.**Pancasila Bukan Ideologi**..
Pancasila hanya sebagai set of phylosophi (seperangkat
gagasan filosofis) bukan sebagai ideologi. Sebab, kalau ideologi
mengandung dua unsur penting yang pertama pemikiran menyeluruh terhadap
alam semesta, kehidupan dan manusia. Dan kedua, darinya lahirlah
sistem. Inilah yang tidak dimiliki oleh Pancasila dan hanya sebagai
perangkat falsafah.
Hal ini dijelaskan oleh Juru bicara
Hizbut Tahrir Indonesia Ismail Yusanto saat menjadi pembicara dalam
diskusi dan bedah buku Pancasila 1 juni dan syariah Islam karya Prof.
Dr. Hamka Haq, M.A. Rabu (10/08) di Mega Institute Jakarta.
Ismail menjelaskan bahwa pada faktanya
rumusan seperti ketuhanan yang maha esa, kemanusiaan yang beradap dan
seterusnya. Itu merupakan rumusan filosofis tentang ketuhanan,
kemanusiaan, persatuan, kerakyatan dan keadilan hanya sebagai filosofi
bukan ideologi.
“maka falsafah-falsafah itu sesungguhnya
hanya falsafah-falsafah biasa. Dia mengandung nilai-nilai apa yang
dirumuskannya. Ketuhanan yang maha esa kalau dikatakan apakah itu
sesuai dengan islam, ya tentu saja kecuali kalau bunyinya ketuhanan
maha dua, ” ujarnya.
“Nah pada level filosofi sesungguhnya
ini bisa ditarik kemana-mana. Kalau ditanya sesuai dengan islam ya
sesuai-sesuai saja. Sesuai dalam arti bahwa hanya sebatas nilai-nilai
filosofi itu ada pada islam,” terangnya.
Mengomentari tentang buku Pancasila 1
juni dan Syariah Islam karya Prof. Dr. Hamka Haq, M.A. Ismail Yusanto
mengatakan bahwa buku ini lebih pada ke ayatisasi Pancasila.
“Pancasila tidak cukup untuk mengatur
masyarakat kita, sebab pancasila tidak menyentuh pada tataran sistem.
Dan Islam sangat beda dengan pancasila sebab Islam lebih luas dari
falsafah-falsafah yang ada pada pancasila,” jelasnya.
Dalam diskusi dan bedah buku ini, hadir juga sebagai pembicara Habib Muhsin Alatas (FPI) dan Abdul Moqsith (JIL).[]fatih mujahid/Media Umat [HTI-Press]
Tidak ada komentar:
Posting Komentar