flash vortex

Rabu, 11 Januari 2012

Versoes VS Versoes




By : Bintangngah

Pertemanan dan persahabatan ini terdjadi saat akoe moelai mengindjakkan kaki di bangkoe koeliah. Karena saat itoelah akoe bertemoe dengan moe, Kawan. Tiga tahoen kami bagaikan doea mata oeang jang tak terpisahkan, walaoepoen dia berbeda djoeroesan dengan koe. Akoe mengambil tata niaga dan kaoe, Kawan beroentoeng di djoeroesan akoentansi. Tiga tahoen akoe denganmoe Kawan, bagai saoedara kandoeng walaoe kami beda soekoe. Makanan koe adalah makanan moe djoega, oeang kiriman moe oeang kiriman koe djoega. Kami sering bercerita dan berdiskoesi berbagai hal, dari masalah bola (hobi kedoeanja) hingga masalah oemat dan proletar seperti naiknja BBM. Akoe poen sekarang masih sering bertemoe dengan moe. Tapi Kawan, djalan kita berbeda. Engkaoe begitoe bangga dengan ide-ide jang kamoe jakini. Kapitalisme, liberalisme bahkan ploeralisme sering engkaoe katakan padakoe, walaoepoen engkaoe selaloe menjangkal bahwa kamoe penganoet,pengemban dan penjebar ide itoe. Dari oecapan dan boealan jang sering kita lakoekan akoe melihat engkaoe Kawan soedah teracoeni ide itoe, walaoepoen tidak sampai kaoe mendjadi penganoet ide Karl Marx dan Nietszche, klo sampe itoe terdjadi, moengkin kaoe akan segila mereka. Mendjadi orang tidak waras jang bangga dengan ketidakwarasannja itoe. Kaoe selaloe membanggakan demokrasi jang akan membela rakjat, jang akan membawa kebahagian bahkan kaoe katakan demokrasi ada dalam agama soeci koe dan agama soeci moe. Bahkan ketika akoe bertoekar pikiran dengan moe bahwa demokrasi djaoeh dari islam karena bersoember dari Kapitalisme jang boesoek dan akan segera hancoer (karena akoelah jang akan menghancoerkannja), engkaoe menjangkalnja. Ketika akoe berdjoeang oentoek tegaknja doea kalimat moelia jang mampoe menghancoerkan imperioem Persia, ketika akoe berdjoeang oentoek meloemat dan meloeloehlantakkan ide2moe itoe, kaoe selaloe mendoekoengkoe dan memberikan energi tambahan, sedang di waktoe lain kaoe menolak adjakankoe oentoek bersama berdjoean di djalan ini. Kaoe mendjadi moesoeh koe dalam selimoet. Kaoe oecapkan kata-kata manis tentang islam, tapi kaoe djoega mengambil ide sampah itoe kawan. Kaoe berdjoeang seakan-akan oentoek islam tapi ternjata Kawan, kaoe sedang terdjebak dengan konspirasi Boesh sang drakoela ataoepoen Blair sang monster.
Kini djalankoe dan djalanmoe telah berbeda. Tak ada lagi kebersamaan ketika kaoe haroes membelamoe demi ide kotor itoe Kawan, demi ide selain ide soeci dan moerni  jang berasal atas wahjoe. Kini kaoe haroes berhadapan dengan koe, Kawan. Kawan jang doeloe mengadjak dan mengadjarkankoe kebenaran, kesoecian dan kemoeliaan akhlak. Kini kaoe boekan Kawan sedjati koe. Kini kaoe adalah benaloe bagikoe. Tak ada lagi kebersamaan jang hangat diantara kita. Tak ada lagi kenangan indah jang doeloe koerasakan bersamamoe dalam kesendiriankoe di negeri terasing ini. Kawan, kini akoe mendapat kawan dan sahabat sedjati. Jang lebih sedjati darimoe dan kami bagaian toeboeh jang ketika jang lain sakit, jang lainpoen merasa kesakitan djoega. Coekoep kawan dan selamat tinggal ……… (akoe berdjandji, djika haroes berhadapan dengamoe di medan pertaroehan hidoep dan mati, akoe siap) 
(Djogdja, 04)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar