flash vortex

Rabu, 11 Januari 2012

Islam, Peradaban dan Revolusi


By : Anak Langit Muara Sakti

Islam, menggambarkan cita-cita kemanusiaan sungguh berbeda dengan barat. Dalam filsafat Barat, hampir selalu menerjemahkan kemajuan dengan membebaskan diri dari alam pikiran agama; meninggalkan kitab suci dan menanggalkan referensi transedental.  Dan lalu, mereka kehilangan petunjuk ---- dan terbelenggu. Terbelenggu dalam domain filsafat: hegemoni pemikiran. Di kalangan Marxisme, misalnya mereka terpuruk dalam belenggu yang disebut diterminisme. Manusia tidak sanggup merdeka : karena pemikirannya, keberadaan sosialnya, dan bahkan keberadaan eksistensialnya ditentukan oleh posisi ekonomi, oleh cara produksinya. Manusia --- dalam terminologi Marxisme --- samasekali tidak memiliki orientasi transedental. Ia adalah produk dari masyarakatnya dan formasi sosial masyarakatlah yang menentukan kesadarannya.
            Islam, dengan misinya yang paling besar, adalah pembebasan; --- adalah “membebaskan”. Dalam konteks modern, berarti Islam harus membebaskan manusia dari kungkungan pemikiran dan filsafat Barat yang kacau, muram, menyedihkan, bejat dan keparat. Pikiran Barat menganggap manusia tidak merdeka dan hidup dalam absurditas, tanpa nilai, tanpa apa-apa, alias kosong.  
Demikianlah hasil dari proyek besar Barat : Modernitas. Gerakan yang ingin membebaskan manusia dari mitos-mitos. Tetapi, ternyata ada masalah baru, semangat untuk membebaskan manusia dari belenggu mitos malah menyebabkan agnotisme terhadap agama, yang ujung-ujungnya sekulerisme, chaos, dan lahirlah nuansa kehidupan yang tidak harmoni.
            Refleksi dari budaya dan cita-cita Barat ini akhirnya menyebar ke seluruh dunia. Melalui pendidikan, citarasa dan gaya hidup, akhirnya sampai ke indonesia, sampai ke Bogor, sampai ke Drabas (tempat tinggal saya). ----- menyedihkan banget.
            Oleh sebab itu, ayo! Kang Wahyu, Kang Mulyana, Kang Pardimin, Kang Ma'ruf, Kang Pul (anggota tidak resmi Komunitas Kiri Kere) bangkit bersama Islam, melakukan revolusi untuk mengenyahkan semua itu, setan-setan Barat, roh-roh gentayangan Barat --- suatu revolusi pembebasan. Dengan visi ideologis semacam ini, Islam sesungguhnya menyediakan basis filsafat untuk mengisi kehampaan spiritual produk modernitas --- dunia modern industrial. Sungguh ! kini, Islam sudah saatnya tampil kembali untuk memimpin peradaban dan menyelamatkan manusia dari belenggu Barat dan dunia modern.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar