Ketika membaca kata penindasan, perjuangan kelas, revolusi,
borjuis-proletar,mungkin kalian mengira kami ini adalah sosialis, marxis, atau
komunis ?. tidak, kami katakan tidak. Kami bukanlah sosialis, marxis, komunis, atau kiri baru. Kami adalah manusia2
pembebasan, yang anti kapitalisme, anti sekulerisme, anti demokrasi, dan metanarasi2nya. Kami
bukanlah martir yang sekedar menuju negara tanpa kelas yang tanpa aturan. Tapi
kami adalah pejuang2 revolusi menuju tegaknya sebuah Negara tanpa kelas dengan
aturan Allah SWT. Ketika rakyat miskin-kaya mendapat jaminan kehidupan,
rakyat-penguasa duduk sama rendah dalam majelis ilmu, pendidikan-kesehatan
gratis untuk semua, dimana ketinggian derajat diukur dari tingkat ketaqwaannya
kepada Allah, bukan dari materi dan manusiawi. Yaitu ketika kapitalis lenyap
hingga ke akarnya dan Islam menjadi rahmat bagi semesta. Wajarlah jika semangat
ini dan kebencian mutlak kepada kapitalisme membuat kami berkata fuck of
capitalism, sekulerism, and democration.maaf.
Semangat anti kapitalis ini terus terang ingin kami ekspor
kepada anda revolter muda. Sebagian dari anda sering menyeru anti penindasan,
menghujat pemerintah atas kebijakan penggusuran rumah, menaikkan BBM, korupsi
dana rakyat, dll. Kami mengacungkan jempol untuk anda. Tapi kini kapitalis
menyerang dengan berbagai macam metanarasi baru untuk lebih menancapkan kuku
hitamnya. Dan sebagian pejuang antisistem tenyata terperdaya dalam
wajahmanisnya.
Metanarasi kapitalisme hitam ini adalah skenario2 (narasi)
baru kapitalisme tatkala bereaksi terhadap perkembangan dunia. Ketika
kapitalisme menemukan semangat perjuang Islam fundamental, maka dihembuskanlah
Islam liberal/moderat, melihat Islam politik dibesarkanlah demokrasi politik,
gaya hidup hedonis dan bebas untuk menggerogoti kepribadian Islam,
universalitas dikotakkan dalam nasionalisme, dll. Sehingga dengan sangat mudah
ditemukan liberalisasi, pluralisme, feminisme, perenialisme, demokrasi,
hedonisme, kompromi agama dalam kehidupan ini. Memang kapitalisme adalah racun
yang mencemari setiap ruang kehidupan. Jadilah manusia senantiasa terjebak
dalam skenario2 ini. Dan mau tidak mau ketika
metanarasi2 semakin popular oleh pengembannya, maka semakin kokohlah
akar kapitalisme dibumi ini.
Dan semakin parahlah sepakterjang metanarasi jahanam itu
oleh aksi pejuang antisistem murahan. Tatkala banyak muncul perjuangan anti
kapitalis, tenyata perjuangan itu rusak oleh kebodohan pengembannya. Perjuangan anti kapitalis terjebak dalam
jeratan ide Islam liberal, pemikiran
moderat, politik demokrasi, hak asasi manusia, pandangan nasionalisme,
profesionalitas sekuler, pejuang2 hedonis, dan lainnya. Maka perjuangan itu
bukan lagi mampu memusnahkan kapitalisme, tapi lebih membuat rantai berduri itu
menjerat leher manusia dan peradabannya.
Harus sekali lagi kita melihat arah dan instrument
perjuangan suci kita. Hipokritlah kita kalau tidak berkenan merubah jalan
perjuangan, kalau ternyata metanarasi kapitalisme memenuhi pemikiran. Hancurlah
kemurnian ide oleh nafsu kebodohan. Kawan revolusi ini adalah mulia. Janganlah
anti kapitalisme ini diracuni dengan perjuangan2 hipokrit (munafik) karena
alasan ketakutan dan ketidakmampuan diri. Revolusi ini butuh pejuang, jalan,
visi,dan tujuan yang murni. Sebuah kemurnian anti kapitalis, anti penindasan
kaum miskin, anti metanarasi2 busuk kapitalisme, dalam pelukan ideology tuhan
(Islam). Sebuah pelukan hangat dan mesra dalam kebahagiaan. Viva revolution,
viva chaliphate and Islamic system. ALLAHUAKBAR !!!!!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar