lain

ARE YOU READY??

jika ada hal-hal yang perlu ditanyakan..anda bisa085749781683

terimakasih,,,n semoga sukses dunia akhirat.

AMIN

siapa saya??
Kenalin nama saya syarifah Tsabitah , klo siang dipanggil syarifah , klo malam dipanggil syarifah .Aq terlahir ke dunia ini dengan membawa banyak sifat buruk…n aku pun menyadari tapi gak taubat-taubat…Tapi klo masalah penampilan fisik Insya Allah buruk juga sih…ups..iya ya ..gak boleh terlalu merendah…ntar malah jadinya Kufur Nikmat..klo gitu Insya Allah aq orangnya ga buruk-buruk amat kok..(tapi itu menurutku)…klo mo lebih kenal dengan aku …add aja di Syarifah@google.com atau liha_cantik@yahoo.co.id



"MUJAHIDAH DARI BUMI JIHAD.."


Aku Wanita Mujahidah Sejati...
Yang tercipta dari tulang rusuk lelaki yang berjihad..
Bilakah khan datang seorang peminang menghampiriku mengajak tuk berjihad..
Kelak ku akan pergi mendampinginya di bumi Jihad..
Aku selalu siap dengan semua syarat yang diajukannya..
cinta Allah, Rasul dan Jihad Fisabilillah
Aku rela berkelana mengembara dengannya lindungi Dienullah
Ikhlas menyebarkan dakwah ke penjuru bumi Allah

Tak mungkin ku pilih dirimu..bila dunia lebih kau damba..
Terlupa kampung halaman, sanak saudara bahkan harta yang terpendam..
Hidup terasing apa adanya.. asalkan di akhirat bahagia..
Bila aku setuju dan kaupun tidak meragukanku..
Bulat tekadku untuk menemanimu..

Aku Wanita mujahidah pilihan..
Yang mengalir di nadiku darah lelaki yang berjihad..
Bilakah khan datang menghampiriku seorang peminang yang penuh ketawadhu`an..
Kelak bersamanya kuarungi bahtera lautan jihad..
Andai tak siap bisa kau pilih..
Agar kelak batin, jiwa dan ragamu tak terusik,
terbebani dengan segala kemanjaanku, kegundahanku, kegelisahanku..
terlebih keluh kesahku..
Sebab meninggalkan dakwah karena lebih mencintaimu..
dan menanggalkan pakaian taqwaku karena laranganmu...

Tak mungkin aku memilihmu...
bila yang fana lebih kau cinta..
Lupa akan kemilau dunia dan remangnya lampu kota..
lezatnya makanan dan lajunya makar durjana..
Meniti jalan panjang di medan jihad..
Yang ada hanya darah dan airmata tertumpah..
serta debu yang beterbangan,
keringat luka dan kesyahidan pun terulang..
Jika masih ada ragu tertancap dihatimu..
Teguhkan `azzam`ku tuk lupa akan dirimu..

Aku wanita dari bumi Jihad..
Dengan sekeranjang semangat berangkat ke padang jihad...
Persiapkan bekal diri menanti pendamping hati, pelepas lelah serta kejenuhan..
tepiskan semua mimpi yang tak berarti...
Adakah yang siap mendamaikan Hati ??????
Karena tak mungkin kulanjutkan perjalanan ini sendiri..
tanpa peneguh langkah kaki.. pendamping perjuangan..
Yang melepasku dengan selaksa do`a..
meraih syahid.. tujuan utama..
Robbi.. terdengar panggilanMu tuk meniti jalan ridhoMu..
Kuharapkan penolong dari hambaMu... menemani perjalanan ini..