Siapakah manusia terbaik itu...? mereka
adalah orang orang yang hidupnya selalu memberi manfaat untuk sesama.
Memang tak mudah untuk menjadi orang terbaik meski kita sebenarnya juga
bisa mencapainya. Memberi segala hal yang berguna jelas bisa membuat
seorang mengenang kita seumur hidup walau kita tak pernah memintanya.
Pernahkah ada diantara pembaca yang
sampai sekarang tak bisa melupakan jasa atau kebaikan yang pernah
dilakukan orang lain dalam kehidupan kita? Pasti ada yang pernah
mengalami peristiwa ini, apalagi bila orang tersebut kita pandang sangat
tulus dan tak ada ujung ujung masalah yang namanya uang. Menjadi orang
terbaik sungguh tak mudah, banyak rintangan yang menghadang di tengah
jalan, memerlukan kerja keras tanpa henti dan harus dilakukan secara
terus menerus. Kebaikan yang dilakukan secara musiman sebenarnya
merupakan bentuk kesia-siaan yang menghabiskan waktu secara percuma.
Sesuai dengan apa yang saya tuliskan
saat ini bahwa menjadi yang terbaik tak mudah, tapi bukan suatu yang
takkan bisa tuk dilakukan dan diupayakan. Belakangan hari ini saya
menemukan begitu rupa masalah yang dihadapi manusia yang hidup. Takkan
mungkin bisa menghindari atau berlari pergi begitu saja sebelum dapat
menyelesaikan setiap masalahnya. Tak pernah saya bayangkan sebelumnya
menjadi pribadi terbaik, tauladan di tengah-tengah umat memang sangat
luar biasa. Ia mendedikasikan hidupnya untuk memenuhi hak-hak Allah swt
yaitu mematuhi segala syari’at-Nya dan memenuhi hak-hak manusia yaitu
aktivitas menyeru pada yang ma’ruf dan mencegah dari yang mungkar.
Suatu kenikmatan tiada tara jika bisa
memenuhi semuanya dengan satu tujuan yang mulia. Tujuan diatas tujuan
hidup manusia yaitu ridho Allah swt. Berulang kali coba menjawab
segala pertanyaan yang ada dalam diri..” Mengapa amanah ini tertuju
padaku, aktivitas yang dilakukan oleh para Nabi & Rasul..”..tak
perlu ku sibuk mencari ke segala penjuru jawaban atasnya..ku hanya
harus menyadari bahwa ku adalah seorang manusia yang punya misi di
dunia sebagai makhluk yang harus taat dan menjalankan segala perintah
serta menjahui larangan-Nya dengan penuh rasa ridho. Tidak hanya sampai
disitu, aku punya kewajiban sebagai seorang muslim yang mengingatkan
sesama muslim yang lainnya. Seperti apa yang Allah swt serukan dalam
kalam-Nya;
“Dan hendaklah ada di antara kamu
segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang
ma’ruf dan mencegah dari yang munkar; merekalah orang-orang yang
beruntung.” (TQ.s. Ali Imran [3]: 104)
Sesungguhnya alam semesta berada di
bawah kuasa dan kendali Allah Ta’ala. Semuanya patuh kepada ketetapan
dan kehendak-Nya. Tidak ada yang bisa bergerak atau bertingkah laku
kecuali dengan daya, kekuatan, kehendak, dan izin-Nya. Apa yang Dia
kehendaki pasti terjadi. Sebaliknya, yang tidak dikehendaki-Nya tidak
akan pernah terjadi.
Allah Mahakuasa melakukan apa saja. Dia
mampu menjadikan segala kemudahan menjadi sesuatu yang sulit, juga
sesuatu yang sulit menjadi mudah. Tidak ada yang susah bagi-Nya, karena
Dia Mahakuasa atas segala-galanya.
Karenanya ketika menghadapi kesulitan
dan berbagai cobaan hidup kita tidak boleh putus asa. Masih ada Allah
yang bisa kita minta dan mohon pertolongan-Nya. Maka kita diperintahkan
untuk berdoa saat mengalami kesulitan,
اَللَّهُمَّ لا سَهْلَ إِلاَّ مَا جَعَلْتَهُ سَهْلاً وَ أَنْتَ تَجْعَلُ الْحَزْنَ إِذَا شِئْتَ سَهْلاً
Allaahumma Laa Sahla Illaa Maa Ja’altahu Sahlaa Wa Anta Taj’alul Hazna Idza Syi’ta Sahlaa
“Ya Allah, tidak ada kemudahan
kecuali apa yang Engkau jadikan mudah. Dan apabila Engkau berkehendak,
Engkau akan menjadikan kesusahan menjadi kemudahan.”
Allah tidak menjadikan segala sesuatu
mudah bagi manusia. Tidak ada kemudahan bagi mereka, kecuali apa yang
Allah jadikan mudah. Dan sesungguhnya kemudahan adalah apa yang Allah
jadikan mudah. Sebaliknya, kesulitan dan kesusahan jika Allah kehendaki
bisa menjadi mudah dan ringan. Sebagaimana kemudahan dan perkara ringan
bisa menjadi sulit dan berat, jika Allah menghendakinya. Karena semua
perkara berada di tangan Allah 'Azza wa Jalla.
Oleh : Rindyanti Septiana
Tidak ada komentar:
Posting Komentar