flash vortex

Rabu, 18 Januari 2012

Madu dan Racun di Televisi

Gimana, masih seneng nonton tivi? Apa yang kamu tonton? Sinetron? Pantes aja Cinta Fitri, Cinta Indah, Cinta Mutiara, Cinta Bunga, lalu juga ada Intan, Candy, Mutiara, Lia, dan masih seabrek nama tokoh yang dipakai demi mendongkrak rating sinetron. Yupz, kamu semua pasti sudah langsung ngeh bahwa semua nama di atas itu adalah judul sinetron Indonesia yang meskipun berbeda-beda namun satu jua. Satu tema cerita, jalan cerita bahkan ending cerita. Bukan tak mungkin pemainnya juga sama meski beda-beda judul.
Sejenak kemudian, mengikuti laris manisnya Ayat-ayat Cinta, sinetron Indonesia sedikit berubah haluan. Kenapa sedikit? Karena bau reliji sudah mulai tampak dari judulnya. Mulai Munajah Cinta, Assalamualaikum Cinta, Zikir Cinta, Taaruf, Muslimah dan masih banyak judul lain yang mendompleng istilah Islam. Judul boleh Islam, isinya nggak beda dengan dengan yang bukan Islam. Mulai rebutan harta, rebutan pacar (kalo yang judul Islam, rebutan suami), selingkuh, saling caci, teriak-teriak memaki, dan banyak contoh buruk lainnya.
Itu adalah jajaran sinetron Indonesia. Peringkat berikutnya adalah tayangan reality show yang lagi booming gara-gara Termehek-mehek menjadi acara yang diminati pemirsa. Belum lagi acara pencarian bakat yang juga marak semisal Indonesian Idol, Mama Mia Show, KDI, Super Twin dan seabrek acara sejenis lainnya. Terus ada gosip selebriti dan acara musik yang tiap saat siap, bahkan ada chanel khusus untuk mantenginnya. Hmm…bisa dipastikan kamu nggak bakal beranjak dari depan televisi tuh mantengin acara begituan.

TV, sihir gaya baru
Coba kamu perhatikan adek-adek kamu, kakak-kakak kamu, ibu kamu dan ibu-ibu tetangga, juga para pembantu rumah tangga) paling banyak menghabiskan waktu dimana. Jawabnya semua sama, di depan TV. Hampir di tiap rumah selalu ada TV, nggak peduli betapa kecil dan miskinnya rumah itu. Bahkan tak jarang di tiap kamar, ada satu TV tersedia agar mudah nonton sambil tiduran di tempat tidur.
Yupz…TV menjadi berhala baru saat ini. TV menjadi pusat aktivitas dimana aktivitas lainnya mengikuti jadwal tayang sinetron TV atau program Reality Show. Mau belajar, nggak bakal konsentrasi sebelum tahu ending-nya Termehek-Mehek jadi ketemu nggak dengan orang yang dicari. Mau tidur nggak bakal nyenyak sebelum tahu lanjutan kisah cinta Farel dengan Fitri di sinetron Cinta Fitri. Hidup pun menjadi di bawah kontrol TV dan acaranya.
Para remaja jadi hapal kisah hidup sang tokoh sinetron daripada kisah sejati teman sekelas yang ibunya lagi sakit dan tak punya biaya berobat. Kisah cinta si BCL dengan Asraf jauh lebih akrab daripada kesusahan teman sebangku yang nggak bisa beli buku pelajaran. Lirik lagu dari mulai Peter Pan sampai DMasiv semua hapal luar kepala padahal rumus fisika, kimia sampai tenses bahasa Inggris sulit banget ingetnya. Apalagi bisa hapal ayat-ayat al-Quran sebagaimana generasi sahabat dulu, jauh dah. Kita pantas untuk merenung nih.
Berleha-leha di depan TV jauh lebih menarik daripada aktif pada kegiatan yang bermanfaat semisal Karya Ilmiah Remaja dan Rohis (Kerohanian Islam). Bernyanyi-nyanyi menghapal tiap lagu baru yang muncul lebih mengasyikkan daripada melafadzkan Asmaul Husna. Bahkan gaya berbicara para selebritis di TV pun bisa jadi tren. Yang lebih parah adalah apabila gaya hidupnya yang rusak juga diikuti.

TV, penyampai pesan
Sudah banyak bukti bahwa bahasa visual alias TV lebih cepat dalam menyampaikan pesan daripada bahasa verbal berupa omongan dan tulisan. Coba kamu bandingkan daya tahan matamu mantengin buku berisi tulisan dengan TV yang banyak benda warna-warni dan bergerak. Bisa dipastikan biarpun duduk lima jam di depan TV tanpa beranjak semenit pun, kamu bakal kuat. Bahkan ada seorang temen yang dia itu mampu bertahan di depan TV belasan jam tanpa beranjak kecuali kalo mau ke kamar mandi aja. Dan itu berlaku sebalikya ketika kamu pegang buku, bisa dipastikan juga belum lebih lima menit kamu membaca, mata terasa berat dan tubuh jadi lemah lunglai. Ehem…iya apa iya? Ngaku aja deh hehehe...
So, berlomba-lombalah para pemilik modal itu menyampaikan pesan yang dibawanya melalui TV. Walhasil, iklan jadi sebuah keharusan demi berlangsungnya nyawa sebuah stasiun TV. Kamu pingin HP model terbaru, sandal keren buat gaul, baju ngetren keluaran butik tertentu, bahkan coklat merek apa yang sedang kamu makan, itu tak terlepas dari pengaruh iklan. Budaya konsumtif yang suka menghambur-hamburkan harta akhirnya jadi idaman para remaja. Mereka nggak segan-segan jadi cewek bispak (bisa dipake) asal entar pulangnya dibelikan ponsel. Ihhh….nauzhubilah!
Sebuah penelitian yang dilakukan Rand Corporation menunjukkan bahwa program TV mampu memicu tingkat kehamilan pada remaja. Kok bisa? Pasti bisanya kalo tayangan TV yang ada seperti yang kita lihat saat ini. Isinya nggak jauh dari pacaran, pegangan tangan bahkan sampai (maaf) cium bibir dan udah dekat ke arah hubungan seksual. Bahkan anak SD sekarang sudah pada tahu kok istilah ML (Making Love-lah bukan Makan Lemper donk) dan tahapan-tahapan ke arah area terlarang itu. Wiih…memprihatinkan banget.
Tayangan TV jadi nggak netral. Selalu ada nilai-nilai tertentu yang berusaha dipaksakan kepada generasi muda kita. Pola hidup liberal, hedonisme dan permisifisme, foya-foya dan semua yang berhubungan dengan duniawi didorong sedemikian rupa agar ditiru oleh remaja-remaja seusia kamu. Dosa dan mikir akhirat urusan paling belakang. Gawat!

Bersikap bijak terhadap TV
Emang sih, nggak selalu tayangan di TV memberi pengaruh buruk pada para pemirsanya termasuk kamu. Toh, TV kan cuma benda atau alat yang hukumnya mubah alias boleh untuk ditonton. Tapi yang jadi perhatian adalah sejauh mana kecanduan kamu terhadap TV itu sendiri. TV bisa merusak bila benda kotak ini mulai mengambil alih jadwal dalam kehidupanmu. Ia adalah pengendali dan berhala baru yang dipuja dan dirindukan. Ini yang bahaya dan merusak. Inilah yang disebut racun.
Selain mengandung racun, TV juga ada kok sisi manisnya. Tayangan berita di antaranya. Kita jadi tahu apa yang terjadi di belahan bumi lainnya secara live juga berkat media TV. Ketika Palestina dibombardir Zionis Yahudi Israel secara keji, kita jadi ikut merasakan penderitaan saudara-saudara muslim di sana. Anak kecil bersimbah darah, ibu-ibu dan perempuan yang terbunuh dan kilatan api menjilat-jilat akibat serangan udara Israel. Meskipun demikian, kita juga harus selektif terhadap apa yang dikatakan TV tentang hal ini. 
Faktanya mayoritas chanel TV di Indonesia mengacu kepada berita yang dibawa oleh CNN, BCC dan sekutunya. Sudah jelas don mereka ini suka memberi nada miring terhadap perjuangan kaum muslimin yang ingin lepas dari penjajahan. Bom jihad untuk menghancurkan Israel dibilang bom bunuh diri karena putus asa. Israel yang menyerang Palestina dibilang mempertahankan diri. Jadi di sisi ini pun kita kudu selektif terhadap berita TV.
TV juga bisa menjadi sarana pengetahuan misalnya tayangan satwa. Kamu bisa paham tuh tentang pola hidup mulai semut hingga harimau, dan buaya. Bagaimana mereka beranak-pinak, bekerjasama, mencari makan, bertahan hidup, dll. Begitu juga dengan acara yang bersifat petualangan dan menjelajah alam. Intinya tontonlah acara TV yang itu berguna buat kamu dan bukan malah merusak pikiran dan perilakumu.
Sebagus apa pun acara TV, kamu kudu ingat bahwa menonton bukanlah menu utama dalam kehidupanmu. Masih banyak kewajiban lain yang harus kamu tunaikan semisal belajar untuk persiapan pelajaran berikutnya, mengerjakan PR, membantu ortu, ngaji dan dakwah. Jangan sampai karena keasyikan nonton TV, PR jadi terlantar, disuruh ortu jadi malas apalagi membolos ngaji. 
Ingat skala prioritas
Seorang muslim itu tahu hukum tiap perbuatan yang dilakukannya karena itu semua membawa konsekuensi pertanggungjawaban di hadapan Allah Taala. Begitu juga dengan nonton TV, jangan dianggap remeh. Hal yang mubah ketika nonton TV jangan sampai mengalahkan yang sunah apalagi wajib. Nggak perlu juga sampai taraf nyandu, yaitu serasa hidup nggak lengkap sebelum nonton TV, ceilee…segitunya.
Dari segi muatan isi, kamu kudu selektif juga, nggak asal nonton. Agar nggak gampang terpengaruh dan terpedaya, kamu kudu punya filter atau saringan yang oke untuk menangkal hal-hal negatif sebelum masuk ke dirimu. Terus, gimana dong cara mendapatkan filter ini? Nggak bisa tidak kamu kudu paham tentang Islam yang kaaffah alias keseluruhan bukan sebagian-sebagian saja. Kalo kamu sudah punya filter ini, tayangan TV atau hal apa pun itu nggak bakal bikin kamu goyah dan melenceng dari jalan yang benar. Islam kaafah ini nggak cukup kamu dapatkan melalui pelajaran agama di sekolah aja. Itu cuma secuil dari ajaran Islam yang sempurna sebagai the way of life.
Filter ini bisa kamu dapatkan dari kelompok pengajian yang ada di sekitar rumah tempat tinggalmu. Kelompok ngaji yang bukan sekedar baca tulis al-Quran tanpa tahu maknanya. Tapi kelompok ngaji yang benar-benar mengkaji Islam untuk diamalkan dalam kehidupan sehari-hari. Kamu juga bakal bertemu dengan orang-orang yang akan saling mengingatkan dalam kebaikan dan kebenaran. Jadi, ditanggung nggak bakal tersesat deh di tengah hingar bingar hidup di zaman jahiliyah modern ini, insya Allah. 
Kalo udah begini, dijamin deh kamu bisa jadi remaja muslim berkualitas, yaitu cerdas dalam menempatkan skala prioritas dengan ilmu. Karena sungguh, belum pernah ada kisah sukses seseorang karena rajinnya dia menonton TV. Tapi sukses seseorang itu ditentukan dari seberapa aktif dia dalam berperan serta dalam kehidupan. Lha kalo cuma nonton TV dan duduk manis di depannya, nggak perlu sekolah juga semua bisa melakukannya. Nggak perlu ilmu khusus untuk itu. Tapi dunia nggak akan berubah jadi lebih baik dengan hanya mantengin TV terus. Rugi banget kan kalo hidup cuma sekali aja harus disia-siakan waktunya dengan habis menonton TV tanpa henti. 
So, setiap aktivitas pasti punya sisi baik dan buruk. Karena kita udah membicarakan tentang madu dan racunnya tayangan TV kita, maka mulai saat ini sudah harus ada perubahan sikap dong dalam diri kamu. Bisa memilih dan memilah tayangan berguna untuk ditonton adalah sikap remaja cerdas yang syari. Dan saya yakin kamu adalah satu dari sekian banyak remaja cerdas itu. Nah, kalo kamu sudah cerdas dalam menyikapi tayangan TV, jangan diam aja. Ajak teman-temanmu semua untuk sama-sama cerdas dan syari dalam bersikap dan berbuat. Setuju kan, Bro en Sis? So, pasti atuh! [ria: riafariana@yahoo.com]

The leaders of the Jews command their army to kill us in the Golan, Maroun al-Ras and Beit Hanoun, and the rulers of the Muslim lands around Palestine command their armies to kill their own people!

بسم الله الرحمن الرحيم



The 15th of March 2011 - the remembrance day of the usurpation of Palestine - was a long day in the blessed land and its surroundings as the Jewish entity set its army loose on the unarmed people in Palestine, Lebanon and the Golan...killing tens and injuring hundreds, filling the air from smoke from shells, and coloring the pure earth with blood.

Even all this - the sound of bullets, the roar of plans, the rising smoke - was not enough to awaken the rulers of the lands around Palestine from their heedlessness, so that instead of them taking their own people as enemies they would rightfully take those who have usurped Palestine and its surroundings as their enemies. These massacres by the Jewish entity were not enough to return these rulers to their right minds. They are busy in fighting their own people on account of their protesting against oppression and tyranny. These rulers have mobilised tanks, private forces and republican guards against their people, making the cities and villages the battlefield, instead of the frontier of the occupied land in Palestine, Lebanon and the Golan!

O Muslims, O People: these rulers continue to try to deceive Allah (swt) whilst it is Allah who deceives them, on account of their deeds. They say they are the enemies of Zionism and Imperialism, while they oppress and suppress. The people remain silent on their oppression on the pretext that they are in a state of war with the Jewish entity, and that they intend the liberation of Palestine, from the river to the sea. Yet they have done nothing but end up losing the river, the sea and everything in between to the authority of the Jews! They recognised the Jewish entity upon what was usurped of Palestine in 1948, and resigned to negotiation over whatever the enemy is happy to give them of what was usurped in 1967, or what was occupied of the surroundings of Palestine, even without full sovereignty or authority!

Equal, in this, were those who took the path of openly having a peace treaty with the Jews, in disgrace and humiliation, and those who took the path of what was in effect a peace treaty but were referred to as resistors, to the extent that the borders with the Jews of these ‘resistors' in the Golan were even more secure for the Jews than the other frontiers, and to the extent that some of them held that the stability of Syria depends on the stability of the Jewish state!

The state of the rulers has become such that they will not even protect unarmed people moving to touch the soil of the blessed land, which they are prevented from by the Arab rulers before they are prevented therefrom by the rulers of the Jews. Had it not been that the Arab rulers are occupied with moving their armies against their own people, and have therefore left open some of the borders with the Jews, the people would not have even had the opportunity to move towards the occupied blessed land...who would have believed that people are able to reach the Golan whilst the Syrian regime's men and henchmen are near the border?!

O Muslims, O People: the survival of the Jewish state is not due to its power. Rather, it is due to the betrayal of the rulers and their collusion with the disbelieving colonial powers that made this state. Anyone who witnessed what took place in the Golan, Maroun al-Ras, on the checkpoint of Qalandiya and on the outskirts of the Beit Hanoun, and thinks about the agitation and perplexity that hit the leaders of the enemy as they faced defenseless people will realise that this entity is a fragile entity, with crooked foundations, on the way to its downfall. The confusion and agitation did not only affect the Jewish state from the bottom, but indeed all the way to the top. The Prime Minister announced that what had occurred threatened the existence of the state. Defenseless people marching threatened the existence of the state! So how would it be if there was a march from an army preceding these people, purifying for them the Earth from the filth of the oppressing Jews, and allowing the people to return to the blessed land its honour, joyous with the victory from Allah?

How would it be if that happened, and it is an Islamic obligation? Nay, even if it were less than that: an army merely protecting the back of the unarmed marchers, firing back only when they are fired upon? Would the enemy then dare to attack these marchers and kill them?

O Muslims, O Armies that surround the Jewish entity,

How does the blood in your veins not boil whilst you witness the blood of your brothers being spilt? How do you remain silent upon your rulers whilst they do not call on you to fight your enemy who kills your brothers and exploits your land? How do you not fight your enemy but at the same time you fight your own people? Is there not a right-minded man amongst you who would stop these rulers who have sold the land and the people and facilitated for the colonialist disbelievers and the Jews to have authority and control in Palestine and its surroundings?

Do not the words of Allah, the Exalted, invoke fear in you:
وَلاَ تَرْكَنُواْ إِلَى الَّذِينَ ظَلَمُواْ فَتَمَسَّكُمُ النَّارُ وَمَا لَكُم مِّن دُونِ اللّهِ مِنْ أَوْلِيَاءَ ثُمَّ لاَ تُنصَرُونَ
"And incline not to those who do wrong, or the Fire will seize you; and you have no protectors other than Allah, nor shall you be helped." (Hud: 113)

Do you not contemplate on the ahadith of the Messenger of Allah (saw):
"إنَّ الناسَ إذا رأَوا الظَّالم فلم يأخذوا على يديه يوشك أن يَعُمَّهم اللهُ منهُ بعقابٍ"
"When the people see an oppressor and do not prevent him, it is but close that Allah will envelop them all in a punishment from Him." (Ahmad, Abu Dawud)

O Rulers in the Muslim lands: The intelligent one is he who takes heeds from the lessons of others. The events occurring these days are signs for you, if only you took heed. Those more powerful and more repressive than you have gone and been humiliated. Their power and authority did not benefit them. Their henchmen and agents did not stand by them. Even their colonial masters threw them by the side of the road!

Indeed, Hizb ut-Tahrir advises you, even if you are of those who do not like sincere advice!

You have transgressed in respect of your deen, your Ummah, your land, and yourselves:

In respect of your deen: you threw Islam behind your backs, and waged war against the Khilafah and those who work for it, and you sought the rule of taghut whilst you were commanded to reject it.

In respect of your Ummah: you allied with her enemy, the colonial disbelievers and the Jews, and you oppressed her tyrannically.

In respect of your land: you lost Palestine and its surroundings, Kashmir, Cyprus, East Timor, South Sudan, and many other Islamic lands.

In respect of yourselves: you brought yourselves to humiliation and disgrace in this world, and have exposed yourselves to a severe torment in the next.

Thus, if there remains with you any ounce of sensation, you would step down, before you are made to step down and punished by the Khilafah when it is established, by the leave of Allah (swt).

وَلاَ تَحْسَبَنَّ اللّهَ غَافِلاً عَمَّا يَعْمَلُ الظَّالِمُونَ إِنَّمَا يُؤَخِّرُهُمْ لِيَوْمٍ تَشْخَصُ فِيهِ الأَبْصَارُ * مُهْطِعِينَ مُقْنِعِي رُءُوسِهِمْ لاَ يَرْتَدُّ إِلَيْهِمْ طَرْفُهُمْ وَأَفْئِدَتُهُمْ هَوَاء
"Deem not that Allah is unaware of what the wicked do. He but gives them a respite till a day when eyes will stare (in terror), as they come hurrying on in fear, their heads upraised, their gaze returning not to them, and their hearts as air." (Ibrahim: 42-43)
13 Jumada II 1432
 2011/05/16
Hizb-ut Tahrir

Selasa, 17 Januari 2012

BURUH MUSLIM SEDUNIA BERSATULAH



Andai kata bisa memilih, tentu aku tidak memilih lahir di Zaman JAHILLIYAH II ini, aku

memilih lahir di zaman KE=EMASAN yang CERMELANG. Tetapi sekali lagi LAHIR

bukanlah suatu PILIHAN tapi suatu ANUGERAH. Yang harus disambut dengan gembira.

Walaupun harus MELAWAN ZAMAN !!! BENAR dan dengan GAGAH. Kita menantang

ZAMAN BUSUK yang telah JUNGKIR BALIK ini. ALLAHUAKBAR !!!!

JADWAL SHALAT, SHALATLAH SEBELUM DI SHALATKAN


^_^ Ngaji Online ^_^




Senin, 16 Januari 2012

Miras Bebas, Maksiat dan Kejahatan Makin Bablas

[Al Islam 589] Bukannya mencegah kemaksiatan, pemerintah malah memberikan jalan bagi suburnya kemaksiatan dan kerusakan di tengah masyarakat. Lihatlah, pemerintah justru mencabut perda yang melarang miras (minuman keras).
Setidaknya ada sembilan perda miras yang diminta untuk dicabut oleh kemendagri. Diantaranya, Perda Kota Tangerang No. 7/2005 tentang Pelarangan, Pengedaran, dan Penjualan Minuman Beralkohol; Perda Kota Bandung No. 11/2010 tentang Pelarangan, Pengawasan, dan Pengendalian Minuman Beralkohol; dan Perda Kabupaten Indramayu No. 15/2006 tentang Larangan Minuman Beralkohol.
Keputusan itu memicu protes dan penolakan dari banyak pihak. Keputusan pencabutan itu dianggap kontraproduktif terhadap upaya mengatasi kerusakan moralitas dan maraknya kejahatan di tengah masyarakat. Protes keras juga datang dari sejumlah Pemda yang telah mengeluarkan perda miras.
Melawan Hukum Lebih Tinggi?
Kemendagri beralasan pencabutan perda-perda miras itu karena menyalahi aturan yang lebih tinggi, yaitu Keppres No. 3 Tahun 1997 tentang Pengawasan dan Pengendalian Minuman Beralkohol. Sejak perda dinyatakan batal maka dalam waktu paling lama 15 hari harus dicabut dan tak diberlakukan. Seperti diberitakan pikiran-rakyat.com (31/11/11), melalui surat nomor: 188.34/4561/SJ tertanggal 16 November 2011, Mendagri meminta perda miras kabupaten Indramayu segera dicabut dalam waktu 15 hari sejak 16 November.
Alasan bertentangan dengan Keppres No. 3 Tahun 1997 itu terkesan dipaksakan. Keppres itu dikeluarkan pada era orde baru yang sarat masalah. Mestinya Keppres bermasalah itu yang harus dicabut. Sebab Keppres itulah yang justru menjadi biang kerok maraknya peredaran miras di tengah masyarakat. Apalagi adanya Keppres ini berarti menghalalkan perkara yang jelas-jelas diharamkan Allah SWT. Lebih tinggi mana hukum Allah SWT dibanding keputusan presiden? Mana yang lebih baik, hukum Allah SWT atau hukum jahiliyah yang bersumber dari hawa nafsu manusia yang rakus?
Motif Bisnis Haram
Aroma kuatnya pengaruh bisnis miras pun menyeruak. Sudah lama para pengusaha miras mengeluhkan kesulitan memasarkan produk mereka karena adanya perda pelarangan miras dan menambah jumlah produksi miras akibat pembatasan produksi. Padahal Indonesia dianggap pangsa pasar miras potensial. Menurut catatan Gabungan Industri Minuman Malt Indonesia (GIMMI) orang Indonesia mengkonsumsi 100 juta liter bir pertahun. Jumlah konsumen minuman keras domestik terus meningkat 3-4 % pertahun, belum lagi dengan bertambahnya kunjungan wisatawan asing. Maka pengusaha miras ingin agar pembatasan miras dilonggarkan dan kuota produksinya ditambah.
Keputusan kontroversial Kemendagri ini menjadi jalan bagi mulusnya bisnis miras itu. Selama ini yang pertama-tama menentang perda larangan miras adalah pengusaha miras. Perda miras kabupaten Indramayu misalnya, sempat digugat oleh kalangan pengusaha minuman beralkohol dan miras. Namun gugatan tersebut ditolak oleh MA.

Sumber Kejahatan
Pencabutan perda miras ini menambah keberpihakan pemerintah pada bisnis haram ini. Dua tahun silam pemerintah sudah menetapkan miras terbebas dari Pajak Pertambahan Nilai dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPN dan PPnBM). Hal ini menunjukkan lagi-lagi pemerintah lebih memikirkan kepentingan segelintir pengusaha bejad yang hanya memikirkan uang, dibanding keselamatan dan moralitas masyarakat. Padahal semuanya sudah tahu dan terbukti, miras pangkal berbagai macam kejahatan. Baru-baru ini, seorang ibu diperkosa di sebuah angkot di Depok, dan pelakunya diberitakan dalam keadaan mabuk. Kejahatan seperti ini sering terjadi. Polres Minahasa Utara mencatat, dari 969 kasus kejahatan dan KDRT sepanjang 2011 di wilayahnya dipicu oleh minuman keras (TRIBUNMANADO.CO.ID, 5/1/2012).
Polda Sulawesi Utara juga melaporkan sekitar 70 % tindak kriminalitas umum di Sulawesi Utara terjadi akibat mabuk setelah mengonsumsi miras. Kabid Humas Polda Sulut Ajun Komisaris Besar Benny Bela di Manado mengatakan, masih tingginya tindak kriminalitas di daerah itu disebabkan oleh minuman keras. Diperkirakan 65-70 % tindak kriminalitas umum di daerah itu akibat mabuk minuman keras. Selain itu sekitar 15 persen kecelakaan lalu lintas juga akibat pengaruh minuman keras. (lihat, kompas.com, 21/1/2011).
Miras juga menjadi pemicu beberapa tawuran massal seperti yang pernah terjadi di beberapa daerah dan hingga menyebabkan sejumlah korban tewas. Begitu juga tak sedikit orang yang tewas setelah menenggak miras.
Maka sungguh aneh bila pemerintah justru mencabut perda miras yang sebenarnya masih terlalu longgar itu. Padahal fakta yang ada sejak perda miras diberlakukan terjadi penurunan angka kriminalitas, bahkan sampai 80 % seperti di Bulukumba. Di Indramayu dan Tangerang penerapan perda miras berhasil mengurangi angka kriminalitas secara nyata.
Apalagi, perda-perda itu sebelumnya sudah dikonsultasikan ke tingkat provinsi dan bahkan ke Kemendagri dan dinilai tidak masalah. Perda anti miras itu didukung dan diterima oleh masyarakat. Perda itu juga dihasilkan melalui proses demokratis dan disetujui oleh DPRD setempat. Sekali lagi, pencabutan perda miras ini makin menunjukkan keanehan demokrasi. Kalau benar-benar memperhatikan suara rakyat seharusnya perda miras yang dihasilkan secara demokratis itu diterima. Kenapa malah ditolak dan dianggap tidak demokratis?
Aroma anti syariah Islam pun muncul dibalik ini . Mengingat selama ini, perda-perda seperti ini kerap digugat kelompok sekuler liberal karena dianggap kental dengan syariah Islam. Mereka menuding syariah Islam mengancam negara. Tudingan yang tidak masuk akal. Bagaimana mungkin syariah Islam yang bersumber dari Allah SWT yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang disebut membahayakan masyarakat? Bagaimana mungkin aturan Allah SWT yang melarang miras yang menjadi salah satu sumber kejahatan dianggap membahayakan masyarakat ?
Syariah Islam Membabat Miras, Menyelamatkan Umat
Islam dengan tegas mengharamkan khamr. Allah SWT berfirman:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِنَّمَا الْخَمْرُ وَالْمَيْسِرُ وَالْأَنصَابُ وَالْأَزْلَامُ رِجْسٌ مِّنْ عَمَلِ الشَّيْطَانِ فَاجْتَنِبُوهُ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ
Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya (meminum) khamar, berjudi, berkorban untuk berhala, mengundi nasib dengan panah, adalah termasuk perbuatan syaitan. Maka jauhilah perbuatan-perbuatan itu agar kamu mendapat keberuntungan. (QS. al-Maidah [5]: 90)
Syaikh Ali ash-Shabuniy di dalam Tafsir ayat al-ahkam (I/562) menyatakan bahwa ayat berikutnya menyebutkan berbagai keburukan untuk mengisyaratkan bahaya yang besar dan kejahatan materi dari kriminalitas perjudian dan meminum khamr. Allah berfirman (yang artinya): Sesungguhnya syaitan itu bermaksud hendak menimbulkan permusuhan dan kebencian di antara kamu lantaran (meminum) khamar dan berjudi itu, dan menghalangi kamu dari mengingat Allah dan shalat; maka berhentilah kamu (TQS al-Maidah [5]:91)
Rasul saw. juga sudah memperingatkan:
« اِجْتَنِبُوْا الْخَمْرَ فَإِنَّهَا مِفْتَاحُ كُلِّ شَرٍّ »
Jauhilah khamr, karena sesungguhnya ia adalah kunci semua keburukan (HR. al-Hakim dan al-Baihaqi)
Islam memandang, meminum khamr merupakan kemaksiyatan besar dan pelakunya harus dijatuhi sanksi had. Had meminum khamr adalah dijilid empat puluh kali dan bisa ditambah. Ali bin Abi Thalib mengatakan:
« جَلَدَ النَّبِىُّ أَرْبَعِينَ وَجَلَدَ أَبُو بَكْرٍ أَرْبَعِينَ وَعُمَرُ ثَمَانِينَ وَكُلٌّ سُنَّةٌ »
Nabi saw menjilid (orang yang meminum khamr) 40 kali, Abu Bakar menjilidnya 40 kali dan Umar menjilidnya 80 kali, dan semua adalah sunnah (HR Muslim)

Islam juga mengharamkan semua hal yang terkait dengan khamr (miras), termasuk produksi, penjualan, kedai dan hasil darinya, dsb. Rasul saw bersabda:
« لَعَنَ اللَّهُ الْخَمْرَ وَلَعَنَ شَارِبَهَا وَسَاقِيَهَا وَعَاصِرَهَا وَمُعْتَصِرَهَا وَبَائِعَهَا وَمُبْتَاعَهَا وَحَامِلَهَا وَالْمَحْمُولَةَ إِلَيْهِ وَآكِلَ ثَمَنِهَ »
Allah melaknat khamr dan melaknat orang yang meminumnya, yang menuangkannya, yang memerasnya, yang minta diperaskan, yang membelinya, yang menjualnya, yang membawakannya, yang minta dibawakan, yang makan harganya (HR. Ahmad).
Karena itu sistem Islam akan melarang produksi khamr (miras), penjualannya, tempat-tempat yang menjualnya, peredarannya dsb. Orang yang melanggarnya berarti melakukan tindakan kriminal dan dia harus dikenai sanksi ta’zir.
Dengan semua itu, syariah Islam menghilangkan pasar miras, membabat produksi miras, penjualan, peredarannya dan tempat penjualannya di tengah masyarakat. Dengan itu Islam menutup salah satu pintu semua keburukan. Islam menyelamatkan masyarakat dari semua bahaya yang mungkin timbul karena khamr.
Wahai Kaum Muslim
Pencabutan perda miras ini menunjukkan kebobrokan pemerintah. Pemerintah justru telah memberikan jalan bagi maraknya kejahatan dan kemaksiatan di tengah masyarakat. Sekaligus semakin membuktikan bahwa masyarakat yang bebas dari bahaya khamr (miras) tidak akan terwujud dengan sistem kapitalisme demokrasi. Sistem Kapitalis-Demokrasi hanya memikirkan pemilik modal, hanya memikirkan perut dan materi segelintir pengusaha rakus. Sistem ini tidak akan memberikan kebaikan sedikitpun kepada manusia.
Bahaya khamr dan semua keburukan akibat khamr hanya akan bisa dihilangkan dari masyarakat dengan penerapan syariah Islam secara utuh. Karena itu impian kita akan masyarakat yang tenteram, bersih, bermartabat dan bermoral tinggi, hendaknya mendorong kita melipatgandakan perjuangan untuk menerapkan syariah Islam dalam bingkai Sistem Politik yang telah ditetapkan oleh Islam yaitu Khilafah ‘ala minhaj an-nubuwwah. Wallâh a’lam bi ash-shawâb. []

Komentar Al Islam:

BURT DPR: Proyek Toilet DPR Rp 2 M Bisa Dibatalkan (detik.com, 9/1/2012).
Komentar:
1.       Innalillahi wa inna ilayhi rajiun, sampai urusan buang kotoran pun anggota parlemen masih juga mau bermewah-mewah, padahal di Indonesia masih ada tunawisma sebanyak 25.662 orang dan pengemis 175.478 orang.
2.       Rencana itu menunjukkan sifat asli rakus kemewahan. Bila diributkan baru merasa malu, tapi bila tidak maka maju terus pantang mundur. Itulah produk sistem politik demokrasikapitalisme.
3.       Politisi dan penguasa yang sederhana dan peduli kepentingan rakyat hanya bisa diwujudkan oleh sistem politik mengutamakan pemeliharaan urusan rakyat, itulah Sistem Islam

Hasil survei Lembaga Survei Indonesia (LSI) yang menempatkan kinerja lembaga penegakan hukum kurun waktu 2011 jeblok hingga 44 persen (inilah.com, 9/1/2012).
Komentar:
1.       Hukum buatan manusia memang tidak pernah berpihak pada keadilan, melainkan kepada yang membayar.
2.       Hanya hukum Islam yang menjamin keadilan sempurna bagi setiap manusia tanpa pandang bulu dan agama.

Inilah Akal Bulus Mafia Selundupkan Barang Haram Miras


  • JAKARTA – Mau tahu akal bulus dan modus mafia minuman keras (miras) menyelundupkan barang haram itu selama ini? Rupanya, untuk mendapat keuntungan yang berlipat ganda, dan menghindari pajak tinggi, mara mafia miras itu acapkali mengakali para petugas bea-cukai. Modus itu terbongkar, saat Jonny Abbas, seorang bandar miras, disidang di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, awal tahun 2011 lalu.   
    Minuman keras  merek Jack D di Singapura misalnya, dijual sekitar $ Sing 40 atau sekitar Rp 280 ribu. Namun setelah masuk di Indonesia bisa dijual Rp 600 ribu - Rp 1,5 juta. Mafia mana yang tidak tergiur.

    Untuk bisa mereguk uang haram, langkah pertama, penyelundup memasukan Black Berry (BB), miras atau barang lainnya ke dalam kontainer dengan manifest barang fiktif. Dalam manifest, penyelundup mencantumkan identitas barang fiktif seperti tekstil, makanan, barang pecah belah atau lainnya.
    Selanjutnya, barang akan dikirim oleh orang yang mempunyai account di PortNet dan password di Singapore Port. Orang ini atau biasa disebut broker, akan berhubungan dengan pejabat Custom Singapore untuk meloloskan barang dengan manifest palsu.

    Langkah kedua, broker ini menggunakan alamat pengirim fiktif dan penerima barang fiktif. Nama penerima barang fiktif ini disesuaikan dengan data manifest barang untuk mengelabui KPU Bea Cukai. Contoh, jika barang dilaporkan sebagai tekstil maka penerima barang di buat nama fiktif Texmaco Indonesia.

    Ketiga, pihak penerima barang di pelabuhan Indonesia mengakali pengamanan berlapis pihak bea cukai. Jika sukses, maka barang illegal tersebut segera dibawa ke gudang penadah. Dari gudang inilah, barang akan didistribusikan ke berbagai pasar di Indonesia. Dan mungkin salah satu barangnya kini di tangan anda.

    Lantas, bagaimanakah jika ternyata barang selundupan ini tercium aparat bea cukai Indonesia dan ditahan Bea Cukai? Pertama, broker akan main mata dengan petugas bea cukai supaya barangnya bisa dikembalikan ke negara asal (re-ekspor). Jika sukses, barang langsung dikirim balik.

    Jika gagal, penyelundup mengambil langkah kedua, yakni penyelundup akan menggugat Bea Cukai lewat jalur hukum bahkan sampai ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN). Setelah broker mengantongi putusan hakim yang membolehkan re-ekspor, maka broker akan langsung meminta barang dikirim kembali.

    Ketiga, untuk mengembalikan barang ke negara asal, broker meminta bantuan jasa ekspedisi lokal. Di sinilah muncul Jonny Abbas yang me-re-ekspor 30 kontainer illegal. Usai kontainer sampai di negara asal, para penyelundup buru-buru menyelamatkan barang miliknya. Dan mereka segera menyusun lagi strategi untuk bisa menyelundupkan barang ke Indonesia.
    Direktur Industri Minuman dan Tembakau Direktorat Jenderal Industri Agro dan Kimia Kementerian Perindustrian Warsono pernah mengatakan, beberapa peraturan daerah sengaja dikeluarkan untuk melarang beredarnya minuman beralkohol itu. "Padahal pemerintah tidak pernah melarang peredaran minuman beralkohol, hanya mengendalikan. Kalau ada perda di daerah tertentu yang melarang beredar berarti aturan itu tidak sesuai," kata Warsono di kantor Kementerian Perindustrian. Desastian
  • Umat Islam Aceh Tolak Pendirian Hotel & Mal Dekat Masjid Baiturrahman

    Posted: Sun, 15 Jan 2012 17:58:11 PST

    BANDA ACEH - Masjid Raya Baiturrahman Banda Aceh, merupakan Masjid yang memiliki lembaran sejarah tersendiri, yang kini merupakan Masjid Negara yang berada di jantung kota Propinsi Nanggro Aceh Darussalam. Nama Masjid Raya Baiturrahman ini berasal dari nama Masjid Raya yang dibangun oleh Sultan Iskandar Muda pada tahun 1022 H/1612 M.
    Mesjid raya ini memang pertama kali dibangun oleh pemerintahan Sultan Iskandar Muda, namun telah terbakar habis pada agresi tentara Belanda  kedua pada bulan shafar 1290/April 1873 M, dimana dalam peristiwa tersebut tewas Mayjen Khohler yang kemudian diabadikan tempat tertembaknya pada sebuah monument kecil dibawah pohon ketapang/geulumpang dekat pintu masuk sebelah utara mesjid. Kemudian pada tahun 1875 Belanda membangun kembali masjid tersebut sebagai penggantinya.
    Masjid Raya Baiturrahman ini mempunyai nilai yang tinggi bagi rakyat Aceh, karena sejak Sultan Iskandar Muda sampai sekarang masih berdiri megah di tengah jantung kota Banda Aceh. Mesjid Raya ini mempunyai berbagai fungsi selain shalat, yaitu tempat mengadakan pengajian, perhelatan acara keagamaan masyarakat muslim Aceh, tempat berteduh bagi warga kota serta para pendatang, juga menjadi salah satu obyek wisata Islami.
    Ketika terjadi gempa dan tsunami 26 Desember 2004 yang menghancurkan sebagian wilayah Aceh, mesjid ini manjadi bukti kebesaran Allah karena selamat tanpa kerusakan yang berarti dan banyak warga kota yang selamat di sini serta menjadi tempat pengungsian.
    Kawasan lingkungan sekitar mesjid ini juga dijadikan kawasan syari'at Islam yang harusnya tetap dijaga dan tidak dikotori oleh perbuatan-perbuatan yang melecehkan mesjid serta melanggar syariat Islam.
    Umat Islam Aceh Menolak Pembangunan Hotel dan Mal di Samping Masjid Baiturrahman
    Akhir-akhir ini beredar isu di tengah masyarakat Aceh bahwa di sekitar masjid Baiturrahman rencananya akan dibangun hotel Best Western.
    Tentu saja hal ini sangat meresahkan warga Aceh yang dikenal kuat memegang syari’at Islam. Mereka tak ingin wilayah masjid bersejarah ini nantinya dikotori maksiat dan penuh hiruk pikuk hedonisme.
    Jum’at (13/1/2012) kemarin ribuan umat Islam Aceh menorehkan tandatangan di atas kain putih sepanjang 200 meter, sebagai bentuk penolakan terhadap rencana pembangunan sebuah hotel dan mal di samping masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh.
    Kain putih dibentangkan di pagar lokasi yang direncanakan dibangun hotel Best Western, dan ratusan orang telah menorehkan tandatangan penolakannya, kata juru bicara Koalisi Peduli Masjid Raya Baiturrahman (KPMRB) Adi Usman Musa di Banda Aceh, Jumat (13/1).
    Di lokasi bekas bangunan "Geunta Plaza", yang berdampingan dengan Masjid Raya Baiturrahman, yang berada di pusat Kota Banda Aceh, itu juga direncanakan dibangun mal.
    Kain putih yang dibentangkan di lokasi rencana pembangunan hotel dan mal itu ditandatangani jamaah shalat Jum’at, termasuk masyarakat yang melintas di ruas jalan padat di Kota Banda Aceh tersebut.
    "Kain putih ini merupakan bantuan dari para pedagang di pasar tradisional Pasar Atjeh, yang memang ada kekhawatiran jika hotel dan mal dibangun di samping masjid ini akan berdampak luas terhadap usaha mereka," kata anggota KPMRB Adli Abdullah.
    Selain kain putih untuk menggalang tandatangan warga juga terpampang puluhan spanduk berukuran 1x2 meter yang dipasang di dinding pagar Masjid Raya Baiturrahman. Spanduk itu berisi penolakan rencana pembangunan hotel dan mal di samping masjid tersebut.
    Sekjen Himpunan Ulama Dayah Aceh (HUDA) Tgk Faisal Ali menyatakan pihaknya bukan menentang pembangunan hotel dan mal di Aceh, tapi yang disesalkan kenapa harus di samping masjid Raya Baiturrahman.
    "Kami tidak menolak investasi masuk ke Aceh, tapi tidak pada tempatnya jika hotel dan mal berdiri didekat masjid, sebab secara otomatis akan mengganggu aktivitas masyarakat muslim menunaikan ibadah," jelasnya.
    Sehari sebelumnya elemen mahasiswa sudah menyuarakan penolakan pembangunan hotel dan mal di dekat masjid Baiturrahman. Puluhan orang mahasiswa IAIN Ar Raniry Banda Aceh berunjuk rasa di gedung DPRK dan balai kota menolak pembangunan hotel di depan Masjid Raya Baiturrahman, Kamis (12/1/2012). Dalam aksi itu mahasiswa mengusung spanduk bertuliskan "Mahasiswa IAIN menolak pembangunan Best Westren Hotel", serta "Pembangunan hotel mencoreng syariat Islam", dan beberapa tulisan lainnya.
    Presiden Mahasiswa IAIN Ar Raniry Fakhrul Radhi dalam orasinya di DPRK Banda Aceh mengatakan tidak selayaknya hotel dibangun di depan Masjid Raya Baiturrahman. "Jika hotel tersebut dibangun, sama saja memberi peluang terjadinya kemaksiatan. Sungguh ironis jika kemaksiatan itu terjadi di dekat sebuah masjid yang memiliki nilai historis bagi rakyat Aceh," ujarnya.
    Apalagi, kata dia, Pemerintah Kota Banda Aceh sepertinya tidak mampu memberantas kemaksiatan yang terjadi di sejumlah hotel di ibu kota Provinsi Aceh. "Kalau hotel ini tetap dibangun, siapa yang berani menjamin di tempat itu tidak terjadi kemaksiatan. Tidak seorang pun. Dan ini akan mencoreng syariat Islam di Kota Banda Aceh," katanya.
    Belum Ada Izin IMB untuk Hotel dan Mal di Samping Masjid Baiturrahman
    Sementara itu pihak Kepala Seksi Pelayanan Informasi dan Pengaduan Kantor Pelayanan Terpadu Satu Pintu (KPTSP) Kota Banda Aceh, Ahmad Putera, di Banda Aceh, menyatakan sampai saat ini, pihaknya belum menerima permohonan untuk rencana pembangunan hotel tersebut.
    Ahmad menjelaskan proses penerbitan IMB untuk jenis usaha hotel itu tidak mudah. Hal tersebut belum tentu dapat diterbitkan jika kajian instansi teknisnya ternyata menunjukkan bangunan hotel tersebut tidak layak.
    "Kalau aturannya di KPTSP, proses penerbitan IMB itu waktunya 14 hari. Namun, hal itu tidak mutlak untuk dikeluarkan,'' katanya. ''Karena jika instansi teknis tidak merekomendasikan, maka izinnya juga tidak dapat dikeluarkan.''
    Instansi teknis yang akan melakukan kajian aspek teknis terkait dengan pendirian hotel tersebut yakni Dinas Pekerjaan Umum. Mereka akan melakukan kajian mengenai struktur, daya dukung tanah, dan bestek bangunan.
    Sementara itu, Dinas Perhubungan akan melakukan kajian dampak lalulintas dan perparkiran. Dinas Kebersihan dan Pertamanan juga akan mengkaji mengenai apakah bangunan hotel tersebut merusak estetika dan keindahan kota. ''Jadi, semua hal akan dikaji dan hasil kajian teknis tersebut akan menjadi pertimbangan utama KPTSP untuk menerbitkan IMB,'' ujar Ahmad.
    Semoga pemerintah benar-benar memperhatikan aspirasi umat Islam Aceh. Dari kejadian di atas juga bisa diambil pelajaran sudah semestinya pembangunan seperti mal maupun hotel tidak berada di dekat masjid yang dapat mengganggu kekhusyu’an umat Islam dalam beribadah dan menutup syi’ar Islam. (widad/dbs)
  • Meski Diteror Kaum Salibis, Tomy Berlian Teguh Masuk Islam

    Posted: Sun, 15 Jan 2012 17:57:12 PST

    AMBON, MALUKU  - Di tengah kondisi Ambon yang kerap dilanda konflik agama antaraIslam dan Kristen, ternyata tidak menyurutkan langkah Tomy Berlian Sampulawa (28 tahun) untuk memeluk Islam.

    Tomy yang sebelumnya beragama Nasrani sebenarnya telah memiliki keinginan untuk masuk Islam sejak tahun 1997 namun keinginanya tersebut dihalangi oleh ibunya.

    Ayah Tomy yang bernama Dahlan sebelumnya adalah seorang Muslim yang kemudian murtad setelah dipaksa menikah dengan ibu Tomy yang beragama kristen. Dahlan sendiri sudah meninggal dalam keadaan sebagai pemeluk Nasrani.

    Sebelum Tomy, kakaknya Siti Rahmah, juga telah masuk Islam terlebih dahulu sekitar sepuluh tahun yang lalu.

    Keinginan Tomy untuk masuk Islam sudah sejak lama disampaikan kepada Pamannya yang bernama Zainudin yang bermukim di desa Batu merah Ambon. Dan sejak Tomy memiliki niat untuk memeluk agama Islam ia tidak lagi pernah pergi ke gereja untuk mengikuti kebaktian. Tomy pun lebih banyak bergaul dengan orang-orang Islam terutama yang masih memiliki hubungan keluarga dengan dirinya.

    Perubahan sikap Tomy yang tidak lagi mau pergi ke gereja dan bahkan juga tidak mau mengikuti perayaan Natal membuat teman-temannya yang beragama Nasrani mulai mencurigai Tomy kalau ia telah menjadi Muslim

    Kecurigaan para salibis tersebut juga karena mereka mengetahui ayah Tomy sebelumnya adalah seorang muslim dan kakak Tomy telah menjadi Muslim.
    ..Sejak ada indikasi bahwa Tomy akan masuk Islam maka teman-teman Tomy yang nasrani mulai berubah sikap dan bahkan memusuhi..
    Sejak ada indikasi bahwa Tomy akan masuk Islam maka teman-teman Tomy yang nasrani mulai berubah sikap dan bahkan memusuhi. Menurut Tomy, seperti yang disampaikannya kepada voa islam, beberapa kali ia mengalami teror dan percobaan pengeroyokan oleh massa Kristen.

    Diantara upaya teror dan pengeroyokan tersebut adalah ketika ia sedang membeli materai di sebuah toko di jalan Said Parintah tiba-tiba ada beberapa orang Kristen yang meneriakinya pencuri. Provokasi ini bertujuan untuk mengundang massa agar melakukan pengeroyokan terhadap Tomy. Beruntung Tomy dengan cepat memacu kendaraannya menyelamatkan diri dari upaya pengeroyokkan tersebut dan membatalkan niatnya untuk membeli materai.

    Di lain waktu ketika Tomy melintas di daerah Nasrani ia diteriaki oleh beberapa orang dengan memanggilnya "Yudas".

    Ketika terjadi kerusuhan pada tanggal 11 September 2011 lalu upaya untuk mencelakai Tomy kembali dilakukan oleh para salibis.
    Ketika Tomy melintas di daerah Paradais (wilayah Kristen) beberapa orang meneriakinya "itu Acang" (Acang adalah sebutan untuk orang Muslim Ambon yang berasal dari kata/nama Hasan-Red).
    Tujuan dari teriakan ini adalah sebagai provokasi agar masyarakat Kristen mencegat dan mencelakai Tomy.

    Perlu diketahui bahwa ketika terjadi konflik atau kerusuhan antara umat Islam dan Kristen di Ambon maka secara otomatis wilayah kedua komunistas agama tersebut akan terpisah sehingga tidak ada interaksi antara kedua belah pihak.

    Alhamdulillah, meski teror dan ancaman terhadap dirinya berulang kali terjadi, niat Tomy untuk masuk Islam tetap bulat dan tidak tergoyahkan.
    ..Alhamdulillah, meski teror dan ancaman terhadap dirinya berulang kali terjadi, niat Tomy untuk masuk Islam tetap bulat dan tidak tergoyahkan..
    Maka pada hari Jum'at 13 Januari 2012 pukul 13.30 WIT paman Tomy yang bernama Zainudin menghubungu voa islam agar bersedia membimbing Tomy mengucapkan 2 Kalimat Syahadat sebagai pernyataan masuk Islam. Zainudin juga meminta kesedian voa islam untuk membimbingnya mengajarkan Islam kepada Tomy setalah masuk Islam nantinya.

    Akhirnya bertempat di rumah bibi dari Tomy yang bernama Nurlela di perumahan BTN Manusela desa Batu Merah, pada hari Jum'at 13 Januari 2012 pukul 17.45 WIT dengan bimbingan voa islam, Tomy mengikrarkan dua kalimat syahadat sebagai tanda ia telah masuk Islam.

    Pada kesempatan tersebut Tomy juga mengganti namanya menjadi Taufiqurrahman Sampulawa dan berniat untuk dikhitan.

    Untuk menghindari ancaman dan teror terhadap Taufiqurrahman  dari para salibis maka  Zainudin berinisiatif untuk mengajak Taufiqurrahman tinggal di rumahnya di daerah STAIN Batu Merah. Hal tersebut juga untuk memudahkan pembimbingan dan pengajaran tentang Islam kepada Taufiqurrahman.

    Dalam perbincangan Taufiqurrahman dengan voa islam sesaat setelah ikrar dua kalimat syahadat ia mengatakan bahwa yang menyebabkan ia tertarik  masuk Islam adalah ia melihat ajaran Islam yang mengajarkan adab sopan santun dan kebersihan. Yang mana hal tersebut tidak ia jumpai dalam ajaran Kristen yang selama ini ia anut.

    Keislaman Tomy disambut gembira oleh keluarga besar dari ayahnya yang Muslim. Sesaat setelah keislamannya beberapa keluarga besarnya menghubungi Tomy lewat ponsel memberikan ucapan selamat.

    Mudah-mudahan Keislaman Taufiqurrahman dikuatkan oleh Allah Subhanahu Wata'ala serta diberi kemudahan dalam mempelajari dan memahami Islam...Amiin. (AF)
  • Populasi Pemukim Yahudi Israel Naik 4,3 Persen pada Tahun 2011 di Tepi Barat

    Posted: Sun, 15 Jan 2012 17:55:40 PST


    Jumlah pemukim Israel yang tinggal di Tepi Barat pada akhir tahun 2011 naik menjadi 4,3 persen dibandingkan dengan tahun sebelumnya, mencapai 342.414, seorang anggota parlemen Israel mengatakan dalam sebuah pernyataan hari Minggu kemarin (15/1).
    Mengutip data resmi yang diperoleh dari Kementerian Dalam Negeri Israel, Yaakov Katz dari sayap kanan Partai Nasional mengatakan sekarang ada lebih dari 700.000 warga Israel tinggal di daerah yang diduduki oleh Israel pada tahun 1967, termasuk Yerusalem Timur dan Dataran Tinggi Golan.
    Katz mengatakan sekitar 300.000 orang Yahudi kini tinggal di Yerusalem Timur, bersama dengan 20.000 lainnya di Golan, keduanya di luar apa yang disebut Garis Hijau, garis gencatan senjata yang disepakati setelah Perang Arab-Israel 1948.
    60.000 Yahudi Israel lainnya belajar di lembaga-lembaga di pemukiman Tepi Barat, yang berarti saat ini ada 720.000 orang Yahudi tinggal di luar Garis Hijau," kata Katz.
    Katz mengatakan kenaikan 4,3 persen di Tepi Barat sangat rendah dibandingkan dengan tahun 2009, ketika jumlah pemukim yahudi melompat dengan tujuh persen dari tahun sebelumnya.
    Ia juga menunjukkan bahwa pertumbuhan terjadi terutama di daerah di mana lahan dimiliki oleh dewan daerah, bukan di "blok permukiman" dan kota-kota atau dewan lokal, di mana Departemen Pertahanan harus menyetujui setiap konstruksi baru di sana.(fq/afp)

Laknatullah,.Capres AS Rick Perry Bela Marinir AS yang Kencingi Mayat Pejuang Taliban

Posted: Sun, 15 Jan 2012 17:54:26 PST

Calon presiden AS dari Partai Republik, Rick Perry, mengatakan insiden Marinir AS yang mengencingi mayat pejuang Taliban di Afghanistan hanya sebuah contoh dari kenakalan anak-anak.
"Jelas anak-anak berusia 18 hingga19 tahun terlalu sering membuat kesalahan bodoh dan itulah apa yang terjadi di sini," ujar Perry dalam sebuah wawancara dengan CNN pada hari Minggu kemarin (15/1).
Gubernur Texas itu juga menuduh pemerintahan Presiden AS Barack Obama terlalu lebay dalam beretprika dan sehingga menghina militer dalam kecamannya terhadap insiden tersebut.
"Anak-anak membuat kesalahan, tidak ada keraguan tentang hal itu. Mereka seharusnya tidak melakukannya, itu buruk - tetapi untuk menyebutnya sebagai tindakan kriminal, saya pikir hal tersebut terlalu jauh," tambah Perry.
Rekaman, yang telah diposting di situs berbagi video, YouTube, serta situs-situs lain pada Rabu pekan lalu, menunjukkan empat anggota Korps Marinir AS membuat lelucon cabul, saat mengincingi jasad tiga pejuang Taliban.
Insiden ini juga membangkitkan sentimen anti-AS di Afghanistan setelah lebih dari satu dekade perang di negara tersebut.(fq/prtv)

Inilah Demokrasi: 2012, Anggaran Belanja DPR Sebesar Rp2,94 Triliun, Gila!


JAKARTA, - Untuk tahun 2012 DPR memiliki anggaran belanja sebesar Rp2,94 triliun. Anggaran belanja tersebut terdiri dari anggaran belanja Sekretariat Jenderal DPR sebesar Rp857,13 miliar dan anggaran belanja dewan sebesar Rp2,09 triliun.
Hal itu terungkap dari lampiran Keputusan Presiden Nomor 32 Tahun 2011 tentang Rincian Anggaran Belanja Pemerintah Pusat Tahun Anggaran 2012.
Dari anggaran belanja tersebut, sebanyak Rp 709,63 miliar dialokasikan untuk program peningkatan sarana dan prasarana aparatur DPR.
Jika dirinci program peningkatan sarana dan prasarana aparatur DPR, terdiri dari perencanaan dan pengawasan sebesar Rp11,07 miliar, penyelenggaraan administrasi keuangan, pengelolaan barang milik negara, dan perjalanan dinas Rp334,45 miliar, pengadaan perlengkapan sarana dan prasaran kantor Rp104,73 miliar, dan pemeliharaan dan penatausahaan sarana dan prasarana gedung Rp259,38 miliar.
Program-program lainnya yang masuk dalam anggaran belanja DPR adalah program dukungan manajemen dan pelaksanaan tugas teknis lainnya Rp147,51 miliar, program pelaksanaan fungsi legislasi DPR Rp501,25 miliar, program pelaksanaan fungsi anggaran DPR Rp73,75 miliar, program pelaksanaan fungsi pengawasan DPR Rp280,81 miliar, dan program penguatan kelembagaan DPR Rp1,23 triliun.(yus/MI)

Larangan Jilbab dan Burka Dipertentangkan di Swedia


Meski pemerintah Swedia memberlakukan larangan jilbab dan burqa, banyak pihak yang menolak larangan itu. Salah satu pihak yang menolak kebijakan itu adalah institusi pendidikan di Swedia.
Namun, sejumlah guru tetap melaksanakan kebijakan itu. Siswa hanya diperbolehkan mengenakan topi ‘kupluk’. Bahkan, dalam pelajaran tertentu, utamanya aktivitas di laboratorium, sejumlah guru meminta siswinya melepas jilbab atau burqa yang dikenakan.
Meski masih banyak pertentangan, pada Desember 2010, Ombudsman Swedia telah menegaskan, larangan jilbab tidak melanggar aturan anti-diskriminasi yang geliatkan pemerintah Swedia. Selepas putusan itu, institusi pendidikan di Swedia segera merombak aturan soal tata cara berpakaian, termasuk bagi siswi berjilbab atau berburqa.
Menteri Pendidikan Swedia, Jan Bjorklund, menyambut baik putusan Ombudsman. Menurutnya, pendidikan itu membutuhkan interaksi antara guru dan siswa tanpa harus terhalang penutup wajah. “Interaksi itu sangat penting,” katanya.
Berbeda pendapat, Kepala Persatuan Guru Swedia, Metta Fjelkner, malah mengatakan bahwa keputusan Ombudsman justru akan memecah masyarakat Swedia. Sebab, ada pihak yang menolak pemberlakukan larangan itu. Alasanya, tentu masalah hak asasi. “Saya kira, penting untuk menghormati hak siswa,” katanya seperti dilansir di laman neurope.ue.
Tidak ada data statistik resmi soal berapa banyak pelajar muslimah di Swedia yang mengenakan burqa atau niqab. Menurut perkiraan, setidaknya terdapat 100 ribu pelajar muslimah di sana. (republika.co.id, 13/1/2012)

Setahun Revolusi Tunisia, Pengganguran dan Ekonomi makin Sulit

Ribuan rakyat Tunisia berkumpul merayakan satu tahun revolusi di Bourguiba Avenue, tempat yang sama ketika demonstran menggulingkan pemerintahan Zine al-Abidine Ben Ali, Sabtu (14/1). Satu tahun revolusi ini juga sebagai tanda dimulainya “Arab Spring” di negara-negara Timur Tengah.
Perayaan dengan semangat revolusi di Tunisia menjadi model untuk perubahan demokrasi di Timur Tengah dan revolusi ini telah membentuk ulang percaturan politik di wilayah Timur Tengah, terutama menginspirasi pergolakan Mesir, Libya, Suriah dan Yaman.
images (203×249)Beberapa orang meneriakkan “Tunisia bebas! Selamat tinggal diktator! Selamat datang kebebasan!”. Sebagian orang juga membawa bendera Tunisia dan meneriakkan kata-kata kebebasan. “Ini menjadi sebuah kesempatan bagi rakyat Tunisia merayakannya dengan penuh kebanggaan,” kata Samir Ben Omrane, yang berada di tengah massa dan didampingi istri dan anak-anaknya. Istrinya membawa kue ulang tahun dengan satu lilin di atasnya. “Saya senang anak-anak saya dapat hidup dalam kebebasan di negara ini, yang menjadi contoh revolusi di dunia,”katanya.
Sekretaris Jenderal Persatuan Bangsa Bangsa (PBB) Ban Ki-Moon mengatakan satu tahun lalu dunia terispirasi dengan revolusi Tunisia yang meminta demokrasi, kebebasan dan kejayaan. “Keberanian mereka menggema ke seluruh wilayah, dimana orang lain dibuat kagum dengan aksi saudara-saudara kita di Tunisia. Keberanian juga membuat aspirasi mereka didengar,”kata Ban.
Perayaan revolusi di Tunisia kali ini berbeda dengan acara-acara publik yang dilakukan Ben Ali selama 23 tahun memerintah Tunisia. Saat pemerintahan Ben Ali, jika terdapat perbedaan pendapat maka akan dihukum penjara yang lama atau penyiksaan. Namun, Tunisia kini terdiri dari kelompok-kelompok yang masing-masing menuntut untuk didengar. Meski terjadi kemajuan demokrasi, Tunisia menghadapi masalah akut berupa kemiskinan dan lapangan pekerjaan yang sempit serta masyarakat yang terbagi-bagi menjadi kelompok-kelompok yang dulu dilarang Ben Ali. (Republika.co.id; Minggu, 15 Januari 2012 10:04 WIB)

Pertumbuhan Muslimah HT Hantui Organisasi dan Pejabat di Asia Tengah



Situs “centralasiaonline.com” mempublikasikan sebuah artikel berjudul “Membahas Gagasan Tentang Perempuan dan Ekstremisme di Asia Tengah“.  Dalam artikel itu dinyatakan bahwa para analis dan pejabat di Asia Tengah membahas masalah peningkatan dan pertumbuhan ekstrimisme di antara perempuan di wilayah tersebut.
Situs mengutip dari Fergana Mullah-Hatib yang berkata: “Lima tahun lalu masalah ini tidak ada, sekalipun ekstrimisme sebagai konsep itu ada, namun itu ada di antara laki-laki, dan itu sulit terbayangkan tentang keterlibatan perempuan dalam ekstremisme.”
Situs ini juga mengutip dari  Esen Usubaliyev, Direktur pemikir terkemuka di Central “Prudent Solutions” bahwa beberapa kelompok ekstrimis menargetkan perempuan. Ia berkata: “Saya dapat mengatakan dengan tegas bahwa organisasi seperti Hizbut Tahrir di Asia Tengah menargetkan perempuan untuk melakukan aktivitas ideologis, sebab mereka memiliki kemampuan bergerak dan kurang diperhatikan oleh pihak berwenang.”
Ia menambahkan bahwa “Ada penelitian yang menunjukkan bahwa peran perempuan dalam penyebaran ideologi ekstremis tumbuh pesat antara tahun 2010 dan 2011.”
Direktur Departemen Dalam Negeri di Kirgistan, Taalai Akbayev mengatakan bahwa jumlah perempuan yang terlibat dalam ekstremisme tidak diketahui. Sementara perbandingan antara perempuan ekstremis dengan laki-laki ekstremis diperkirakan 1: 8. Namun International Crisis Group memperkirakan bahwa jumlah perempuan ekstremis mencapai seperempat dari anggota Hizbut Tahrir di Kirgistan, yaitu sekitar 8.000 anggota .
Akbayev mengatakan bahwa terlepas dari perbandingan itu, “Adalah penting bahwa perempuan berpartisipasi aktif dalam aktivitas ekstrimisme berdampingan dengan laki-laki. Sehingga mereka bekerja untuk membentuk kelompok-kelompok perempuan ekstrimis yang khusus untuk mereka sendiri.”
Sebagai contoh, pada bulan April tahun lalu, pihak berwenang di Bishkek dan Chui Oblast membongkar sayap perempuan Hizbut Tahrir, yang dijalankan oleh Ibu Kypchakbayeva yang menolak memberikan nama depannya.
Ia berkata: “Selama penyelidikan, kami mengetahui bahwa kelompok perempuan terlibat dalam perekrutan dan pengkaderan perempuan yang baru untuk waktu yang lama.”
Dan tentang alasan menargetkan perempuan, Akbayev menjelaskan bahwa sebagian besar perempuan memiliki hubungan keluarga yang luas. Dan mereka mampu menarik saudara-saudaranya pada organisasi-organisasi ekstremis. Bahkan kebanyakan perempuan memiliki balita. Sehingga kelompok ekstremis memanfaatkan usia mereka yang masih balita untuk lepas dari hukuman pihak berwenang.
Penulis artikel ini mengakhiri tulisannya dengan mengatakan bahwa masalah kegiatan ekstremis bagi perempuan tidak hanya ada di Asia Tengah, namun itu ada di banyak daerah. Sehingga hal itu menjadi perhatian Organisasi untuk Keamanan dan Kerjasama di Eropa (OSCE), yang mengadakan pertemuan di Wina pada 12/12/2011, untuk membahas pencegahan masuknya fundamentalisme pada perempuan.
Sehingga sejumlah analis di Asia Tengah yang berpartisipasi dalam pertemuan tersebut menyatakan keprihatinan atas ekstremisme di wilayah tersebut.
*** *** ***
Sungguh kaum Muslim yang berpegang teguh dengan syariah Islam dan akidahnya, serta mereka yang menuntut haknya untuk hidup terhormat dan bermartabat berdasarkan syariah Tuhan mereka dan metode nabi mereka, maka oleh pemerintah di Asia Tengah dan Barat diklasifikasikan sebagai kaum ekstrimis dan teroris! Ketahuilah, alangkah buruknya apa yang mereka tetapkan itu.
Namun, alhandulillâh bahwa kaum Muslim dan para pengemban dakwah, laki-laki dan perempuan, tua dan muda, sama sekali tidak peduli dengan Barat, dan tidak pula dengan kebencian dan makar jahatnya. Mereka beserah diri pada Allah, dan bertekad untuk terus bangkit mengembalikan kehidupan Islam, sekalipun orang-orang terus menghalanginya.
Sumber: pat-tahrir.info, 15/1/2012.

Wow! Layar 'Welcome to DPR' Seharga Rp 4,8 Miliar, DEMOCRAZY.!!!


Jakarta - Dua unit layar LED seharga Rp 4,8 miliar bakal mejeng di depan Gerbang DPR. Layar-layar itu akan menampilkan wajah-wajah pimpinan DPR serta aneka kegiatan anggota dewan.

Pantauan detikcom, Senin (16/1/2012), satu unit layar LED berukuran 3x2 meter sudah terpasang di atas tiang bulat setinggi 3 meter di halaman luar Gedung DPR, Senayan, Jakarta. Sedangkan satu unit lainnya masih dalam pengerjaan.

Di lokasi yang sama, sebelumnya sudah dipasang gambar pimpinan DPR dalam sebuah papan ukuran 3x2 meter. Tetapi, papan itu hanya dipasang untuk acara-acara tertentu, misalnya ucapan selamat Tahun Baru, Idul Fitri dan Natal.

Sebentar lagi, pengendara yang melintas di Jalan Gatot Subroto dari arah Semanggi maupun Slipi dapat menyaksikan gambar-gambar pimpinan DPR. Pengguna jalan juga bisa mengetahui kegiatan-kegiatan DPR yang akan dimunculkan dalam layar ini.

Sumber detikcom di internal Setjen DPR, mengatakan proyek ini senilai Rp 4,8 miliar. Menurut dia, tidak ada mekanisme tender yang digelar terbuka menyangkut proyek ini.

Sumber itu mengatakan, MPR dengan proyek serupa hanya menghabiskan anggaran Rp 2,1 miliar.

Ketua DPR Marzuki Alie tidak membantah proyek ini tidak melalui tender. Padahal sesuai UU, proyek di atas Rp 200 juta harus melalui mekanisme tender. Namun, Setjen DPR mengabaikan peringatan Marzuki.

"LED sudah berkali kali saya ingatkan bahwa spesifikasi yang dibuat, diatur sehingga tidak bisa tender. Padahal barangnya umum," kata Marzuki saat dikonfirmasi detikcom.

Memang tidak ada dokumen tender yang dibuka Setjen DPR menyangkut proyek ini, termasuk di website lpse.dpr.go.id, tempat pelelangan proyek DPR diumumkan.