'Di tahun ini aku
ingin melaluinya (valentine) dengan seseorang yang aku kenal tiga tahun yang
lalu. Berada di suatu tempat yang banyak ditumbuhi bunga mawar merah. Trus,
banyak coklat bebentuk hati bergelantungan di sana-sini…, kemudian cowokku
menyuruhku untuk tutup mata dan ia memakaikan kalung liontin pink berbentuk
hati" (masyaAllah), itulah ungkapan yang menggambarkan angan seseorang di
hari Valentine (Jawa Pos,8/2/02).
That's Valentine's Day, yang diperingati oleh muda-mudi setiap tanggal 14
Februari. Semacam ritual muda-mudi yang sedang dimabuk cintrong or yang lagi
cari pasangan, mulai dari tukar kado, hingga berdua-duaan yang so pasti berbau
maksiatisasi, having fun dan hura-hura yang tiada bermakna
Cinta
Atau Seks?
Kenapa ikut pesta
Valentine's Day? Karena acara itu adalah perayaan kasih sayang? Bisa jadi
begitu jawabannya. Sebenarnya bukan kasih sayang, tetapi lebih ke arah
bagaimana mengumbar hawa nafsu or seks. Orang orang Barat, biasa mengucapkan
kata-kata cinta dan kasih sayang dengan ucapan, make love. Nah, tentu saja itu
artinya bermain cinta yang ujung-ujungnya intercourse alias bersetubuh. Wah,
berabe itu!
Oke, sekarang kamu
percaya nggak kalo dikatakan bahwa sebenarnya model gaul anak-anak muda seusia
kamu itu sudah liar. Persis apa yang diajarkan oleh James Van Der Beek dan
kawan-kawannya dalam serial Dawson's
Creek. Atau gaya gaul model KNPI alias Kissing, Necking, Petting dan
Intercourse, seperti pergaulan amburadul (seks dan kokain) yang sering
digambarkan oleh Shannon Doherty, Tiffani "Valerie" Amber-Thiesen,
Luke "Dylan McKay" Perry, Brian "David" Austin dan Jason
"Brandon" Prestley dan kawan-kawannya dalam Beverly Hills 90210. Nah,
begitulah gaya
gaulnya remaja Barat. Rusak berat, Non!
Cinta
= Doping
Ya, cinta memang
doping. Bikin penasaran dan ampuh membangkitkan kekuatan. Dan Valentine's Day
hanyalah hanyalah bungkus, kemasan yang menurutmu bisa bikin tambah lengket
dengan kekasihmu. Yang sebetulnya kamu lagi nyari semacam legalisasi atau
argumentasi dari nafsu liar kamu terhadap lawan jenismu. Kalo cinta bukan
dopping, nggak bakal Hitler mati-matian ngejar Eva Braun. Atau kagak bakalan
Julias Caesar memburu cinta Cleopatra. Juga Barbara Yung-pemeran A Yung dalam
film Sia Tiauw Eng Hiong-bunuh diri hanya gara-gara nggak kesampaian asmaranya.
Karena cinta pula yang mendorong Candraswami-politikus India-punya skandal
dengan Pamela Bordes yang saat itu menyandang gelar Miss Universe.
Dalam kisah
Midsummer Night's Dream karya William Shakespeare yang diangkat ke layar lebar
dan dibintangi Michelle Pfeiffer ada sebuah dialog yang mengatakan bahwa, cinta
sanggup menyibukkan hidup manusia. Benarkah? Yang pasti memang cinta mampu
membuat orang bergairah sekaligus lupa diri! Nah, makanya di sini perlu kendali
yang bisa menjinakkan efek samping dari dopping tersebut. Bila tidak? Ya, akan
liar. dan bukan lagi sesuatu yang sakral dan suci, tetapi sampah!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar