flash vortex

Jumat, 13 Januari 2012

Seruan revolusi putih





Berdirinya sebuah pemerintahan, sebuah negara baru mutlak memerlukan adanya kekuatan. sebab hanya kekuatanlah yang akan menyokong tagaknya suatu sistem. Tanpa kekuatan, sebuah sistem hanyalah sebuah coretan-coretan di atas ketas yang tidak berarti, sebuah hukum tanpa penegakan, dan pemaksaaan tidaklah berarti. Oleh karena itu untuk mewujudkan negara baru, pemerintahan baru yang mengganti sistem usang, diperlukan  kekuatan (power).
Pemilik asli power tersebut sejatinya adalah ummat. Ummatlah yang memiliki kekuatan, ummatlah yang akan menentukan siapa yang berhak memimpin, ummatlah yang menentukan tegak dan runtuhnya suatu pemerintahan atau bahkan sebuah negara. Sebuah negara tanpa dukungan ummat hanyalah sebuah rezim kediktatoran dari sekelompok orang. Sebuah rezim yang sebentar lagi akan runtuh. Untuk mewujudkan revolusi melancarkan perubahan, maka dukungan dari pemilik kekuatan real ini harus didapatkan.
Di dalam masyarakat, kekuatan tersebut tersebar ke dalam kelompok-kelompok. Partai politik, organisasi masa, militer, suku-suku, pemimpin pondok pesantren, paguyuban, baik secara kelompok maupun diwakili oleh pemimpin atau orang yang dituakan atau tokoh masyarakat. Tokoh masyarakat yang dijadikan rujukan dan ditaati perkataanya.  Perubahan pemikiran dan cara pandang mereka (kelompok ini ) akan menentukan arah pergerakan dan kemajuan revolusi. Sebab sejatinya merekalah yang mempunyai kekuatan tersebut. Karena mereka yang ditaati dan didengarkan ucapannya oleh masyarakat  atau paling tidak oleh banyak individu. Ketika loyalitas mereka dialihkan dari sistem hidup lama yang terwujud dalam pemerintahan, kepada sistem yang  baru, maka masyarakat dan pengikutnya mengikutinya.
Oleh sebab itu dukungan kelompok ini terhadap pemerintah harus dihentikan, kepatuhan mereka terhadap pemerintah yang lama harus segera dialihkan kepada pandangan kaum revolusioner. Kepada calon-calon pemimpin baru kepada ideologi baru dan sistem yang akan diterapkan, sehingga loyalitas mereka diberikan kepada ideologi kaum revolusioner. Oleh sebab itu maka, ide-ide perubahan harus menyentuh golongan-golongan dan kelompok atau tokoh-tokoh tesebut. Disamping masyarakat luas di tingkat grass root.
Kaum revolusioner terus melakukan upaya untuk memutuskan dukungan masyarakat dari penguasa.  Hal tersebut dilakukan dengan penyadaran dan menampakan kebejatan sistem sekarang. Untuk menampakkan kebejatan sistem sekarang, aktifitas membongkar kejahatannya, membongkar persekongkolannya dengan musuh musuh Islam, membongkar kebusukan kebusukanya dan segala kesesatan sistem dan pemerintahan yang ada harus dilakukan.  Melawan propaganda - propaganda sesat dari penguasa, mengcounter opini yang dilontarkan penguasa, meyakinkan kepada masyarakat akan kehinaan hidup jika mendukung penguasa, dan kemuliaan hidup di bawah naungan Islam. Diskusi baik secara publik, maupun idividu terus dilakukan, perbincangan di warung, di tempat kerja, di pinggir jalan, di mall, di warung indomi, di pasar, di dalam angkot harus terus dilakukan oleh kaum revolusioner dan seluruh masyarakat. Tablik akbar, seminar, dan pembagian leaflet serta selebaran yang berisi tentang kebenaran Islam dan kesesatan kapitalisme demokrasi, sosialisme, dan ide-ide yang bukan berasal dari Islam, yang sekarang diterapkan oleh penguasa. Mengkritik kebijakan-kebijakan salah dari penguasa dilawan dengan konsepsi unggul milik Islam.
Hal ini dilakukan secara meluas di seluruh wilayah kekuasa`n penguasa lama, dan dilakukan terus menerus sehingga masyarakat atau pemilik kekuatan resmi tersadarkan dan tercerahkan, akhirnya mengalihkan kepatuhan dan loyalitasnya dari penguasa lama ke pada idoelogi baru beserta sistemnya. Melawan pemerintah, dan mewujudkan pembangkangan massal. Pada tahap ini kondisi real penguasa sebenarnya sudah jatuh. Sebab mereka sudah tidak punya power lagi, tidak punya kekuatan dan penyokongnya. Kejatuhannya tinggal menunggu waktu, kemudian digantikan oleh sistem yang baru , sistem yang  benar.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar