By : Bintangngah
Pertemanan dan
persahabatan ini terdjadi saat akoe moelai mengindjakkan kaki di bangkoe
koeliah. Karena saat itoelah akoe bertemoe dengan moe, Kawan. Tiga tahoen kami
bagaikan doea mata oeang jang tak terpisahkan, walaoepoen dia berbeda
djoeroesan dengan koe. Akoe mengambil tata niaga dan kaoe, Kawan beroentoeng di
djoeroesan akoentansi. Tiga tahoen akoe denganmoe Kawan, bagai saoedara
kandoeng walaoe kami beda soekoe. Makanan koe adalah makanan moe djoega, oeang
kiriman moe oeang kiriman koe djoega. Kami sering bercerita dan berdiskoesi
berbagai hal, dari masalah bola (hobi kedoeanja) hingga masalah oemat dan
proletar seperti naiknja BBM. Akoe poen sekarang masih sering bertemoe dengan
moe. Tapi Kawan, djalan kita berbeda. Engkaoe begitoe bangga dengan ide-ide jang kamoe jakini. Kapitalisme,
liberalisme bahkan ploeralisme sering engkaoe katakan padakoe, walaoepoen
engkaoe selaloe menjangkal bahwa kamoe penganoet,pengemban dan penjebar ide
itoe. Dari oecapan dan boealan jang sering kita lakoekan akoe melihat engkaoe
Kawan soedah teracoeni ide itoe, walaoepoen tidak sampai kaoe mendjadi
penganoet ide Karl Marx dan Nietszche, klo sampe itoe terdjadi, moengkin kaoe
akan segila mereka. Mendjadi orang tidak waras jang bangga dengan
ketidakwarasannja itoe. Kaoe selaloe membanggakan demokrasi jang akan membela
rakjat, jang akan membawa kebahagian bahkan kaoe katakan demokrasi ada dalam
agama soeci koe dan agama soeci moe. Bahkan ketika akoe bertoekar pikiran
dengan moe bahwa demokrasi djaoeh dari islam karena bersoember dari Kapitalisme
jang boesoek dan akan segera hancoer (karena akoelah jang akan
menghancoerkannja), engkaoe menjangkalnja. Ketika akoe berdjoeang oentoek tegaknja doea kalimat moelia jang mampoe
menghancoerkan imperioem Persia, ketika akoe berdjoeang oentoek meloemat dan
meloeloehlantakkan ide2moe itoe, kaoe selaloe mendoekoengkoe dan memberikan
energi tambahan, sedang di waktoe lain kaoe menolak adjakankoe oentoek bersama
berdjoean di djalan ini. Kaoe mendjadi moesoeh koe dalam selimoet. Kaoe
oecapkan kata-kata manis tentang islam, tapi kaoe djoega mengambil ide sampah
itoe kawan. Kaoe berdjoeang seakan-akan oentoek islam tapi ternjata Kawan, kaoe
sedang terdjebak dengan konspirasi Boesh sang drakoela ataoepoen Blair sang
monster.
Kini djalankoe dan
djalanmoe telah berbeda. Tak ada lagi kebersamaan ketika kaoe haroes membelamoe
demi ide kotor itoe Kawan, demi ide selain ide soeci dan moerni jang berasal atas wahjoe. Kini kaoe haroes
berhadapan dengan koe, Kawan. Kawan jang doeloe mengadjak dan mengadjarkankoe
kebenaran, kesoecian dan kemoeliaan akhlak. Kini kaoe boekan Kawan sedjati koe.
Kini kaoe adalah benaloe bagikoe. Tak ada lagi kebersamaan jang hangat diantara
kita. Tak ada lagi kenangan indah jang doeloe koerasakan bersamamoe dalam
kesendiriankoe di negeri terasing ini. Kawan, kini akoe mendapat kawan dan
sahabat sedjati. Jang lebih sedjati darimoe dan kami bagaian toeboeh jang
ketika jang lain sakit, jang lainpoen merasa kesakitan djoega. Coekoep kawan
dan selamat tinggal ……… (akoe berdjandji, djika haroes berhadapan dengamoe di
medan pertaroehan hidoep dan mati, akoe siap)
(Djogdja, 04)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar