Dengerin lagu? Wah, hobi ane tuh! Makanya, pas
gaulislam ngasih amanah buat nulis tentang lagu-lagu, ane oke-oke aja. Walopun
lumayan pusing cos
gejala-gejala flu berat udah mulai menghajar bodi ane. Fiewh…
Oya, saking hobi dengerin lagu nih--bahkan
kalo musiknya ane suka, biasanya ane bela-belain untuk tahu dengan detail
tentang syair lagunya. So,
kalo suasana hati lagi down,
bermuram durja or lagi hepi tralala, syair lagu sering mewakili suasana hati ane
en dipasang buat status di facebook. Hoho..segitunya? Rajin amat, Bu! Ya harus dong! Percuma kalo
musiknya bagus, tapi ternyata syairnya nggak ada mutunya. Selain menghibur diri
ane juga pengen menyelami filosofi dari syair lagu yang dinyanyiin (cieee…).
Jadi kalo syair lagunya cuma “Juice melon, I want to
buy!” itu mah maksudnya lagi haus kali ya?
Hehehe..
Tapi, sekarang kok banyak banget ya acara yang
nayangin video klip lagu-lagu? Tiap stasiun tivi pasti ada. Mulai yang tampil
live dan ngumpulin seabreg
fans para penyanyi yang
tampil sampe nayangin playlist topchart dari lagu-lagu beken di Indonesia. Jadi udah nggak perlu lagi
nyetel MTV tuh. Belum lagi acara-acara semacem ‘missing lyrics’ gitu. Itu tuh, acara lomba tebak
sambungan dari syair-syair lagu. Jadi nggak cuma nebak judul doang. Nah yang
ane liat malah pesertanya membludak ngalahin acara pengajian. Dan mereka ho oh
aja ama lagu-lagu yang dibawa’in ama penyanyi idola mereka. Kesannya nggak ada cek-ricek lebih
dulu, tuh lagu layak didengerin, dinyanyiin or nggak. Bahkan semakin bangga kalo
berhasil hapal banyak lagu dari taon jebot ampe yang lagi tren saat ini.
Ckckck…
Sempet ane ketohok banget neh waktu Mr.Xtract
1, temen maya ane asal Jepang yang demen banget bikin playlist lagu-lagu artis
jebot sebangsa Aretha Franklin, Beach Boys tapi diremix ulang di imeem.com.
Do’i bilang, “Emang elo
ngerti arti dari syair lagu-lagu Jepang yang elo demenin? Elo tahu nggak? Bahasa
Jepang kalo di-Inggris-kan malah jadi aneh en ekspresi yang sebenarnya dari tu
syair malah nggak bisa tergambarkan”. Nah, dari omongan doi yang seperti itu,
akhirnya ane simpulin kudu ati-ati kalo dengerin lagu. Nggak sembarangan.
Coz, bisa jadi musiknya asoy
buat didenger tapi syair lagunya malah ngedakwahin kita untuk ngelakuin
kemaksiatan. Weew!
Nggak se-simple itu
Lagu sebenernya adalah paduan musik yang udah
diaransir sedemikian rupa, lalu ditambah syair, kemudian dinyanyiin en
diperdengarkan kepada publik. Jenis musik yang genrenya macem-macem dikolaborasi
dengan syair lagu yang udah ditulis sebenarnya sebagai mediator demi
menyampaikan pesan yang tersirat ataupun tersurat. Pesan kegembiraan, kesedihan,
kemarahan, cinta, semangat perjuangan dan lain-lain. Nah, sekarang yang jadi
masalah, apakah pesan-pesan yang disampaikan dalam lagu adalah pesan kebenaran?
Makanya ane bilang: nggak sesimple itu dalam urusan lagu. Kita semua kudu
cerdas kalo dengerin, nyanyiin, juga nyiptain lagu. Sebab, syair lagu disusun
dan ditulis tergantung ama pemikiran penulisnya. Kalo lagu yang dinyanyiin en
didengerin ternyata mengandung ‘error message’
kan bisa berabe! Perlu bukti sejauh mana berabenya? Ayo!
“Tak gendong
kemana-mana/ mantep tho ? /enak tho ?! /Tak gendong kemana-mana.. “ Wew, Mbah Surip gitu loh! Nggak lama kematian the king of pop, Jacko, ternyata penyanyi
gaek dengan lagu hitnya “Tak Gendong“ ini menyusul dipanggil ilahi. Tapi
lagunya tetep dan malah tambah ngetop. Banyak orang bilang lagu “Tak Gendong”
ini unik, easy listening dan
pada latah nyanyiin nih lagu. Dibalut dengan musik reggae yang asoy abis. But udah pasti ada pesan tertentu yang
ingin disampaikan oleh sang pembuat lagu. Mbah Surip sendiri bilangnya nih lagu
bermakna ‘kebersamaan’/togetherness, tolong-menolong, gotong-royong. Lagu hit yang laen adalah “Bangun
Tidur”. “Bangun tidur/tidur lagi/bangun lagi/tidur
lagi/banguuun!!!/tidur lagi/bangun tidur terus mandi/ jangan lupa senam
pagi/kalo lupa/tidur lagi”. Wadoooh… kapan salat,
ngaji ama skolahnya nih, Mbah?
Omong-omong soal reggae yang awalnya beken
dipopulerkan oleh Bob Marley & The Wailers, ternyata menurut Steven (vokalis
dari Steven & Coconut Tree) reggae konon mengajarkan perdamaian, keadilan
dan anti kekerasan. Tapi banyak orang salah kaprah dan justru nganggap Reggae
dan Rastafari itu sama aja. Padahal Reggae itu ternyata genre musik, kalo
Rastafari adalah way of life. Nah, menurut para musisi Reggae, nggak semua penggemar Reggae
adalah Rastafari dan nggak semua Rastafari adalah penggemar Reggae. Tapi inti
dari Reggae en Rastafari adalah cinta damai.
Nah, yang bikin shock nih, Rastafari yang dianggap
sebagai way of life ternyata
adalah sebuah gerakan agama baru yang mengakui Haile Selassie I, bekas kaisar
Ethiopia, sebagai Raja diraja, Tuan dari segala Tuan dan Singa Yehuda sebagai
Yah (nama Rastafari untuk Allah, yang merupakan bentuk singkat dari Yehovah yang
ditemukan dalam Mazmur 68:4 dalam Alkitab versi Raja James), dan bagian dari
Tritunggal Kudus. Nama Rastafari berasal dari Ras Täfäri, nama Haile Selassie I
sebelum ia dinobatkan menjadi kaisar.
Gerakan ini muncul di Jamaika di antara kaum
kulit hitam kelas pekerja dan petani pada awal tahun 1930-an, yang berasal dari
suatu penafsiran terhadap nubuat Alkitab, aspirasi sosial dan politik kulit
hitam, dan ajaran nabi mereka, seorang penerbit dan organisator Jamaika kulit
hitam, Marcus Garvey, yang visi politik dan budayanya ikut menolong menciptakan
suatu pandangan dunia yang baru. Nah, di tahun 1996, gerakan Rastafari di
seluruh dunia dapet status konsultatif dari Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
Terus, kenapa kok antara Reggae en Rastafari
sering dianggap beriringan, padahal para musisi Reggae kesannya ngasih
statement nggak ada
keterkaitan antara Reggae dan Rastafari. Ternyata, lahirnya Reggae dan Rastafari
sama-sama dari bangsa Afrika yang ditindas oleh rasialisme dan tumbuh pesat di
Jamaika. Bob Marley & The Wailers dedengkot Reggae asal Jamaika itu, juga
termasuk orang-orang Rastafari yang selalu berpenampilan nyentrik plus dandanan
khas: rambut gimbal, en akrab menyandang warna merah, kuning/emas, hijau-warna
bendera Ethiopia/khas Jamaika. Tapi, para penganut Rastafari ternyata nggak
terima kalo Rastafari diidentikan akrab mengkonsumsi ganja, rambut gimbal dan
hidup nggak teratur. Malah mereka berpedoman kalo Rastafari hidup kudu
clean, no smoking and vegetarian.
Memang kalo diliat (tapi nggak teliti),
kesannya Rastafari bermuatan positif , tapi jangan dikira muatan negatifnya
nggak ada (kayak magnet aja). Toh, tuh ajaran nggak meyakini Allah Swt.,
Rasulullah saw., juga al-Quran dan as-Sunnah. Jadi ya ngapain ikut-ikutan latah
pengen jadi Rasta Man? Ikutan dosa malah ada tuh. Fatalnya lagi, bisa-bisa,
malah kita berganti keyakinan. Islam di KTP, tapi jadi penganut Rastafari.
Waduh..cepetan tobat deh! Jangan sekalipun pernah bangga deh ngaku-ngaku jadi
‘Rasta Man’. Yah, asal tahu aja pas ane intip di
www.indoreggae.com, musisi
Reggae di Indonesia yang saat ini khusyu menekuni filosofi Rastafari adalah Ras
Muhammad. Fiewh…
Baidewei, pernah
denger lagu “Jika Kami Bersama”? Ah, masa nggak tahu? S.I.D tuh! Yop,
Superman is Dead. Grup punk
asal Bali. Musiknya asyik didenger, memacu adrenalin en rasa bosan pun jadi
musnah (ciee..). Dan jika kami bersama/Nyalakan tanda
bahaya/Musik akan menghentak/Anda akan tersentak/Dan kami tahu engkau
bosan/Dijejali rasa yang sama/Kami adalah kamu/Muda beda dan berbahaya/ Lepaskan
semua belenggu/Yang melingkari hidupmu/Berdiri tegak menantang di sana di garis
depan/ Aku berteriak lantang untuk jiwa yang hilang/Untuk mereka yang selalu
tersingkirkan.
Gimana pendapatmu setelah denger tuh lagu en
mikirin filosofi dari syairnya ? Ngerasa ‘panas’? Pengen
berontak? Itulah punk.
Lagu-lagunya penuh nada menghentak plus syair lagu yang full kritik sosial. To the point aja yah,
para punkers sebenarnya menganut pemikiran Anarkhi/Anarkis dan para penganut
Anarkhi disebut Anarkho. Di www.anarchoi.gudbug.com secara jelas en
konkrit dinyatain gimana filosofi punk plus pemikiran anarkhi yang mereka anut.
Menurut situs ini, hampir semua punk percaya akan prinsip Anarkhi yaitu untuk
sama sekali nggak menggunakan pemerintahan resmi atau pengatur tapi mereka
menghargai kebebasan dan tanggung jawab individu. Anarkhi sendiri berarti tanpa
pengatur/penguasa. Jadi, para anarkho, para punkers mereka menolak keberadaan
negara. Lho, kok bisa?
Yup, karena mereka kecewa akan keberadaan
negara yang dengan aturannya malah bikin orang tertindas. Walaupun ajarannya
mengarah ke ‘kiri’, tapi
mereka nggak mengakui adanya agama tapi mereka kecewa dengan adanya negara
komunis karena ketertindasannya sangat terasa. Selain ke ‘kiri’ ternyata punk juga milih ‘zigzag’. Mabok dong? Soalnya, mereka juga
kecewa dengan negara kapitalis. Mereka anggap negara-negara yang ada di dunia
saat ini cuma penghasil demokrasi palsu kapitalisme yang menindas rakyat.
Intinya nih, mereka nggak demen ama ide-ide komunis/sosialis apalagi kapitalis.
Manifestonya? Pokoknya sebebas-bebasnya deh! Yang mereka pikir nggak bikin
mereka terkekang dan tertindas. Fiewwh… capek deh.. Iya, emang capek.
Menurut ane nih, mau rastafari, mau anarkhi,
yah sama aja. Ajaran mereka nggak ada yang mengakui apalagi mengimani Allah
Swt., Rasulullah saw., al-Quran dan as-Sunnah. Iya kan? Kalo sekedar genre musik
sih, menurut ane nggak masalah. Tapi syair lagunya nih, andilnya fatal kalo
ternyata menyeret kita jadi jauh dari Islam. Nggak bener banget kan?
Apalagi kalo dengerin lagunya duo The Virgin “Cinta Terlarang”…
Mengapa cinta ini terlarang/Saat ku yakini kaulah
milikku/ Mengapa cinta kita tak bisa bersatu/Saat kuyakin tak ada cinta selain
dirimu. Kalo yang ane pahamin sih, ni lagu mo
ngungkapin kegelisahan yang amat sangat. Hmmm… mencintai siapa? Cinta sesama
jenis? Mencintai istri/suami orang? Mencintai sodara kandung ke arah cinta yang
nggak wajar? Hehehe… Kalo nih lagu mengisyaratkan cinta sesama jenis, wah,
berarti pengen ada pengertian dari Tuhan nih supaya cintanya bisa kesampean
gitu? Aduwhhh… tobat atuh, Neng!
Jadi puyeng sendiri ane nih, yang Rastafari,
yang Anarkhi, yang cinta sesama jenis. Kok pada liberal-sekuler gini yah? Syair
lagu mah jangan dianggap
enteng. Sebab, ini pengaruhnya ke pemikiran dan gaya hidup. Hmm… menurut ane
sih, ini udah saatnya nih untuk ‘angkat senjata’! The Battle of Songs begin ! Wezzz… Ha ha ha ha (Mbah Surip mode: ”on”.
Bahaya lagu
Bro en Sis, kalo kita ngelakuin sesuatu udah
pasti kita ngerti sesadar-sadarnya kenapa kita ngelakuin hal tersebut. Begitu
juga soal dengerin lagu mah
udah pasti juga kudu hati-hati. Sebab, gimana pun juga syair lagu bisa
mempengaruhi pemikiran. Itu sebabnya, para seniman/musisi yang udah menganut
pemikiran ideologi tertentu mereka ngelakuin syiar ideologi mereka lewat
kekuatan produk seni mereka.
Nah, yang bahaya banget kalo ideologi sang
seniman/musisi ternyata ideologi kapitalis or sosialis-komunis juga sekuler.
Biarpun misalnya syair lagunya full kritik sosial, tapi pastinya tetep nyodorin solusi dari ideologi
yang mereka anut. Belum lagi lagu-lagu cinta yang ngedakwahin soal gaul bebas
dan selingkuh, bener-bener bikin dunia tambah kisruh neh. Bukannya ngasih
nasihat syiar lewat lagu, tentang gimana supaya nggak pacaran, gaul bebas,
selingkuh dll, etc,dst.
Terus gimana dong? Nah, berhubung dunia belum
dinaungi Daulah Khilafah Islamiyah yang pastinya bakal bisa ngawasin dengan
ketat peredaran lagu-lagu yang disiarkan ke publik, jadi solusi praktis dan
jangka pendeknya adalah: ya udah, kita bikin lagu aja. Kita nulis lagu sendiri.
Ajak temen yang bisa maen instrumen musik. Bikin demo musik mah sekarang gampang. Terus kalo mau
nyiarin ke radio, bisa aja ngeaktifin link ke temen-temen penyiar. Biar aja
nekat request duluan. Selain
itu kalo pun nggak ada produser rekaman yang ngajak rekaman, bisa aja tuh pake
cara D.I.Y (do it yourself). Rekam sendiri, biaya sendiri en jual sendiri (asal
jangan beli diri sendiri juga). Hehehe… . Bisa juga join bareng temen-temen lah.
Iya nggak?
Bikin lagu yang kayak gimana nih? Soal genre
musik itu terserah, tapi syair lagu kudu diperhatiin. Sebabnya, lagu di sini
bukan cuma buat hiburan tapi buat syi’ar keislaman. Masih blank gimana lagu yang dimaksud? Coba deh klik situs youtube or imeem di
browser internet kamu. Cari
nama-nama munsyid or rapper sebangsa Zain Bhikha, Native Deen, Blakstone,
Masikah Ali, Thufail al-Ghifari, Yusuf Islam, Sami Yusuf, The Fikr terus
Soldiers of Allah yang situs resminya ditutup oleh pemerintah AS dan kini
beberapa personelnya telah menikmati indahnya syahid di Afganistan. Syair-syair
lagunya juga keren abis. Coba deh disimak!
Mencintai dicintai fitrah manusia/Setiap insan
di dunia akan merasakannya/Indah ceria kadang merana itulah rasa
cinta/Berlindunglah pada Allah dari cinta palsu/Melalaikan manusia hingga
berpaling dariNya/Menipu daya dan melenakan sadarilah wahai kawan/Cinta pada
Alloh cinta yang hakiki/Cinta pada Alloh cinta yang sejati/Bersihkan diri
gapailah cinta Cinta Ilahi. Nah, ini lagu dari The
Fikr yang judulnya Cinta. Keren mana coba ama Cinta
Terlarang-nya The Virgin? Jauh ya?
Mau yang keren lagi? “Terjagalah dari segala maksiat/Dari segala zina dan nafsu dunia
yang sesat/Disatukan dalam karunia yang suci/Bersama jiwa-jiwa yang selalu haus
akan ibadah/Dan penuh harga diri/Ini bukan cerita Cinderella/Bukan juga patah
arang cinta buta Siti Nurbaya/Tak dapat diukur tapi bersama Allah semua pasti
akan teratur.” Nah, yang ini penggalan syair rap-nya
Thufail al-Ghifari:“Catatan Terakhir”.
Nah, kalo yang more keren mah ada . Ini nih, “1924 “
lagu rap dari Soldiers Of Allah (S.O.A) yang nohok banget ngasih kritik kok kaum
Muslim pada cuek ama kewajiban memperjuangkan tegaknya Khilafah. The truth about the state/It wasn’t always like this/Let us look back in
time/History reminds us/One army/One land/One central authority/Crushing the
romans/persians put in fear/The Ummah like a Lion/No need to shed a tear/When
the village was attacked by the kufar/The Khalife heard /The sister cry
&Prepared for war/Attacking the city/Destroying it from existence/Lesson #
1/Don’t ever /Mess with
Muslims/The Imam of the Ummah is a shield where he protects the Ummah and where
the Ummah fights behind him /Where is this shield today to protect the Ummah??
What happen to this shield to honor and dignify the Ummah?
Nah, para munsyid/rapper yang ngebawain
lagu-lagu islami tuh pastinya gaya hidupnya nggak akan melenceng jauh dari
Islam. Nggak ‘muna’ kayak
para artis penyanyi lainnya yang setahun sekali bikin album religius (pas
Ramadhan doang). Selain itu, lagu-lagu yang dinyanyiin para munsyid ini pastinya
ngasih solusi dalam hidup. So, udah pasti insya Allah gaya hidup para munsyid ini clean en jadi teladan dalam hidup. Nggak
pengen tuh jadi kayak mereka?
So guys, hidup cuma
sekali. Gunain waktu yang kamu miliki sebaik-baiknya. Nulis lagu yang ideologis
terus ngebawain tuh lagu tentunya juga bakal ngebawa kamu dalam tampilan baru.
Ya, tentunya kamu tampil lebih cool dengan keislamanmu. Ayo, kamu bisa nunjukin diri, kalo manut ama Islam dalam berkreativitas
pastinya bakal jadi teladan dan anti mati gaya. Semangat!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar